
Krrrkkk...!!! Suara sesuatu terdengar dari luar. Selva yang belum bisa tidur beranjak turun dari ranjangnya. Ia melangkah menuju pintu dan membukanya perlahan. Namun Selva tidak melihat tanda-tanda seseorang di sekitar kamarnya.
Selva pun menarik nafas dalam-dalam dan berniat kembali masuk ke kamarnya. Akan tetapi langkahnya kbali terhenti ketika mendengar aktivitas malam yang entah datangnya dari mana.
"Siallll." umpat Selva yang kemudian menarik pintu untuk menutup kembali kamarnya. Namun lagi-lagi Selva kesulitan menutup pintu itu seperti ada seseorang yang menahan pintunya dari luar. Karena merasa penasaran, Selva keluar dan melihat apa yang membuat pintunya sulit di tutup. Dan alangkah terkejutnya Selva ketika melihat Marvin lah yang berdiri di balik pintunya.
"Hai..." sapa Marvin, Yang dengan santainya menyandarkan tubuhnya di dinding dengan sebelah kakinya. Sementara kaki lainnya dilipat menapak dinding.
"Marvin... Apa yang sedang kamu lakukan di tengah malam seperti ini?"
"Apanya yang salah, Kamar ku kan ada di sini."
"E-Apa itu artinya kamu masih tinggal di sini, Tidak tinggal di rumah orang tua mu?"
"Aku bisa tinggal di manapun yang Aku inginkan. Apa kamu merasa takut Aku pergi dari kost-an ini?" goda Marvin.
"E-tidak, Aku hanya tanya saja, Sudahlah ini sudah malam kembali ke kamar mu."
Marvin menahan tangan Selva dengan menarik tangannya. Kemudian melangkah masuk ke kamar Selva tanpa bertanya maupun meminta izin darinya.
"M-marvin, Aku bilang kembali ke kamar mu bukan kamar ku."
__ADS_1
Marvin hanya di saja dan melepaskan tangan Selva. Kemudian duduk di kursi menatap Selva yang masih berdiri bingung menatap nya.
"Marvin... Ahh!" Marvin langsung menarik Selva ke pangkuannya.
"Kenapa kamu cerewet sekali?" tanya Marvin menatap dalam Selva.
"Marvin, Berhentilah bersikap semaumu!" Selva mencoba memberontak karena tidak ingin hanyut dalam perasaanya.
"Di Cafe kamu memang atasan ku, Tapi di sini kita tidak memiliki hubungan apapun."
"Maka dari itu mari kita membina sebuah hubungan." lagi-lagi perkataan Marvin membuat Selva terhenyak.
"Aku serius."
"Hah! Apa sekarang Marvin bisa membaca hatiku?" batin Selva yang langsung menjauh membelakangi Marvin.
Marvin menarik nafas dalam-dalam dan mendekati Selva. Kemudian melingkarkan kedua tangannya di pinggang Selva. "Besok jangan sampai terlambat, Aku akan mengenalkan mu dengan seseorang." bisik Marvin yang kemudian pergi meninggalkan kamar Selva.
Sementara Selva yang masih membeku atas perlakuan Marvin kepadanya, Hanya bisa menatap kepergian Marvin tanpa bertanya maupun menjawab apa yang Marvin katakan.
"Hhhhuuufff.... Kenapa Aku selalu saja tak berkutik saat dia menyentuh ku." Selva menarik nafas dalam-dalam dan merutuki dirinya sendiri yang seolah terhipnotis setiap kali berdekatan dengan Marvin.
__ADS_1
•••
Keesokan harinya Selva bangun lebih awal agar terhindar dari kemacetan dan bisa datang ke Cafe tepat waktu. Bukan karena pekerjaan yang membuatnya ingin datang lebih awal dari biasanya, Tapi karena rasa penasaran siapa orang yang ingin Marvin perkenalkan kepadanya.
Sesampainya di Cafe belum ada siapapun yang datang. Bahkan penjaga keamanan pun baru datang setelah Selva menunggu sekitar lima belas menit. Bukan karena yang lain datang terlambat, Tapi karena Selva yang datangnya kepagian.
"Tumben Neng pagi banget?" tanya penjaga keamanan sembari membukakan pintu Cafe.
"Iya Pak biar gak terjebak macet kayak kemarin."
Perbincangan basa-basi keduanya pun berakhir ketika keduanya memulai pekerjaannya masing-masing.
Selang beberapa menit satu persatu pekerja lain pun berdatangan. Namun Selva belum juga melihat batang hidung Marvin yang menyuruhnya datang lebih awal.
Rasa penasaran bercampur kesal menunggu Marvin yang tak kunjung datang teralihkan ketika netranya melihat seorang wanita yang tidak asing di matanya.
"Itu kan cewek yang datang ke kamar Marvin, Mau ngapain dia kesini? Apa mereka janjian, Apa wanita ini yang ingin Marvin kenalkan kepada ku?" batin Selva yang terus menatapnya dari kejauhan.
Sementara wanita itu di sambut ramah oleh pekerja lain yang menyuruhnya duduk dan memberikan menu makanan kepadanya.
Bersambung...
__ADS_1