Masa Lalu Kelam Gadis - 058

Masa Lalu Kelam Gadis - 058
Ragu


__ADS_3

Wanita itu hanya membolak-balik buku menu seperti tidak tertarik untuk memesan makanan. Kemudian dengan wajah bosan ia berpangku tangan melihat kesana-kemari hingga netra itu tertuju pada Selva yang tengah berdiri tanpa melakukan pekerjaannya.


Sontak Selva yang tengah menatap wanita itu merasa gugup dan langsung pura-pura membersihkan meja yang ada di depannya. Netranya melirik wanita itu yang kini melangkah mendekatinya.


Semakin lama semakin dekat, Membuat Selva yang tidak siap bertegur sapa dengannya bergegas pergi untuk menghindarinya. Namun baru saja Selva berbalik badan, Terdengar suara Marvin datang memanggil.


"Mau kemana Nona?"


Selva langsung berbalik badan, Bebarengan dengan wanita itu yang juga menoleh melihat kedatangan Marvin.


"Apa yang ku pikirkan, Siapa Aku sampai berharap Marvin memanggil ku, Marvin pasti memanggil wanita itu." batin Selva menatap nyeri wanita itu yang langsung menyambut Marvin dengan mencium pipi kanan dan kirinya.


Setelah mendapat ciuman itu, Marvin melempar senyum pada Selva yang terlihat kesal. Kemudian menggandeng tangan wanita itu dan melangkah mendekati Selva.


"Apa kamu sudah lama menunggu ku?" goda Marvin.


"E-selamat datang Tuan muda, Selamat datang Nona," ucap Selva mengalihkan pembicaraan.


"Marvin... Inikah gadis yang kamu ceritakan?" tanya wanita itu.


Selva menatap bingung Marvin dan wanita itu. "Cerita, Apa yang Marvin ceritakan, Sebenarnya siapa dia." batin Selva.

__ADS_1


"Dia adalah kakak ku."


"Hah!" seperti hari kemarin Selva terkejut ketika pertanyaan di hatinya di jawab oleh Marvin. Seperti Marvin benar-benar bisa membaca hatinya.


"Ya, Dia kakak ku, Kenapa kamu kaget seperti itu, Memangnya kamu pikir dia siapa?"


"E-a... T-t-tidak Aku... E-hai Nona?" dengan perasaan bingung dan bahagia, Selva mengulurkan tangannya. Hatinya benar-benar merasa lega karena dugaannya selama ini tentang Marvin seratus persen salah.


"Maria." saut Maria sembari menjabat tangan Selva.


"Oh... Salam kenal Nona Maria, Saya..."


"Gadis lima lapan?" tanya Maria memotong pembicaraan. Kemudian ia tersenyum melihat ekspresi wajah Selva yang masam.


"Oh. Pasti Marvin, E-Tuan Marvin ceritanya yang jelek-jelek ya Non?"


"Mana ada, Jika Marvin cerita tentang kejelekan mu, Maka sekarang Aku tidak akan berdiri di sini."


Selva terenyuh mendengar apa yang Maria katakan.


Menyadari perubahan sikap Selva, Marvin langsung menghentikan perbincangan itu dan merangkul Selva mengajaknya ke ruangan.

__ADS_1


Sementara Maria hanya membiarkan mereka pergi dan memilih ke dapur untuk memeriksa para pekerjanya.


"Kenapa kamu terlihat cemas?" tany Marvin begitu sampai di ruangan.


"Apa maksud mu mengenalkan ku pada Nona Maria?"


"Kamu masih bertanya apa maksud ku?"


"Bukan, Maksud ku kamu pasti hanya menceritakan tentang kebaikan ku saja kan, Tidak tentang masa lalu kelam ku?"


"Untuk apa menceritakan tentang masa lalu, Bukankah yang terpenting kamu sudah menyadari kesalahan mu dan tidak akan mengulanginya? Lagipula dosa zina yang diampuni adalah ketika sang pezina bisa menutupi dari pandangan masyarakat. Cukuplah kamu dan Tuhan mu yang tahu. Bahkan jika kamu tidak mengatakannya kepada ku pun Aku tidak masalah. Tapi karena kamu sudah menceritakan semuanya kepada ku maka Aku akan menutup rapat masa lalu mu dari siapapun."


"Tapi bagaimana jika kakak dan Ayah mu tau dari orang lain? Aku juga punya anak yang tidak mungkin bisa ku sembunyikan."


Marvin terdiam. Berpikir sejenak mengenai anak Selva yang kini di rawat oleh Ratna temannya.


"Aku pernah berniat jika kelak Aku menikah, Aku akan merawat sendiri Anak ku. Aku juga pernah mengutarakan itu pada Mbak Ratna. Dan Mbak Ratna merasa tidak keberatan."


"Jadi itu artinya jika Aku ingin menikahi mu harus satu paket dengan anak mu?"


"Yah, Apa kamu menyesal karena telah mengatakan cinta dan mengenalkan ku pada kakak mu?"

__ADS_1


Marvin terdiam tak menjawab apa yang Selva katakan. Ia seperti tengah berpikir ulang dengan syarat yang Selva ajukan.


Bersambung...


__ADS_2