Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Perangkap


__ADS_3

Keesokan harinya Ganindra mondar-mandir di ruangannya menantikan kedatangan Selva. Namun hingga jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, Selva tidak juga datang. Hal itu membuat Ganindra resah dan merasa frustasi karena tidak bisa berhenti memikirkannya sampai tidak bisa melakukan pekerjaan apapun.


"Kemana kamu Tiana, Apa kamu benar-benar marah padaku?"


Merasa tidak tahan lagi, Ganindra keluar dari ruangannya untuk menemui Selva. Meskipun salah satu staf menghentikannya untuk meminta menandatangani berkas terlebih dahulu, Ganindra mengabaikan itu dan terus bergegas turun meninggalkan perusahaan.


Sementara Ganindra menuju ke kost-an, Selva justru tengah menemui anaknya. Galvin meminta Selva menemuinya untuk membantu dirinya menjelaskan pada Maria jika sekarang mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Untuk memuluskan rencananya, Selva pun menyetujui permintaan Galvin untuk sementara waktu agar mendapatkan kepercayaan Galvin kembali.


"Galvin benar, Kami sudah tidak ada hubungan apapun lagi setelah kami berpisah di kelas delapan. Sejak itu Aku bukan hanya menjauh dari Galvin tapi dari semua orang yang ku kenal dan tinggal bersama orang-orang baru di ruangan sempit yang jauh dari jangkauan masyarakat." jelas Selva sembari menatap tajam Galvin.


Galvin mengerti yang di maksud Selva adalah penjara. Sebenarnya dia juga merasa ragu untuk meminta bantuan Selva mengingat kesalahan dulu kepada Selva, Tapi dia tidak memiliki cara lain karena sejak kemarin Maria tidak mau mengerti dan menafikannya.


"Lalu apa saja yang sudah kalian lakukan selama berpacaran?"


Pertanyaan Maria sontak membuat Galvin dan selalu terkejut dan saling menatap satu sama lain.


"Kalian pacaran kan cukup lama, Dari kelas tujuh sampai kelas delapan, Kemarin kamu juga bilang jika Galvin sering bolos dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada mu, Memang apa yang sudah kalian lakukan?"

__ADS_1


"Maria cukup! Kita tidak perlu membahas masa lalu jika hanya membuat kita bertengkar, Yang terpenting kan kamu sudah tau jika sekarang kita tidak memiliki hubungan apapun lagi."


"Loh kenapa kamu marah Yank, Kan Aku cuma nanya, Tinggal di jawab apa susahnya."


"Maria Aku bilang cukup!" dengan kesal Galvin meninggalkan Maria dan Selva yang masih duduk bersama. Akan tetapi Maria yang masih merasa penasaran kembali mempertanyakan hal yang sama kepada Selva.


"Galvin bilang cukup, Jadi jangan lagi mengulik sesuatu yang akan membuat dirimu sakit!" tegas Selva yang kemudian meninggalkan Maria.


Sementara Maria yang tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang ia ajukan menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian meninggalkan kafe.


Selva mengambil kesempatan ini untuk kembali masuk kedalam hati Galvin demi rencana yang sudah ia susun dengan matang.


"Apa dia sering menanyakan ini?"


Pertanyaan Selva mengagetkan Galvin yang langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain tanpa menjawab pertanyaan Selva.


"Kita terlalu kecil ketika berpacaran sehingga kita hanya mengikuti naluri yang saat itu kita rasakan. Tapi apa yang sudah terjadi tidak bisa kita rubah, Yang kita bisa lakukan hanya memperbaiki diri agar tidak kembali melakukan kesalahan sama seperti yang dulu kita lakukan."

__ADS_1


Mendengar itu Galvin menoleh menatap Selva. ia merasa lega karena mengira Selva benar-benar telah memaafkan peristiwa lalu yang membuat Selva berbadan dua hingga di penjara.


"Cara pemikiran mu benar-benar dewasa Selva, Terimakasih telah memaafkan ku dan mau berteman dengan ku."


"Hanya berteman? Bahkan kamu belum memutuskan ku Galvin..."


Seketika itu juga Galvin kembali terdiam dan membuatnya kembali canggung. Namun itu hanya beberapa saat karena setelah selesai mengatakan itu, Selva mengakhirinya dengan tertawa.


"Bercanda, Serius banget kamu."


Galvin memaksakan senyumnya dan menggaruk-garuk kepalanya.


Selva terus membuat suasana menjadi santai, Mencoba membuat Galvin senyaman mungkin dengan nya. Ia ingin membuat Galvin masuk kedalam perangkapnya seperti yang ia rencanakan dari awal.


Meskipun rencananya sedikit meleset karena Ganindra jatuh cinta padanya. Namun itu menjadikan keuntungan tersendiri untuk Selva sebelum ia melanjutkan rencana berikutnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2