Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Cemburu


__ADS_3

Melihat Selva yang susah payah menelan salivanya seperti melihat sesuatu yang membuatnya tegang, Hilda yang tengah menunggu jawaban dari Selva mengalihkan pandangannya kearah dimana pandangan Selva tertuju. Hingga kedua netra itu melihat kearah Narendra dan anak-anaknya. Hal itupun membuat Hilda cukup terkejut dan membuatnya sedikit gugup karena sebelumnya ia tidak memikirkan bagaimana jika pembicaraannya dengan Selva di dengar oleh salah satu dari keluarga Narendra. Terlebih saat Narendra dan kedua anaknya melangkah ke arahnya, Membuat Hilda berpikir keras jawaban apa yang harus ia berikan ketika mereka memberikan pertanyaan.


"Apa yang kalian bicarakan?"


Pertanyaan itu membuat Hilda dan juga Selva kaget sekaligus lega karena sepertinya Narendra tidak mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.


"E-Mas... Sebenernya kami..." Hilda menjeda ucapannya, Menatap Selva, Berharap Selva mendukung jawaban palsu darinya.


"Sebenernya kami sedang membicarakan tentang Selvi, E-begini Mas, Saya bilang pada Selva supaya Selvi di masukan ke sekolah biar dia belajar bersosialisasi. E-iya kan Selva?"


Melihat tatapan mata Hilda yang penuh penekanan, Selva pun mengiyakan perkataan Hilda.


"Benarkah itu Selva? Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu?" tanya Marvin yang seakan menaruh curiga pada penjelasan Hilda.


"E-tidak Marvin." jawab Selva singkat.


"Tapi itu tidak perlu, Selvi masih terlalu kecil untuk sekolah." saut Narendra dengan tegas.


"E-tidak papa Mas, Aku cuma memberikan pendapat ku, Jika Mas Narendra tidak setuju maka aku akan menurutinya." ujar Hilda dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"E-kalau begitu, Aku pamit pulang. Sampai jumpa." Hilda memasang senyum kepada Narendra dan anak-anaknya, Kemudian menatap tajam Selva seakan mengisyaratkan bahwa Selva harus memberikan keputusannya untuk membebaskan Galvin.


Tatapan keduanya pun di lihat oleh Marvin yang semakin merasa curiga jika ada yang di sembunyikan dari Hilda dan Selva. Oleh karena itu setelah Hilda pergi, Marvin langsung menarik tangan Selva dan menggandengnya ke kamar.


"Sekarang katakan yang sebenarnya." tegas Marvin sembari melepaskan tangan Selva.


"Yang sebenarnya apa Marvin, Apa yang kamu maksud?"


"Sudahlah Selva, Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu, Dan aku tahu Tante Hilda bukan membicarakan masalah Selvi kan? Katakan apa yang Tante Hilda inginkan?"


Merasa tidak bisa lagi berbohong dan menyembunyikan kebenaran, Selva pun langsung memeluk Marvin. Dengan perasaan sedih Selva membenamkan sebelah pipinya di dada Marvin yang memang tinggi badannya sebatas itu.


"Maafkan aku Marvin..." lirih Selva yang kemudian di sambut dengan usapan lembut tangan Marvin di kepala Selva.


Mendengar itu Marvin mengurai pelukannya, Ia memegang kedua bahu Selva dan sedikit menundukkan kepalanya untuk menatap Selva lebih dalam lagi.


"Katakan dengan jelas Selva, Apa yang Tante Hilda inginkan darimu?"


"Galvin." saut Selva singkat.

__ADS_1


"Galvin?" tanya Marvin mengulangi jawaban Selva. Dalam benaknya ia cukup di buat terkejut sekaligus bertanya-tanya mendengar nama pria yang pernah singgah di hati calon istrinya.


"Ya. Tante Hilda meminta ku untuk membebaskan Galvin."


Seketika kedua tangan Marvin melepaskan kedua bahu Selva.


Di sudut hatinya merasakan sedikit nyeri membayangkan jika Galvin benar-benar di bebaskan dari penjara dan kembali kedalam kehidupan Selva dan juga putrinya.


"Marviiin..." Selva mencoba menyentuh bahu Marvin yang kini berdiri membelakangi nya. Namun belum sempat Selva menyentuhnya. Marvin berbalik badan menatap Selva.


"Dan kamu menyetujuinya?" tanya Marvin dengan tatapan tajamnya.


"Aku belum memutuskannya."


"Apa maksud belum memutuskan?"


"M-marvin... Ketika aku bingung mengambil keputusan apa yang harus ku berikan, Kamu, Kak Maria dan Tuan Narendra datang, Jadi aku belum memberikan jawaban ku."


"Belum? Itu artinya kamu akan memberikan jawaban. Lalu jawaban apa yang akan kamu berikan pada Tante Hilda, Apa kamu akan membebaskan mantan mu itu?"

__ADS_1


Selva terdiam menatap Marvin yang memberikan pertanyaan dengan tatapan tajam serta rahangnya yang mengeras. Membuat Selva yang merasa takut perlahan mundur mengikuti langkah Marvin yang terus maju mendekatinya.


Bersambung...


__ADS_2