Marrying The Grim Reaper

Marrying The Grim Reaper
Bab 34 : Yumi dan Yeo Seol adalah satu


__ADS_3

Waktunya tiba, tengah malam nan gelap dan dingin, angin berhembus kencang dan Gyu-Sik mulai melancarkan aksinya.


Dia mengendap-endap masuk ke dalam rumah Yeo Goo.


Di rumah itu hanya ada Yeo Goo dan Yeo Seol.


Gyu-Sik mengintip ke kamar Yeo Seol, dia sedang tertidur lelap. 


Tak terasa air mata Gyu-Sik menetes. Gyu-Sik memiliki rencana untuk pergi dari desa ini setelah menyelesaikan perintah membunuh Yeo Goo, dia tidak mampu menemui Yeo Seol karena rasa bersalah.


"Siapa itu?" Yeo Goo memergoki Gyu-Sik yang masih tertegun memandang Yeo Seol dari celah pintu kamarnya.


Sriiiiiing…


Gyu-Sik menarik pedang dari selongsongnya. Seketika pedang mengarah ke wajah Yeo Goo.


"Si.. siapa kau?" Gertak Yeo Goo mengumpulkan semua nyalinya.


"Maafkan saya tabib Yeo." Gyu-Sik mengayunkan pedangnya, namun tiba-tiba Yeo Seol berlari menghadang dan…


JLEEEEP..


Pedang Gyu-Sik tertancap di dada sebelah kiri Yeo Seol.


"YEO SEOL…." Yeo Goo berteriak.


Karena panik Gyu-Sik langsung pergi tanpa mencabut pedangnya.


Sambil menangis Yeo Goo mencoba mencabut pedang dari badan sang anak yang sudah terlihat lemas.


"Pe.. pedang ini.. mi.. milik Gyu-Sik." Yeo Seol terbata-bata berkata.


"Aaaak.." Akhirnya pedang tercabut, namun Yeo Seol malah memuntahkan darah.


Yeo Goo panik, dia menggendong Yeo Seol ke ruang pengobatan, Yeo Goo mengobati luka dalam Yeo Seol yang sedang sekarat.

__ADS_1


"A.. yah.." Suara Yeo Seol sangat lirih.


"Diam! Jangan banyak bicara." Tangan Yeo Goo gemetar, keringat bercucuran bersatu dengan air mata di wajahnya.


'Dewa.. aku Yeo Seol bersumpah tidak akan memaafkan Han Gyu-Sik. Dewa balaskan dendamku.' Dalam hati Yeo Seol.


"A..yah.." Itu adalah kata terakhir yang diucapkan Yeo Seol sebelum nafas terakhirnya berhembus.


"Yeo Seooooooool….." Yeo Goo menengis sambil memeluk tubuh sang anak yang sudah tak bernyawa.


...----------------...


Gyu-Sik berlari tanpa tujuan, dia berlari terus hingga nafasnya tersengkal-sengkal.


"Hah.. hah.. hah.." Gyu-Sik menjatuhkan badannya hingga terduduk di tanah.


"Apa.. yang aku lakukan, Yeo Seol maafkan aku." Gyu-Sik menangis sejadi-jadinya.


Dunianya seakan runtuh, orang pertama yang dia cintai sepenuh hati meninggal di tangannya sendiri.


"Aaak.. uhuk.. aaaaak.." Gyu-Sik telah menggantung tubuhnya, lehernya terasa seperti terbakar nafasnya mulai susah namun hingga matahari terbit dia masih hidup.


BRAAAK.


Gyu-Sik terjatuh ke tanah.


"Ckck.. enak saja kau mau mati begitu saja?" Dewa cinta nendatangi Gyu-Sik untuk pertama kali.


"Si.. siapa anda? Uhukkk.." Gyu-Sik masih kesusahan bernafas.


"Aku dewa cinta, dewa yang memberimu kebahagiaan, namun kau merusaknya dengan tanganmu sendiri." Dewa cinta didampingi Dong Bong.


Gyu-Sik mengerutkan dahi tidak paham.


"Suatu malam setelah kau membunuh seseorang kau menangis di ujung kamarmu. Kau bersumpah serapah mengutuk dewa yang tidak pernah memberikanmu kebahagiaan. Karena kasihan aku memberikan mu benang cinta yang aku kaitkan dengan Yeo Seol.

__ADS_1


Aku memberikanmu kesempatan untuk mencintai dan dicintai namun apa yang kau perbuat? Kau membunuhnya, dan sekarang kau mau bunuh diri?? Ckck.. tidak akan senudah itu. Yeo Seol membawa dendam hingga mati, dan kau harus menanggung itu." Dewa cinta memegang bola jiwa yang berisi dendam Yeo Seol lalu memasukannya ke dalam tubuh Gyu-Sik.


"Aaaaak… aaaak.." Gyu-Sik merasakan sesuatu panas mengalir ke seluruh tubuhnya.


"Mulai sekarang dia menjadi anak buahmu." Menyerahkan Gyu-Sik ke Dong Bong.


"Baik dewa." Dong Bong memberi hormat.


KLAAAP..


Dewa cinta pergi.


"Mulai sekarang kau bukan lagi manusia kau adalah malaikat maut. Kau harus menyelesaikan 300 misi mencabut nyawa baru kau bisa meneruskan sisa hidupmu, lalu mati dan bereinkarnasi." Kata Dong Bong pada Gyu-Sik.


"Aku tidak ingin hidup, aku tidak ingin bereinkarnasi."


"Apapun itu yang pasti sebelum 3oo misi mencabut nyawa selesai kau akan terus menjadi malaikat maut Han Gyu-Sik."


Mulai saat itulah Gyu-Sik menjadi malaikat maut.


CRIIIIING..


"Aaaak…" Dada kiri Yumi terasa sakit.


Yumi sudah sadar lagi, rekaman cerita masa lalu Gyu-Sik yang baru saja dia lihat sudah selesai, semua kembali seperti semula namun ada satu yang berbeda.


"Mulai saat ini kau akan memiliki semua ingatan dan rasa dendam Yeo Seol terhadap Gyu-Sik. Peranku dalam nasib rumit mu dan Gyu-Sik sudah selesai. Sekarang hanya kau yang bisa menyelesaikan kerumitan ini." Dewa cinta menatap mata Yumi lalu tiba-tiba menghilang.


"Yumi.. aku harap kau dan Gyu-Sik bisa menyelesaikan nasib rumit kalian dengan baik." Dong Bong ikut menghilang.


Yumi menangis. "Apa-apaan ini? Jadi aku adalah reinkarnasi Yeo Seol?" 


Tiba-tiba dada kiri Yumi sakit sekali lalu jiwa Yeo Seol mengendalikan tubuh Yumi.


"Yumi.. kau tidak boleh melemah, kita harus segera selesaikan nasib rumit kita dengan Gyu-Sik." Suara Yumi saat dikendalikan oleh jiwa Yeo Seol menjadi sedikit berat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2