Marrying The Grim Reaper

Marrying The Grim Reaper
Bab 09 : Bekerja??


__ADS_3

"Ayah?" Yumi kaget sang ayah telah menunggunya di halam rumah.


"Kau menikah?" Tanya ayah Yumi, ternyata dia mendengar teriakan selamat dari Ju-Hwi.


"Bukan urusan ayah." Yumi mengeluarkan dompet lalu menyodorkan sejumlah uang ke ayahnya.


"Apa katamu? Bukan urusanku?? Yak! Lee Yumi aku ini ayahmu!!" Lee Baek-Hee berteriak, bau alkohol menyerbak dari mulutnya.


"Iya ayah biologis, hanya sebatas itu. Karena faktanya ayah tidak pernah menjalankan tugas sebagai seorang ayah." Yumi marah, bertemu ayahnya hanya akan menimbuklan masalah.


"Dasar anak kurang ajar!!"


Seeet..


Gyu-Sik menepis tangan Baek-Hee, Yumi terhindar dari pukulan sang ayah.


"Bukan begini sikap seorang ayah pada putrinya." Kata Gyu-Sik.


"Hahh.. jadi sekarang kau sudah punya kesatria yang melindungi mu ya?" Sindir sang ayah ke Yumi.


"Terimalah cinta dari putrimu." Gyu-Sik memberi uang Yumi ke Baek-Hee. 


"Ayo masuk." Gyu-Sik menarik tangan Yumi masuk ke rumah.


"Chh.. awas saja kalau setelah ini lelaki itu akan mengubah pikiran Yumi, akan aku habisi dia." Baek-Hee lalu pergi dari rumah Yumi.


...----------------...


Yumi dan Gyu-Sik masuk ke rumah, lalu duduk di sofa.


"Maafkan kelakukan ayahku." Kata Yumi.


"Kenapa kamu yang minta maaf? Kamu kan tidak salah." Bela Gyu-Sik.


Yumi tersenyum, dia merasa senang ada seseorang yang membelanya.


"Kalau begitu aku mandi dulu, setelah itu aku masih harus menulis novel-novelku." Yumi ke kamar mandi.


"Hmm.." Gyu-Sik merebahkan badannya di sofa.


...----------------...


Matahari mulai bersinar, hawa hangat mulai menyelimuti kota Seoul.


Yumi membuka penutup matanya, "Hah.. ternyata sudah siang ya?"


Dia baru terbangun dari tidurnya.


Snif.. snif..


"Enak sekali baunyaaaaa.." Yumi segera keluar kamar menuju dapur, ada Gyu-Sik disana, sedang berkutat dengan kompor dan lain-lain.


"Good morning." Sapa Yumi.


"Eoh.. bangun juga akhirnya, aku kira kamu pingsan." Sindir Gyu-Sik.


Plak..


Yumi memukul punggung Gyu-Sik karena kesal terhadap sindirannya.


"Yak! Sakit!" Keluah Gyu-Sik.

__ADS_1


"Waaaah.. kenapa kimbabnya banyak sekali?" Tanya Yumi sambil menyomot kimbab. *Kimbab : makanan khas Korea Selatan yang terbuat dari nasi yang biasanya berisi sayuran, telur dadar, daging yang dibalut dengan rumput laut kering.


"Aku akan membagikan ke tetangga."


"APWAAAA??!"


"Yhaaaang behenar saja kau?! Buhuat apa?!" Mulut Yumi dipenuhi dengan kimbab.


"Makan dulu baru ngomong, nanti tersedak." Gyu-Sik menuntun Yumi agar duduk di kursi makan.


"Yak! Han Gyu-Sik.. apa kamu berniat mengumumkan pernikahan kita?!" Mata Yumi sampai melotot karena tidak setuju.


"Iya, memang begitu."


"Buat apa??"


"Supaya orang-orang tahu kau tidak sendirian lagi. Supaya tidak ada orang yang macam-macam denganmu." Gyu-Sik sedang menggulung kimbab dengan telaten.


Yumi terdiam mendengar kata-kata Gyu-Sik, dia terharu ada orang yang perduli dengannya, tidak terasa dia menangis.


"Yak! Lee Yumi kau menangis? Kenapa??" Gyu-Sik berhenti menggulung kimbab, dia duduk di hadapan Yumi.


"Sudah lama tidak ada orang yang memperhatikanku, jadi aku merasa terharu dengan perhatianmu." Yumi mengusap air mata di pipinya.


"Sudah.. sudah.. sana kamu mandi." Gyu-Sik membelai rambut Yumi dua kali.


Pipi Yumi merona, jantungnya juga tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Hmm.. iya aku mandi dulu." Yumi buru-buru masuk ke kamar mandi.


"Hahhh.. bisa gila aku!! Lee Yumi sadar!! Dia itu malaikat maut." Yumi memukul-mukul kepalanya.


...----------------...


Gyu-Sik mengetuk pintu toko Ju-Hwi. 


"Selamat pagi bi." Sapa Gyu-Sik dengan senyuman yabg manis.


Ju-Hwi yang sedang memisahkan ikan teri dari kepalanya itupun berhenti lalu menyambut Gyu-Sik.


"Waaah.. pengantin baru ada apa pagi-pagi begini kesini? Ada yang bisa aku bantu?" Tanyanya.


"Tidak bibi, aku hanya ingin membagi kimbab buatanku."


"Aigooo.. betapa beruntungnya Yumi, tampan, baik hati dan pintar memasak." Ju-Hwi menerima kimbab buatan Gyu-Sik.


"Emmm.. bibi sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan." Gyu-Sik tampak ragu mengatakannya.


"Tanyakan saja, siapa tahu aku bisa menjawab."


"Sebenarnya aku sekarang sedang tidak memiliki pekerjaan, bisakah bibi memberiku informasi tempat kerja?"


"Tempat kerja?? Emm.. ada tapi….. aku tidak yakin kau mau, apa pekerjaanmu sebelumnya?"


Gyu-Sik menelan ludah, dia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.


"Emm.. katakan saja bi, aku bisa bekerja apa saja."


"Benar-benar lelaki sejati, ayo ikut aku."


Ju-Hwi membawa Gyu-Sik ke kedai tempat makan yang berada diujung gang. Kedai ini terkenal di daerah ini karena jajangmyeon yang legendaris. *Jajangmyeon \= Mie dengan saus pasta kacang kedelai hitam.

__ADS_1


Gyu-Sik dan Ju-Hwi masuk ke kedai bernama 'Jang-jang'.


"Jang sajangnim.. aku membawakanmu harta karun." Teriak Ju-Hwi. *Sajangnim \= Panggilan untuk pemilik sebuah usaha.


Sang pemilik kedai, Jang Maru, lelaki lima puluh tahunan itu keluar dari dapur untuk menemui Ju-Hwi.


"Harta karun?" Tanya Maru heran.


"Dia sedang mencari kerja, terimalah. Jangan sia-siakab lelaki tampan ini." Ju-Hwi mendorong badan Gyu-Sik.


"Salam kenal sajangnim, saya Han Gyu-Sik." Gyu-Sik memberi hormat.


"Kau yakin mau bekerja disini??" Maru heran melihat Gyu-Sik yang secara fisik bisa dibilang grade A itu mau bekerja di kedai miliknya.


"Iya sajangnim, jika diijinkan saya akan bekerja dengan baik." Ucap Gyu-Sik mantap.


"Kau lolos ayo bekerja." Ajak Maru.


"Terimakasih Jang sajangnim." Gyu-Sik memberi hormat lagi.


"Gyu-Sik hwaiting!!" Ju-Hwi memberi semangat pada Gyu-Sik sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.


Gyu-Sik langsung praktek bekerja sebagai pelayan kedai.


...----------------...


Sore hari.


"Aaaaaargh.. capek sekali." Yumi meregangkan badannya, dia baru saja menyelesaikan beberapa bab dari novel-novelnya.


"Kemana perginya Gyu-Sik? Sejak tadi pagi dia tidak kelihatan. Jangan-jangan dia disandera oleh bibi Ju-Hwi??" Yumi baru sadar bahwa Gyu-Sik belum pulang sejak tadi pagi.


Yumi keluar dari rumah, dia menengok ke arah bawah, melihat jalan sekitar rumahnya, tapi tidak melihat sosok Gyu-Sik.


"Dimana sih dia?" Yumi akhirnya turun dari tangga untuk mencari Gyu-Sik di jalanan dekat rumahnya.


"Lee Yumi….." 


Yumi menengok saar mendengar suara yang familiar memanggil namanya.


"Iya bibi?" 


"Apa kau mencari suamimu?" Tanya Ju-Hwi.


"Suami?" Yumi belum terbiasa dengan istilah itu.


"Dia bekerja di kedai Jang-jang." Ju-Hwi memberikan informasi yang mengejutkan bagi Yumi.


"Bekerja??" Yumi langsung berlari menuju kedai Jang-jang.


Dari kejahuan Yumi sudah dapat melihat Gyu-Sik mengenakan celemek warna cokelat tua, seragam kedai Jang-jang.


"Apa yang dia lakukan?" Yumi tidak ingin mendekat, dia hanya memperhatikan Gyu-Sik dari jauh. Gyu-Sik tampak ramah melayani para pelanggan.


Yumi memilih untuk pulang ke rumah.


To be continued...



*Kimbab

__ADS_1



*Jajangmyeon


__ADS_2