MAS DUDA DITENGAH AWAN

MAS DUDA DITENGAH AWAN
Sudah Tidak Nyaman


__ADS_3

"Sekar, aku merasa sudah tidak nyaman lagi denganmu," Awan, yang sedari tadi diam tiba membuka suara.


"Ma, ma, maksud kamu apa Wan, kok tiba tiba mengatakan tidak nyaman bersamaku? Bukannya selama ini kita baik baik saja?" Sekar tampak shock mendengar penuturan Awan, lelaki yang sudah delapan tahun ini menjadi kekasihnya.


"Ya aku merasa tidak nyaman saja bersama kamu Kar, masa kamu ga ngerti maksudku?" Cebik Awan.


"Ya apa yang membuat kamu ga nyaman Wan, dan salah aku apa?"


"Kamu ga ada salah Sekar, tetapi aku merasa sudah bosan saja dengan hubungan kita selama ini dan aku ngerasa sudah tak nyaman bersamamu. Intinya aku mau kita putus!" Tutur Awan, yang sangat ingin berpisah dari Sekar.


"Wan, kamu tega ya bilang gitu ke aku? Hampir delapan tahun kebersamaan kita, tapi sepertinya semua yang kita lakukan ga ada artinya buat kamu," Sekar terisak.


"Sekar.... aku minta maaf, aku tahu aku salah tapi hati, dan perasaanku tidak bisa dipaksa lagi, aku sudah tidak mencintai kamu karena itu aku merasa tak nyaman lagi denganmu."


"Sebagai mantan, aku harap kamu dapat penggantiku yang lebih baik, yang lebih tulus dariku. Kamu gadis yang sangat baik Sekar, pasti akan dapat yang lebih baik juga."


"Kenapa kamu tega ke aku Wan? Sebenarnya aku salah apa sehingga kamu tega begini ke aku?" Sekar berusaha tegar.


"Beberapa bulan belakangan ini aku main dibelakang kamu Kar, aku minta maaf karena sudah menduakan mu?" Awan, berusaha jujur meski ia tahu akan sangat menyakitkan bagi Sekar, tapi mungkin ini yang terbaik agar Sekar melepaskannya.


Deg!!!


"Apa maksud kamu Wan?" Sekar, terperangah mendengar pengakuan kekasihnya itu.


"Aku sudah pacaran dengan perempuan lain, hampir... hampir satu bulan ini Kar, sekali lagi maafkan aku telah menduakan mu." Ada sedikit penyesalan di hati Awan.


"Apa dia cantik Wan?" Dengan mata berkaca-kaca Sekar menatap Awan.


"Enggak Kar, dia ga cantik. Sasa namanya, rambutnya keriting, lebih pendek darimu, dia masih SMA tapi aku nyaman jika bersamanya Kar."


"Ahhhh berarti kamu ngeprank aku Wan, masa ia kamu lepas aku buat dapetin yang dibawah aku?" Ada sebuah harap dalam hati Sekar, Awan mengerjainya.


"Aku ga bohong Kar, aku serius!"


"Ahhhh kamu pasti ngeprank aku Wan."


"Aku berani mandul Kar, jika aku bohong!"


Deg!!!! Sekar luluh lantah mendengar sumpah laki laki yang selama bersamanya tak pernah bersumpah untuk apapun.

__ADS_1


"Aku pamit ya Kar, maafin aku. Aku berdoa semoga kamu segera mendapatkan laki laki yang baik," sebelum Awan melangkahkan kaki dari ruang tamu, ia menghampiri Sekar, dan mengulurkan tangannya untuk menyalami sebagai tanda permintaan maafnya kepada Sekar.


Sekar, tergugu dalam pilu, uluran tangan Awan ditepisnya.


Sekar begitu terpukul dan merasakan hatinya begitu tercabik cabik mendengar penuturan Awan, laki laki yang begitu baik, perhatian dan rela melakukan apapun untuk bisa menaklukkan hati Sekar selama ini, tiba tiba mengatakan sudah tidak nyaman karena wanita lain.


Hubungan mereka yang dimulai dari kelas dua sekolah menengah atas, sampai gelar sarjana, bahkan Sekar sudah mulai bekerja tiba tiba hancur, padahal baru dua bulan yang lalu mereka berencana untuk mulai fokus merencanakan pernikahan.


"Kamu tega Wan, kamu benar benar tega!" Sekar, masih tetap tergugu ditempat dimana ia duduk saat Awan, memutuskan untuk menyudahi hubangan mereka.


***


"Sekar, kamu kenapa nak?" Mama Kasih, mama dari Sekar. yang baru saja pulang dari bekerja terkejut melihat putrinya menangis.


"Mama...." Sekar berlari memeluk mamanya dengan erat dan semakin terisak.


Mama, membiarkan Sekar menumpahkan semua kesedihannya dalam pelukannya meski ia bingung dengan apa yang terjadi.


"Kamu kenapa Kar?" Mama dengan lembut membelai rambut anak gadisnya sesaat kemudian.


"Awan, bilang sudah tak nyaman lagi denganku ma, Awan memutuskan Sekar,"


"Awan bilang dia merasakan ketidak nyamanan lagi saat bersama Sekar dan dia juga sudah punya kekasih baru," keluh Sekar pada sang mama.


"Sabar Sekar, kamu gadis kuat." Mama menyemangati.


"Tapi Sekar benar benar ngerasa sakit hati ma, Sekar merasa dada ini sangat sesak. Sekar seperti hancur lebur ma."


"Nak dengarkan kata mama, setiap hubungan itu pasti ada pasang surutnya, saat ini kamu sedang diuji, jadi kamu ga boleh putus asa, anak mama ini perempuan hebat jadi pasti mampu melewati proses berat ini."


"Apa laki laki penghianat seperti Awan itu harus aku pertahankan ma?" Sekar menjadi galau.


"Kamu masih cinta atau tidak dengan Awan? Ayo kamu jawab mama dengan jujur Kar, mama tanya Sekar, Sekar masih mengharapkan Awan kembali ga?" Mama menatap dengan tajam kearah Sekar.


"I.. iya mah, walau Sekar hancur tapi Sekar merasa ga bisa kehilangan Awan." Sekar tertunduk lesu.


"Berarti Sekar masih mengharapkan Awan kembalikan?"


"Iya ma."

__ADS_1


"Sekar masih cinta!" tegas sang mama.


"Itulah uniknya cinta nak, meski dibohongi, dibodohi tapi masih tetap berharap."


"Jadi Sekar harus bagaimana sekarang ma?"


"Dari dulu sampai sekarang semua keputusan ada ditanganmu nak, jika masih ingin dipertahankan ya diperjuangkan, tapi ingat pesan mama nak perjuangkan sekali saja bukan berkali kali. Ingat kata kata mama ini.


Kebahagiaan anak mama, itu segala galanya, yang akan jalani juga kamu bukan mama, tapi itu tadi kata mama cukup sekali memperjuangkan seseorang yang salah."


"Ma...." Sekar makin terisak.


"Jika Sekar mengejar Awan, apa tidak terkesan murahan ma?"


"Hey nak.... kenapa kamu peduli dengan kesan orang? Pedulikan dengan kebahagianmu, jangan pikirkan kata orang lain!


Kejar dan perjuangkan dia dengan cara yang elegan, agar tidak terlihat murahan."


"Sekar bingung ma,"


"Bingung kenapa nak?"


"Bagaimana caranya untuk memperjuangkan Awan ma? Sekar enggak mau disebut sebagai Pelakor ma!"


"Sekar, kamu bukan pelakor nak. Bukan kamu yang merebut Awan, kamu hanya mempertahankan apa yang menjadi milikmu! semua orang yang kenal kalian dari dulu pun tahu itu."


"Tapi ma...."


"Tapi apalagi nak?"


"Aku takut semua yang aku kerjakan sia sia. Aku takut, Awan akan menolak ku, aku takut semakin direndahkan oleh Awan."


"Nak, cinta itu butuh pengorbanan anggaplah ini sebagai bentuk pengorbananmu tapi ingat hanya sekali perempuan merendahkan diri dihadapan laki laki yang dicintai, anggap juga ini sebagai peluang terakhir untuk Awan untuk kembali padamu.


Jika Awan menolak, maka tinggalkan dia untuk selamanya. masih banyak laki laki yang akan mengantri untuk mendapatkan cintamu, jadi apa keputusanmu sekarang nak? Maju atau cari yang baru?"


"Sekar memang benci penghianatan ma, tapi Sekar juga terlalu cinta pada Awan, mungkin memang saatnya sekarang Sekar yang harus berjuang untuk mendapatkan cinta Awan lagi ma karena memang selama delapan tahun kami berpacaran Sekar tidak pernah memperjuangkan apapun untuk Awan."


"Sekali!, ya hanya sekali ini saja, Sekar akan mengejar cinta Awan ma."

__ADS_1


__ADS_2