
"Tolooooong..." Selva terus berteriak meminta tolong sebelum akhirnya Galvin mencekik leher Selva sepeti yang di lakukan Ganindra kepadanya. Namun tiba-tiba Galvin berhenti ketika melihat belahan dada Selva yang sedikit terbuka. Galvin berubah pikiran dari yang ingin menyiksa seperti yang di lakukan Ganindra menjadi cara yang nikmat namun menyakitkan untuk Selva.
Galvin langsung mendaratkan wajahnya di belahan indah itu mengendus aromanya seperti bayi kucing mencari kehangatan induknya. Meskipun pergerakannya terbatas karena sempitnya ruang di dalam mobil. Namun cengkraman demi cengkraman yang di lakukan Galvin cukup membuat Selva tak dapat berbuat banyak untuk memberontak. Hingga pada akhirnya Galvin menghentikan aksinya ketika kaca mobilnya tiba-tiba di pecahkan dari luar.
"PRAAANKKKK...." pecahan kaca itu bertaburan kedalam, Mengenai punggung Galvin yang saat itu berada diatas Selva. Galvin yang terkejut bergegas turun dan kembali duduk di kursi kemudi untuk melihat siapa yang memecahkan kaca mobilnya. Namun belum sempat ia melihat pelakunya, Orang itu membuka pintu mobilnya dan langsung menyeretnya keluar.
"Nekat sekali kamu berbuat kriminal di sini, Apa kau cari mati?!" tanya pria itu yang langsung menonjok wajah Galvin.
"BHUGGG..." satu tonjokkan cukup membuat Galvin terjungkal, Memegangi hidungnya yang mengeluarkan cukup banyak darah.
"Dasar anak kecil! Ayo bangun, Jangan beraninya sama cewek doang," ucap pria itu sembari menarik kerah baju Galvin untuk membuatnya kembali berdiri. Namun belum sempat Galvin kembali berdiri dengan benar, Pria itu melihat Selva yang tengah berusaha turun dari mobil Galvin.
Pria itu pun langsung melepaskan cengkeramannya dengan mendorongnya sehingga Galvin kembali terjatuh ke tanah.
Pria itu berlari melingkarkan tangannya di pinggang Selva untuk menjaganya agar tidak sampai terjatuh.
"Kamu tidak papa?"
__ADS_1
"Marvin..." lirih Selva menahan rasa sakitnya.
Ya, Pria itu adalah Marvin yang sengaja mengikuti Selva ketika Selva di panggil oleh ibu kost. Marvin begitu merasa khawatir siapa yang akan Selva temui setelah sebelumnya Selva begitu sedih ketika menceritakan masa lalunya.
Marvin memapah Selva dan berhenti tepat di depan Galvin yang masih terbaring di tanah.
"Apa yang perlu ku lakukan kepadanya?" tanya Marvin menatap Galvin yang kini duduk mengusap hidungnya yang masih meneteskan darah segarnya.
Selva terenyuh melihat Marvin yang seakan menjadi malaikat pelindungnya.
"Katakan, Apa perlu Aku menghajarnya lagi, Atau Aku harus membawanya ke kantor polisi?"
"Gadis lima lapan?" Marvin yang tidak mendapatkan jawaban dari Selva menoleh kepadanya sehingga kontak mata keduanya tak dapat di hindarkan. Menyadari hal itu Selva langsung mengalihkan pandangannya dan merasa ada sedikit kecanggungan di dalam hatinya.
"E-bawa dia ke kantor polisi, Biar dia mendekam di penjara bersama Ayahnya,"
Akhirnya jawaban itu terucap dari bibir Selva. Membuat Marvin menduga-duga apakah pria yang pernah Selva bawa ke kost-an adalah Ayahnya. Pria yang sama berada dalam satu bantalan target panahan bersama foto Galvin yang ia lihat di kamar Selva.
__ADS_1
Berbagai macam pertanyaan terbersit dalam benaknya. Namun Marvin mengenyampingkan itu semua dan menuruti permintaan Selva yang memintanya untuk membawa Galvin ke kantor polisi.
"Cepat bangun," ucap Marvin menarik Galvin agar berdiri.
Menyadari dirinya bisa saja di penjara seperti Ayahnya, Galvin langsung berlutut di kaki Selva.
"Selva... Jangan lakukan ini kepada ku Selva, Jika Aku di penjara, Siapa yang menjaga Mama?"
"Seharusnya kamu memikirkan ini sebelum melakukan kejahatan Galvin!"
"Aku salah Selva, Seharusnya Aku tidak mendengar hasutan Papa, Seharusnya Aku biarkan Papa menanggung hukumannya seperti dia telah memenjarakan mu." rengeknya mengiba belas kasihan. Namun seolah tidak lagi memiliki belas kasihan, Selva kembali mengungkapkan kekecewaannya.
"Lalu bagaimana dengan mu Galvin, Kamu juga melakukan kejahatan fatal kepadaku, Bahkan bukan kejahatan di masa lalu yang kamu lakukan kepadaku, Tapi hari ini...!!!" Selva menjeda ucapannya.
"Hari ini kamu juga hampir membunuh ku, Hampir memperkosa ku seperti yang Ayah mu juga lakukan kepada ku! Kamu tidak ada bedanya Galvin! Jadi membusuk lah di penjara bersama Ganindra Ayah mu!!!" teriak Selva.
Melihat hal tersebut, Marvin langsung menyeret paksa Galvin. Dan meminta penjaga keamanan yang sejak tadi melihatnya dari kejauhan untuk membantunya membawa Galvin ke kantor polisi.
__ADS_1
Bersambung...