
BHRAAKK...!!! kursi itu pun mengenai kepala Marvin yang mendorong Selva ketika Selva ingin menjadikan dirinya tameng untuk m
Melihat Marvin tumbang dengan darah mengalir dari kepalanya, Selva bangkit dan mengambil kursi yang telah patah menjadi beberapa bagian kemudian memukulkannya pada pria itu tanpa ampun.
"Berrraninya kau memukulnya, Arghh... Arghhh... Rasakan ini!!!"
Selva terus memukul pria itu secara membabi-buta hingga pria
yang memang hanya memiliki sisa tenaganya setelah di hajar Marvin tumbang dengan mudahnya.
"Selva!"
Selva menghentikan aksinya ketika mendengar suara Ratna. Kemudian menoleh ke arah pintu dan melihat Ratna sudah berdiri di depan pintu. Sementara Ratna nampak shock ketika melihat dua pria terkapar tak berdaya di rumahnya.
"Mbak Ratna..." lirih Selva yang langsung membuang patahan kursi yang masih ada di tangannya. Kemudian Selva mengalihkan pandangannya kepada Ratna yang terus menatapnya tajam.
"Apa yang kamu lakukan pada Mas Roni Selva?!!!" teriak Ratna yang kemudian melangkah berdiri tepat di depan Selva.
"Mbak Ratna..." Selva menghentikan ucapannya melihat putri kecilnya yang berdiri di belakang Ratna.
"Apa kamu ingin membunuhnya?" tanya Ratna dengan tetesan air mata dan duduk mengangkat kepala Roni ke pangkuannya.
"Mas Roni... Bangun Mas... Katanya Mas mau kembali melamarku... Hiks... Hiks... Hiks..."
__ADS_1
"Mbak Ratna Aku..." lagi-lagi Selva menghentikan ucapannya ketika menyadari kondisi Marvin yang juga tidak sadarkan diri. Selva langsung berlari melakukan hal sama seperti yang Ratna lakukan.
"Marvin... Bangun Marviiin... Bangun...!!!"
Melihat kondisi Roni yang begitu parah Ratna menatap Selva penuh kebencian. Kemudian ia mengambil ponsel dari sakunya dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
"Hallo kantor polisi..."
Jenderrrr...!!! bak tersambar petir, Selva tercengang melihat Ratna. Dalam hatinya masih tak percaya benarkah Ratna yang begitu baik dan merawat anaknya selama ini tega melaporkannya ke polisi?
Saat hatinya bertanya-tanya tentang kebenaran yang ia dengar, Selva hanya bisa terdiam pasrah ketika Ratna kembali melanjutkan ucapannya.
"Saya ingin melapor jika di rumah saya telah terjadi penganiayaan berat hingga korban tak sadarkan diri, Tolong segera datang Pak, Selamatkan suami saya." tangis Ratna yang menyebutkan mantan suaminya sebagai suami.
Seakan dunianya kembali runtuh seperti beberapa tahun lalu saat dirinya di fitnah hingga masuk penjara, Kini kejadian serupa kembali menimpa dirinya. Ingin sekali Selva menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Ratna namun melihat Ratna yang terus menangisi mantan suaminya seakan percuma karena Ratna tidak akan pernah kepadanya.
"Mbak Ratna, Mbak Ratna salah paham, Lihat kondisi Marvin, Marvin juga tidak sadarkan diri, Mantan suami Mbak yang..."
"Ibuuu..."
Selva menghentikan ucapannya ketika mendengar Selvi putri kecilnya memanggil ibu sambil menangis ketakutan dengan apa yang di lihat. Namun ibu yang di maksud adalah Ratna bukannya Selva yang selama ini di panggilnya Kakak.
Anak kecil berusia sekitar tiga tahun itu menangis memeluk Ratna yang masih meratapi mantan suaminya. Membuat Selva semakin serba salah dan tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
__ADS_1
"Jangan takut sayang, Ayah akan baik-baik saja," ucap Ratna membujuknya.
Mendengar Ratna memanggilkan Roni sebagai Ayah Selvi, Selva semakin tercengang karena tanpa sepengetahuannya Ratna yang dulu menceraikan Roni karena di selingkuhi kini justru terlihat begitu intens dan ada indikasi untuk rujuk seperti yang Ratna ucapkan di awal ia melihat keadaan Roni.
"Selvaaa..." lirih Marvin mengagetkan lamunan Selva.
"Marvin... Marvin kamu baik-baik saja?" tanya Selva yang cukup merasa lega karena Marvin kembali sadar. Namun itu hanya sesaat karena Marvin kembali jatuh pingsan.
"Marvin... Marvin bangun Marvin..."
Ditengah kecemasannya, Selva kembali di kejutkan ketika mendengar sirine polisi. Jantungnya berdegup begitu kencangnya ketika bayang-bayang dinginnya jeruji besi.
Selva bangkit dari duduknya melihat kearah pintu dengan begitu tegangnya dan beberapa menit kemudian benar saja empat orang polisi memasuki rumah lengkap dengan seragam dan senjatanya.
"Tangkap dia Pak, Dia telah melakukan percobaan pembunuhan kepada suamiku dan pria itu."
"Mbak Ratna itu tidak benar Mbak, Dengarkan penjelasan ku dulu Mbak. Pak polisi dengarkan penjelasan ku dulu." Selva mencoba menjelaskan pada Ratna dan polisi. Namun iringan tangis Selvi dan suara petir yang menggelegar membuat semua orang tidak bisa mendengar suara Selva dengan jelas.
"Anda bisa menjelaskannya di kantor polisi!" tegas salah seorang polisi sembari meminta Selva ikut dengan mereka.
"Mbak Ratna tolong jangan lakukan ini..." Selva terus memohon kepada Ratna namun Ratna tak bergeming.
"Cepet ikut kami!"
__ADS_1
"Mbak Ratna... Mbak Ratnaaa... Marvin... Marviiin..." teriak Selva seiring dirinya di bawa ke mobil polisi di tengah derasnya air hujan yang seolah ikut menangis melihat nasib Selva yang kembali di hadapkan dengan peristiwa yang telah ia alami beberapa tahun lalu.
Bersambung...