Marrying The Grim Reaper

Marrying The Grim Reaper
Bab 33 : Perintah raja


__ADS_3

Meski ditentang oleh sang ayah tapi Yeo Seol tidak gentar. Dia tetap menjalin hubungan dengan Gyu-Sik walau harus secara diam-diam.


Yeo Seol merasakan hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya dengan lelaki manapun.


Yeo Seol beberapa kali mengajak Gyu-Sik untuk jalan-jalan keluar istana. Walau awalnya berat bagi Gyu-Sik yang takut bertemu orang tapi akhirnya Gyu-Sik terbiasa.


Yeo Seol beberapa kali harus rela dimarahi habis-habisan oleh ayahnya karena ketahuan pergi dengan Gyu-Sik tapi hal itu tidak membuat Yeo Seol berhenti menemui Gyu-Sik.


Suatu pagi..


Yeo Seol bangun dari tidur, dia merasa sangat mual, sudah seminggu dia merasa mual-mual dan kelelahan.


Yeo Seol mual-mual dengan suara yang minim dia takut orang lain nendengar terutama ayahnya.


"Aku sudah satu bulan tidak datang bulan, jangan-jangan….." 


"Yeo Seol……. cepat nak, ayah ingin buang air besar." Sang ayah tiba-tiba berteriak dari luar kamar mandi.


"Iya ayah." Yeo Seol keluar kamar mandi lalu ayahnya masuk.


"Yeo Seol.. apa kau tahu dimana tabib Yeo menyembunyikan ekstrak anggrek hitam?" Tanya seorang karyawan ayahnya yang juga seorang tabib.


"Ekstrak anggrek hitam??" Yeo Seol seketika melupakan soal tanda-tanda hamil yang ada pada tubuhnya.


KREEEK..


"Leganyaaa.." Yeo Goo keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Ayah punya ekstrak anggrek hitam??" Tanya Yeo Seol dengan tegas.


"Tidak, ada-ada saja kau." Yeo Goi mengelak.


"Katakan sejujurnya ayah."


Karyawan Yeo Goo pergi begitu saja setelah tahu bahwa dia melakukan sebuah kesalahan.


"Hah.. baiklah ayah akan mengaku. Iya aku mengambil dari istana."


"Ayah! Itu berbahaya!"


"Tenang saja hanya sedikit, ayah sudah punya ramuan yang manjur dengan hanya memakai sedikit ekstrak anggrek hitam." Yeo Goo merasa senang bisa mengobati masyarakat dengan obat ramuannya.


"Tapi ayah…"


Yeo Seol merasa was-was dia tahu bahwa raja bukanlah orang yang mudah ditipu, dia sangat detail mengenai semua miliknya.



Di istana…


Gyu-Sik menghadap raja. Tanpa basa basi raja memerintahkan tugas baru untuk Gyu-Sik.


"Bunuh tabib Yeo nanti malam." Kata raja dengan nada serius.


Gyu-Sik kaget, sebelumnya dia belum pernah menerima perintah membunuh orang-orang yang bekerja untuk raja. Biasanya jika mereka melanggar aturan raja sendirilah yang akan menghukumnya.

__ADS_1


"Tapi raja, kenapa anda ingin membunuh tabib Yeo?" Tanya Gyu-Sik.


"Karena dia mencuri ekstrak anggrek hitam.".


"Tapi biasanya anda memberi hukuman pada orang yang melanggar di dalam instana, tapi kali ini kenapa anda memilih membunuhnya?" Gyu-Sik merasa dia tidak akan bisa melakukan tugasnya kali ini.


"Karena jika aku menghukumnya rakyat akan menganggapku kejam. Tabib Yeo menggunakan ekstark anggrek hitam untuk mengobati banyak orang, dia adalah malaikat bagi banyak orang tapi dia adalah iblis bagiku." Dengan amarah yang memuncak raja berkata seperti itu..


Gyu-Sik hanya terdiam.


"Kenapa? Kau tidak mau melakukannya?? Kau melarang perinrahku???!!" Raja murka.


"Tidak raja akan saya lakukan."


"Bagus, lakukan malam ini, bunuh dia dan bakar mayatnya untuk menghilangkan jejak, hahaha.."


"Baik raja." Gyu-Sik menahan air matanya.


Gyu-Sik berjalan gomtai ke kamarnya.


Dia duduk di tempat tidur sambil memeluk kedua kakinya yang dilipat di depan dada. Gyu-Sik menangis tanpa suara.


Dia merasa berat menerima perintah raja kali ini.


"Yeo Seol.. Ma.. Af.. Tabib Yeo.. Maafkan aku." Baru kali ini dia merasakan bahwa pekerjaannya itu berat, sebelumnya dia tidak pernah merasa terusik dengan perintah raja untuk membunuh orang karena dia tidak mengenalnya. Tapi kali ini dia diperintahkan membunuh orang yang dia kenal, orang yang menyembuhkan lukanya, orang yang disayangi oleh kekasihnya. Orang yang paling berharga di hidup sang kekasih.


Gyu-Sik sudah bisa membayangkan bagaimana Yeo Seol.akan sangat sedih jika kehilangan ayah untuk selamanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2