Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Maksud Yang Sebenarnya


__ADS_3

Melihat perubahan wajah Selva, Hilda mendekati Selva. Ekspresi wajah nya berubah datar sehingga Selva tak dapat membaca apa yang ada dalam pikiran Hilda sebenarnya.


"Selva..." ucap Hilda dengan suara lembut seraya memegang lengan mantan kekasih anaknya itu.


"Terus terang saja aku sudah lelah dengan ini semua. Yah kamu benar aku memiliki maksud lain dengan terus datang kesini untuk menemui Selvi, Tapi asal kamu tahu, Maksud lain ku tidak lah jahat, Baik kepada Selvi maupun keluarga Narendra." jelas Hilda dengan tatapan wajah serius. Membuat Selva semakin bingung dengan sikap Hilda yang tiba-tiba berubah dengan mudahnya.


"Kamu tidak percaya dengan apa yang ku katakan?" tanya Hilda lagi yang melihat Selva seakan tak percaya dengan apa yang ia katakan.


"Katakan terus terang saja Tante, Tidak perlu berputar-putar. Sebenarnya apa yang Tante inginkan."


"Baiklah akan ku katakan, Tapi berjanjilah kamu akan memenuhi keinginan ku."


"Aku tidak bisa berjanji untuk sesuatu yang belum aku ketahui."

__ADS_1


"Kamu akan segera mengetahuinya."


Selva terdiam sejenak. Hatinya berdebar kencang memikirkan apa yang sebenarnya Hilda inginkan, Apakah dia ingin mengambil Selvi darinya, Atau ingin memintanya menjauhi Marvin agar Hilda bisa menikah dengan Narendra. Tapi pikiran itu segera di tepis oleh Hilda yang menyebutkan satu nama di masa lalu Selva.


"Galvin..." satu kata itu membuat Selva tercengang menatap Hilda. Hatinya semakin bertanya-tanya apakah maksud Hilda menyebut nama pria dari anaknya itu.


"Ya, Tentu kamu belum melupakan Galvin kan?"


Mendengar itu, Selva mengalihkan pandangannya. Ada sedikit perasaan nyeri mendengar nama lelaki yang sudah membuat dirinya sengsara di masa lalunya.


"Bebaskan dia." pinta Hilda dengan penuh penekanan.


Sontak permintaan Hilda membuat Selva kembali menghadap Hilda.

__ADS_1


Ia tidak menyangka ternyata permintaan Hilda bukanlah Selvi maupun Narendra melainkan Galvin yang sudah ia penjarakan beberapa bulan ini.


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu Selva? Apakah permintaan ku terlalu sulit untuk mu? Aku tidak meminta putri mu ataupun Narendra lelaki yang ku cintai. Seperti kamu menginginkan Selvi kembali berkumpul bersama putri mu, Aku juga menginginkan untuk kembali berkumpul dengan putra ku." Hilda menjeda ucapannya sebelum ia kembali melanjutkan apa yang ia inginkan.


"Selva, Kamu juga seorang ibu. Kamu sudah merasakan bagaimana hidup jauh dari anak mu, Bahkan saat Ratna ingin membawa anak mu pergi dari mu, Kamu sudah merasakan bagaimana sakitnya, Apalagi Aku yang telah merawat Galvin hampir dua puluh tahun ini, Aku tidak tahan lagi melihat putra ku menderita lebih lama lagidi dalam penjara." kali ini Hilda tak dapat menahan tangisnya. Bahkan ia duduk bersimpuh di kaki Selva meminta belas kasihnya.


Dan dari sisi lain Marvin, Maria dan juga Narendra keluar melihat apa yang tengah Hilda lakukan. Mereka memperhatikan apa yang sedang Hilda dan Selva lakukan dari jarak yang tak begitu dekat.


"Tanteee... Apa yang Tante lakukan." Selva memegang kedua bahu Hilda mencoba untuk membuat Hilda melepaskan kedua kakinya.


"Jangan seperti ini Tante, Tante lebih tua dari ku, Tidak seharusnya Tante melakukan ini." Selva terus berusaha membuat Hilda bangun namun Hilda tetap tidak mau bangun dari duduknya. Ia terus memohon kepada Selva agar mau mencabut laporannya dan membebaskan Galvin dari segala tuduhan.


Selva merasa bingung apa yang harus ia lakukan. Terlebih saat netranya tak sengaja melihat Marvin dan keluarganya yang berdiri menatapnya seolah menunggu keputusan apa yang akan ia ambil atas permintaan Hilda.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2