
bukan menuju rumahnya, satya memilih pergi ke apartemennya dan membawa serta Jaane ke sana. dengan berjalan gontai karena efek dari alkohol. mereka sampai di depan unit apartemen milik Satya . Jane sudah merasa tidak nyaman daritadi dia ingin segera melepaskan pakaiannya karena kegerahan. jadi begitu mereka sampai di dalam ruangan dan tubuhnya langsung terjatuh di atas ranjang. Dia mengira dia sudah berada di kamarnya
dan dengan cueknya melepaskan dressnya, sehingga kini dirinya hanya menggunakan pakaian dalam berupa bra dan ****** *****.meskipun satya sudah tidak fokus ,namun dia masih bisa melihat seorang wanita yang dikira Prita membuka bajunya. Dia mengira itu adalah prita yang memberi kode untuk nya untuk melakukan hubungan suami-istri,yang biasanya mereka lakukan.
"Kau pasti merindukanku kan sayang" gumam Satya. sembari mengusap pipi jane yang sudah berbaring di atas ranjang di kamar apartemennya. warna hitam dalaman yang digunakan jane begitu menggugah hasrat kekelakian Setya. karena warnanya sangat kontras dengan kulit putih milik wanita itu.
" Kau pasti sudah tidak sabar ya" gumamnya lagi karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari jane yang sudah tidak peduli Bagaimana dirinya kini. jane hanya ingin tertidur karena sudah tak tahan dengan berat dikepalanya akibat ulahnya sendiri. yang dengan luar biasanya jane menghabiskan beberapa banyak botol minuman keras itu. sudah pasti jane teler berat... karena selama ini jane tidak pernah menyentuh sedikitpun minuman beralkohol seperti saat ini. otaknya sudah tidak sejalan dengan hatinya. entah harus bagaimana jane kembali menghadapi laki-laki. seperti nya jane sudah tak ingin percaya lagi dengan makhluk yang namanya laki-laki.
__ADS_1
"hahaha... Baiklah Ayo kita buat adik untuk Jasmine" Satya bergerak naik ke atas ranjang.jemarinya bergerak menyusuri wajah yang tidak jelas dalam pandangannya itu. dan akhirnya tanpa pikir panjang keduanya menghabiskan malam panjang mereka dengan bergulat .
" moga jasmine punya dede yah.. sayang " ucap satya
saat dirinya ambruk disebelah jane dan mencium puncak kepala jane yang dikiranya adalah almarhum istrinya yang sudah tiada
dan ketika dirinya membuka mata. dia semakin terkejut dengan keadaan. langit-langit yang berbeda dengan apa yang biasanya dilihatnya setiap membuka mata di pagi hari. langit-langit kamarnya memiliki ornamen lucu dengan pernak-pernik kartun kesukaannya Doraemon yang menggantung di langit-langit namun ,saat ini yang dilihatnya adalah kosong. langit-langit itu jelas memberinya petunjuk. jika dirinya saat ini bukan berada di tempat tinggalnya atau di tempat tinggal Sandra.
__ADS_1
jane ingat kamar Sandra itu penuh dengan wewangian aroma terapi, bukan berarah maskulin seperti yang dihirup oleh Indra pencium .Jane membuka matanya, saat ini dia bangun dan duduk diatas ranjang. dan semakin terkejut begitu selimut digunakannya melorot dan menunjukkan hal kemudian membuatnya menjerit.
" Aaaaaaa. " Jane meraih kembali selimut dan menariknya hingga menutupi pundaknya .
" bajuku.bajuku...mana bajuku..."ucap kemudian
pikirannya melayang mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. kenapa bisa terjadi hal yang seperti ini. masalh satu belum selesai sudah ada masalah baru. pikiran Jane kacau ia hanya bisa mengacak-acak rambutnya.
__ADS_1