Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Mencoba Menjelaskan


__ADS_3

Setelah puas mengatakan apa yang ingin ia katakan, Ratna membiarkan Narendra dan Maria masuk menemui Marvin. Sementara itu Ratna terus mengawasi mereka dari jendela kaca. Selain ingin melihat kondisi Marvin, Ratna juga ingin tahu mengapa Selva begitu kejam menghajar mantan suaminya hingga membuat Roni dinyatakan dalam kondisi kritis.


"Marvin..."


Ratna tersentak ketika mendengar Narendra menyebut nama Marvin. Ratna melihat dengan seksama jika Marvin mulai menggerakkan tangannya dan membuka matanya.


Marvin melihat ke langit-langit rumah sakit dan sekelilingnya seolah tengah memahami dimana keberadaannya kini. Kemudian ia mengingat terakhir kali menyelamatkan Selva dan terjatuh tak sadarkan diri.


"Papa... Kak Maria... Kenapa Aku di sini, Dimana Selva?" tanya Marvin khawatir.


"Setelah apa yang dia lakukan kepada mu kamu masih menanyakannya?" tanya Narendra.


"Apa, Memang apa yang dia lakukan, Selva dalam bahaya Pa..."


"Bukan Selva, Tapi Mas Roni!" dengan kemarahan Ratna menerobos masuk memotong apa yang Marvin katakan.


Marvin menatap Ratna bingung, Tak tahu apa maksud perkataan Ratna.


"A-a-apa maksud Mbak Ratna? Dimana Selva?"

__ADS_1


"Dia telah kembali ke tempat asalnya. Tempat dimana seharusnya ia tinggal, Karena wanita sepertinya tidak sepantas menghirup udara bebas!"


"Apa maksud Mbak Ratna?!" Marvin yang mengetahui apa maksud yang Ratna katakan, Seakan tak percaya dengan perubahan sikap Ratna yang begitu drastis.


"Yah, Karena perbuatan Selva sekarang Mas Roni terbaring kritis, Jadi sudah sepantasnya dia kembali masuk ke penjara!"


Narendra dan Maria yang mendengar apa yang Ratna katakan saling melihat satu sama lain. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, Tapi yang jelas kembalinya Selva ke penjara membuat hati keduanya terusik.


"Apa yang Mbak Ratna katakan itu bukan salah Selva. Kejadian sebenarnya adalah..."


"Keluarga pasien Bapak Roni?"


"Ya Sust, Apa yang terjadi dengan suami saya?" tanya Ratna yang langsung mendekati perawat dengan perasaan cemas di hatinya.


"Mohon maaf sebelumnya, Tapi saya terpaksa harus mengatakan ini, Waktu Pak Roni tidak banyak lagi, Jadi kami harap ibu bisa terus mendampinginya di detik-detik terakhirnya."


Mendengar itu bukan hanya Ratna yang begitu Shock, Tapi Marvin juga demikian. Bagaimana tidak, Dia yang menghajarnya habis-habisan tapi sekarang Selva lah yang menjadi tertuduh.


"Mas Roniii..." Ratna langsung berlari meninggalkan ruangan Marvin dan menuju ruangan dimana Roni di rawat. Sementara Selvi yang di titipkan di tempat bermain anak, Tengah menangis dalam gendongan salah satu perawat.

__ADS_1


Setelah termenung beberapa saat, Marvin menyibakkan selimut yang menutupi kakiknya. Ia mencoba turun dari ranjang dan melepaskan jarum infus yang ada di tangannya. Namun sebelum itu terjadi, Maria langsung menghentikan apa yang Marvin lakukan.


"Apa yang kamu lakukan Marvin?!"


"Kak Maria, Aku harus melakukan sesuatu. Selva sama sekali tidak bersalah dalam hal ini, Aku harus pergi membebaskannya."


"Tidak bersalah bagaimana Marvin, Papa sudah dengar dengan jelas jika Selva telah membuat suami dari wanita itu kritis!"


"Papa sudah dengar apa yang Mbak Ratna katakan tapi belum dengar apa yang Aku katakan. Sekarang dengar baik-baik apa yang ingin ku katakan!" Marvin menjeda ucapannya sembari memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Marvin kamu baik-baik saja?" tanya Maria memegangi kedua bahu adik lelakinya itu.


"Aoww.... Sakittt banget." ringisnya.


"Apa yang ku katakan, Jangan bergerak dan istirahat lah, Kamu masih belum sembuh Marvin." Maria membantu Marvin kembali berbaring di ranjangnya. Karena melihat jarum infus yang sudah terlepas karena ulah Marvin, Maria pun bergegas memanggil perawat.


Sementara pada saat Maria keluar, Tak henti-hentinya Marvin menyebut nama Selva hingga akhirnya ia kembali memejamkan mata ketika perawat datang dan menyuntikkan obat ke selang infus yang sudah kembali menancap di tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2