Marrying The Grim Reaper

Marrying The Grim Reaper
Bab 30 : Kehidupan Yumi sebelumnya.


__ADS_3

NIRWANA..


Dong-Bong berjalan tergesa-gesa di lorong kediaman dewa cinta. Kabar Gyu-Sik bertemu dewa cinta menjadi bahan pergunjingan di Nirwana pagi ini


Tok.. tok..


Dong-Bong mengetuk pintu dengan pilar yang sangat tinggi, pintu kediaman dewa cinta.


Kreeek..


Pintu terbuka nampak sang dewa duduk di singgasananya dengan kipas besar ditangannya.


“Datang juga akhirnya, kenapa lama sekali?” Tanya dewa cinta pada Dong-Gun.


“Maaf dewa, ada beberapa hal yang harus saya lakukan terlebih dahulu.” 


Dewa cinta turun dari singgasananya berjalan menuju Dong-Gun yang berdiri di tengah-tengah ruangan.


“Anak buahmu sudah menentukan pilihannya.”


“Gyu-Sik??”


“Hmm.. dia rela lenyap di hari ke seribu.”


“Apa??”


“Hmm.. konyol kan?” Dewa cinta berdiri di depna Dong-Gun sambil mengibas-ibaskan kipas besarnya.


"Lalu dewa akan diam saja setelah ini?" 


"Hmm?? Bukan kah seharusnya aku yang bilang begitu padamu??" Dewa cinta mengibaskan kipasnya tepat di depan wajah Dong-Bong.


"Baik dewa saya akan mencoba membujuknya."


"Emm.. tapi sebelum itu kau harus tahu tentang sebuah rahasia."


"Rahasia?"


"Hmm.. tentang Gyu-Sik."


Dong-Bong mengerutkan dahinya.


"Saat melihat Yumi apa kau tidak teringat akan seseorang?"


Dong-Bong mengingat-ingat bagaimana wajah Yumi.


"Emm.. tidak dewa."


"Yeo Sol."


Dong-Bong sedikit terkejut saat dewa cinta menyebutkan nama itu.


"Kau masih ingat dia? Yeo Sol."


"Masih dewa."


"Saat melihat Yumi apa tidak mengingatkan mu pada Yeo Sol??"


Deg!!


"Jangan-jangan……" Dong-Bong tidak berani melanjutkan perkataannya.

__ADS_1


"Hmmm.. tepat seperti yang ada di otakmu."


"Tapi kenapa dewa melakukan itu??" Dong-Bong merinding saat mengetahui rahasia itu.


"Itu adalah hadiah terakhirku untuk Gyu-Sik."


KLAAAP..


Dewa menghilang.


"Yeo Sol? Yumi? Gyu-Sik?" Ketiga wajah orang itu terbesit di otak Dong-Bong.


...----------------...


Pagi ini Gyu-Sik pergi ke perpustakaan untuk bekerja. Dia menjadi petugas penjaga loket penitipan barang. Bukan pekerjaan yang sulit Gyu-Sik hanya perlu memberikan kunci loket kepada pengunjung pepustakaan dan menerimanya kembali saat pengunjung pulang. Bahkan disela-sela itu Gyu-Sik juga bisa membaca buku gratis.


Gyu-Sik beradaptasi dengan cepat, setidaknya hingga tengah hari tidak ada masalah pada hari pertamanya bekerja.


“Menyenangkan bekerja seperti ini, tidak melelahkan seperti di kedai.” Gyu-Sik melihat sekeliling, orang-orang serius membaca buku, atau sibuk dengan laptop mereka masing-masing. Suasananya tenang dan sunyi.


Namun tiba-tiba angin menerobos masuk ke perpustakaan membuat buku-buku berterbangan, pengunjung berlarian menuju pintu untuk keluar dari perpustakaan, namun ada juga yang berlindung di bawah meja.


Tapi ternyata…..


FREZEEEE..


Waktu berhenti, orang-orang pun mematung, suasana menjadi sangat hening.


Asap tebal masuk ke dalam lorong-lorong perpustakaan menembus rak-rak buku.


Dong-Bong muncul berjalab diantara buku-buku berserakan yang berhenti melayang.


"Timjangnim??" Gyu-Sik memang sudah menduga kalau ini adalah perbuatan Dong-Bong.


BRAAAAK!!


Dong-Bong menggebrak meja.


"Maaf timjangnim, aku tidak akan melakukan hal itu. Aku tidak ingin Yumi menanggung akibatnya."


"Tapi semua usahamu akan sia-siaaa!!"


"Tidak masalah."


"Hahh.. baiklah kalau itu maumu."


KLAAAP..


Dong-Bong menghilang, lalu semua berjalan kembali, buku-buku, rak, orang-orang seperti video yang di putar ulang, keadaan perpustakaan menjadi rapih kembali seperti tidak pernah terjadi sesuatu.


...----------------...


Tok.. tok..


"Hmm.. siapa yang datang siang-siang begini?" Yumi sedang menulis novel, dia masih belum mandi, tampilannya masih berantakan.


Yumi melepas kacamatanya, melepas kucir rambutnya dan menata sedikit rambutnya agar lebih rapih lalu membuka pintu.


DEG!


Sosok Dong-Bong dengan pakaian serba hitam berdiri tepat di depan pintu. Yumi terkejut, dia tidak mengira Dong-Bong yang datang karena sejatinya malaikat maut bisa saja langsung masuk ke rumahnya.

__ADS_1


"Untuk apa kau kesini?" Tanya Yumi.


"Tampaknya kau sudah terbiasa melihat malaikat maut hingga tidak kaget melihatku?" Sindir Dong-Bong, tanpa ijin dia memasuki rumah Yumi.


"Gyu-Sik tidak disini."


"Hmm.. aku tahu." Dong-Bong duduk di sofa.


"Lee Yumi, aku tidak suka basa basi, jadi aku akan langsung mengatakannya."


Yumi mengerutkan dahinya tidak mengerti.


"Haha.. kenapa aku baru sadar." Dong-Bong memandang wajah Yumi dan memang benar mata Yumi sangat mirip dengan mata Yeo Seol.


"Apa maksudmu?"


"Kau memang Yeo Seol ternyata."


"Yeo Seol??"


TRIIIIING!


Yumi terkejut saat tiba-tiba dewa cinta muncul di sebelahnya.


"Siapa kamu??" Yumi mundur beberapa langkah.


"Kau baru sadar?" Tanya dewa cinta pada Dong-Bong.


'Dia pasti malaikat maut juga' Batin Yumi.


"Hahaha.. bukan, aku bukan malaikat maut." Dewa cinta duduk di sebelah Dong-Bong.


"Lalu siapa kau?"


"Dewa cinta."


"Apa?? Waaah.. dengan mudahnya seorang biasa sepertiku bertemu malaikat maut dan dewa." Yumi terheran-heran dengan hidupnya belakangan ini.


"Itu akibat dendammu di kehidupan sebelumnya, makanya sekarang kau jadi berurusan dengan ini semua."


"Kehidupanku sebelumnya??"


"Hmm.. kehidupanmu sebelum bereinkarnasi seperti saat ini." Dewa cinta berjalan mendekati Yumi.


"Kau pasti penasarankan seperti apa kehidupanmu sebelumnya??" 


Yumi memicingkan mata, dia merasa akan ada sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi.


"Ini hadiah terakhirku untuk kalian, tugasku untuk kalian sudah selesai. Jadi bagaimana pilihan akhirnya adalah kau dan Gyu-Sik sendiri yang akan menentukan."


TIK!


Dalam satu petikan jari, Yumi kini berada di tahun 1.752 di jaman dinasti Jeoson.


"Yeo Seol."


Seseorang memanggil nama itu dari belakang. Yumi ada di raga seorang wanita cantik bernama Yeo Seol, namun Yumi tidak berkuasa atas gerak badannya.


Yumi merasa sangat pusing, hingga jatuh pingsan.


"Yeo Seooool." Yeo Goo, sang ayah berlari saat melihat putri semata wayangnya pingsan.

__ADS_1


"Tolong bantu aku membawa Seol ke ruang pemeriksaan." Yeo Goo adalah salah seorang tabib kerajaan.


To be continued...


__ADS_2