Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Pembalasan


__ADS_3

Didalam kebingungannya memberi jawaban, Selva di kagetkan oleh kedatangan polisi yang Galvin panggil. Mereka bergegas melupakan perbincangannya dan keluar melihat polisi yang langsung menggerebek rumah itu dengan senjatanya.


Melihat hal tersebut Galvin merasa ragu karena telah melaporkan Ayahnya ke penjara. Ia berpikir ulang bagaimanapun Ganindra dia tetaplah Ayah kandungnya. Namun sebelum Galvin melangkah membatalkan niatnya untuk melaporkan sang Ayah, Selva menghentikan Galvin dengan menahan bahunya.


"Apa kamu merasa ragu menjebloskan Ayahmu yang hampir memperkosa ku?"


"Galvin bukan hanya itu saja yang Ayah mu lakukan, Sebelumnya dia juga telah membuat kita berpisah dan menjebloskan ku ke penjara, Dan yang lebih parah lagi Ayahmu membuat ibumu hampir kehilangan nyawanya Galvin!"


Terus mendapat provokasi dari Selva, Galvin kembali terbakar amarahnya. Ia menatap penuh kebencian ketika melihat sang Ayah yang di giring polisi dari rumah itu.


Melihat putranya masih berada di sana, Ganindra memohon kepada Galvin agar polisi tidak membawanya.


"Galvin... Tolong Papa Galvin... Jangan biarkan polisi membawa Papa, Papa ini Papa kandung kamu, Papa telah melakukan segalanya untuk mu Galvin. Kamu harus ingat itu Galvin" Ganindra memohon ketika polisi berhenti di depan Galvin. Namun sedikitpun Galvin tidak mau menatap wajah Ayahnya dan memberikan polisi membawanya.


"Galviiiin... Galviiiin..." teriak Ganindra yang kini di paksa masuk ke mobil polisi.


"Lepaskan saya! Apa kalian tidak tahu siapa saya?!" bentak Ganindra begitu pintu mobil tertutup rapat.

__ADS_1


"Siapapun Anda, Dimata kami Anda hanyalah seorang kriminal, Jadi diam jika tidak ingin kami menambah hukuman Anda karena telah berani melawan aparat!"


Mendengar itu, Ganindra menahan kemarahan di dalam dadanya. Ia tidak ingin gegabah dan mengikuti emosinya yang nantinya akan merugikan diri sendiri seperti yang saat ini ia alami.


Setelah mobil polisi pergi membawa Ayahnya, Galvin mengantarkan Selva ke kost-an. Karena selama di lokasi Galvin tidak begitu memperhatikan Selva, Galvin baru menyadari jika Selva mendapatkan cukup banyak luka di beberapa bagian tubuhnya sebelum Selva turun dari mobilnya.


"Selva..."


"Ya?"


"Kamu terluka?"


"Tidak papa Galvin, Ini akan sembuh dengan sendirinya."


"Kamu yakin tidak akan ke Dokter terlebih dahulu?"


Selva berpikir sejenak tawaran Galvin. Kemudian ia berpikir untuk menghukum Ganindra harus memiliki cukup bukti untuk menguatkan laporannya. Oleh karena itu Selva setuju untuk pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


"Baiklah, Sekalian Aku juga ingin melakukan visum untuk membuktikan kejahatan Ayah mu."


"Deg..." seketika Galvin terpikir jika itu terjadi maka Ayahnya akan di penjara lebih lama. Namun ia tidak bisa mengatakan kebimbangan di hatinya. Dan hanya mengangguk mengantarkan Selva ke rumah sakit.


Dari kejauhan Marvin yang telah melihat kedatangan Selva merasa heran karena bukannya masuk, Selva justru kembali pergi.


"Entah ada rahasia apa yang gadis lima lapan itu sembunyikan." batin Marvin yang masiherasa penasaran dengan Selva yang dianggap nya misterius.


•••


Setelah mendapatkan penanganan dari Dokter dan mendapatkan hasil visumnya, Selva tersenyum puas dan berniat pulang untuk menyerahkan bukti itu kepada pengacaranya. Namun Galvin menahannya dan meminta Selva untuk terlebih dahulu melihat keadaan ibunya.


"Apa?! Melihat keadaan Mama mu?" tanya Selva yang langsung mengingat saat Hilda mencoba menyerangnya karena berduaan bersama Ganindra.


"Iya, Apa kamu merasa keberatan?" Galvin menjeda ucapannya menunggu reaksi Selva yang tidak juga memberikan jawabannya.


"E... Aku tahu Mama pernah bersalah kepada mu Selva, Tapi bisakah kamu memaafkan Mama dan menganggap apa yang terjadi pada Mama saat ini akibat dari kesalahannya kepada mu?"

__ADS_1


"Ini bukan masalah kesalahan Mama mu di masa lalu saja Galvin, Tapi bagaimana jika Mama mu melihat Aku dan mengatakan Akulah wanita penyebab Ayah mu menyiksanya." Selva berkata dalam hatinya. Ia memang akan mengungkapkan segalanya sendiri kepada Galvin tapi ini bukanlah waktu yang tepat.


Bersambung...


__ADS_2