Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Hampir Ternoda


__ADS_3

Setelah merasa putus asa mencari kemana Selva pergi, Marvin pun termenung dalam mobilnya. Ia berpikir mengapa Selva tiba-tiba menghilang begitu saja padahal ia tidak merasa melakukan kesalahan apapun.


Setelah terdiam beberapa menit akhirnya Marvin teringat akan teman Selva yang merawat anaknya. "Ya, Pasti Selva kesana," ucap Marvin bersemangat.


Marvin langsung menyalakan mesin mobilnya menuju rumah Ratna untuk memastikan keberadaan Selva di sana. Meskipun harus menerjang hujan yang tiba-tiba turun, Marvin tidak peduli, Ia ingin segera menemui wanita pujaannya malam itu juga.


Semakin lama hujan semakin deras sehingga membuat pandangan Marvin terbatas dan tidak bisa menambah kecepatan mobilnya. Perlahan namun pasti akhirnya mobil mewah berwarna hitam itu sampai di rumah Ratna yang mengasuh anak Selva.


Sebelum turun, Marvin melihat dari dalam mobil rumah Ratna yang hanya di sinari lampu pijar itu membuat suasana rumah semi permanen itu semakin terlihat sepi tak penghuni. Namun karena rasa penasaran dan ingin memastikan keberadaan Selva, Marvin pun mengambil payung di bawah jok belakang kemudian turun berlari menuju rumah itu.


Marvin mencoba mengetuk pintu dan memanggil nama Ratna sembari mengintai dari celah jendela yang tertutup gorden. Dan alangkah terkejutnya Marvin saat melihat seorang pria tengah memaksakan kehendaknya diatas tubuh wanita yang ia cintai.


"Selva! Bhraakk!!!" Marvin pun langsung menendang sekuat tenaga pintu yang mamg sudah terlihat rapuh itu sehingga terbelah menjadi beberapa bagian. Kemudian ia bergegas masuk dan menarik kerah belakang pria itu kemudian menghajarnya tanpa memberinya kesempatan untuk melawan.

__ADS_1


"Berraninya kamu menyentuh calon istri ku! BHUGGG... BHUGGG... BHUGGG...!!!"


Sementara Marvin terus menghajarnya. Selva menangis ketakutan di atas kursi panjang yang terbuat dari kayu yang hampir membuatnya kembali ternoda. Hingga pada saat pria itu terkulai lemas bersimbah darah, Baru Marvin berhenti memukulinya.


"Marviiin..." lirih Selva di tengah tangisnya.


"Selva!" Marvin langsung berlari memeluk Selva yang terlihat mengeluarkan sedikit darah di ujung bibirnya serta kening sebelah kanan yang lebam seperti baru kepentok meja.


"Selva, Bagaimana ini bisa terjadi, Siapa dia?"


Selain karena hujan dan rasa takut, Selva yang memang di beri kepercayaan untuk memegang kunci rumah Ratna, Masuk untuk berteduh dan menghindari pria itu yang semakin menatapnya penuh hasrat. Namun sebelum Selva mengunci pintu, Pria itu memaksa masuk dan mengunci pintu kemudian melancarkan aksinya.


Selva terus menangis menceritakan tentang kejadian yang baru ia alami di pelukan Marvin. Meskipun Marvin telah menghajar habis pria itu. Namun Marvin masih merasa kesal.

__ADS_1


"Untung saja kamu datang tepat waktu Marvin, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu tidak datang... Hiks... Hiks... Hiks..."


"Ssstttt... Tidak akan ada apapun yang terjadi selagi Aku bersama mu Selva, Tenanglah. Sekarang katakan kenapa kamu pulang dari rumah ku tanpa berpamitan dan kenapa kamu datang ke sini tanpa menelpon Ratna terlebih dahulu?"


Selva terdiam sejenak mengingat apa yang Marvin katakan pada Ayahnya. Kemudian ia mengalihkan pembicaraan dan hanya menjawab mengapa ia datang ke rumah Ratna.


"Aku sudah menelepon Mbak Ratna. Katanya dia sedang jalan-jalan dan akan segera pulang, Tapi tiba-tiba hujan turun sehingga ia sedikit kesulitan untuk mencari kendaraan umum."


"Baiklah, Sekarang jawab pertanyaan ku, Kenapa kamu pergi dari rumah ku tanpa berpamitan?"


"E-itu... Itu karena..." belum sempat Selva menjawab, Selva terperangah melihat mantan suami Ratna sudah siap menghantam Marvin menggunakan kursi yang ia angkat di atas kepalanya.


"Marviiin..." teriak Selva sehingga membuat Marvin secara spontan menoleh ke belakang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2