Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 12.


__ADS_3

Amel tidak masuk ke dalam ruangan rawat andika, dirinya hanya melihat dari celah pintu yg tidak tertutup rapat.


"Dika…mama mohon menikah lah dengan amel, dia itu wanita yang berhati Mulia "ucap Ningsih kepada putranya seraya memohon.


"ma, dika tidak bisa, mama kan tau kalau dika sudah punya kekasih"andika merasa tidak senang karena harus di jodokan oleh wanita yang tidak di kenalnya itu


"lagian ma sekarang bukan jaman siti nurbaya, gak jamannya penjodohan" wajah Ningsih terlihat murung


"mama hanya kasihan Padanya, dirinya harus kehilangan calon suami nya karena musibah kecelakaan itu, namun dirinya tidak dendam kepada mu justru dirinya mendonorkan mata, hati serta jantung milik kekasihnya kepada mu" Ningsih menjelaskan dengan raut wajah yang murung.


"mama tidak harus menjodohkan aku dengan wanita itu, cukup berikan dia uang yang banyak, pasti dia mau"andika menjawab dengan gamblang tanpa beban


"tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan uang dika, dan amel bukan tipe cewek matre hanya mementingkan uang "Ningsih merasa kecewa melihat sikap andika yang cuek dan acuh.

__ADS_1


"tapi mama tau kan kalau aku sangat mencintai rosa "andika masih saja menolak permintaan mamanya.


"tapi mama tidak setuju kalau kamu dekat dengan model itu "ucap Ningsih dengan tegas


Tanpa andika dan Ningsih sadari ada seorang wanita cantik yang mendengar obrolan mereka. Ada rasa kecewa yang dirinya rasakan, dan ada rasa penyesalan karena telah memberikan organ tubuh kekasihnya kepada orang yang salah.


Amel meninggalkan rumah sakit xx dengan hati kecewa, ucapan andika masih saja terngiang ngiang di telinganya, amel berpikir kalau andika itu pria yang baik dan menarik ternyata sangat menyebalkan.


"mas maaf kan amel yah, amel salah telah memberikan organ tubuh mu kepada orang yang salah, amel pikir dirinya bisa menjadi teman ternyata dia orang yang sombong dan egois "dengan membawa bunga mawar putih amel meletakkan di pusaran makam roby dan orang tuanya dan amel tidak lupa untuk selalu mendoakan roby dan keluarganya agar tenang di alam sana.


***


"mel…kamu dari mana "suara susi membuyarkan lamunan amel

__ADS_1


"dari makan mas roby sekalian jalan jalan di taman, "wajah nya terlihat lesuh.


"kamu terlihat pucat, apakah kamu sudah makan siang "amel menggelengkan kepala nya dirinya duduk di sofa menyandarkan tubuhnya serta memejamkan mata nya


"apa kamu gila, sekarang sudah jam lima sore kamu satu harian tidak makan apa kamu mau sakit"susi mengomel seperti mengomelin anak kecil yang terdapat berbuat salah


Amel tersenyum merasa bahagia karena masih ada yang peduli kepadanya. Diraihnya tubuh susi dan di peluk nya erat.


"Maaf nyonya aku teledor "ucap amel dengan suara pura-pura takut.


Melihat hal itu susi bahagia, susi kira dengan pergi nya roby akan membuat amel terpuruk ternyata sahabatnya itu sangat kuat dan tegar,


"aku tidak mau melihat mu terpuruk, aku itu sangat sayang sama kamu walaupun kita hanya bersahabat namun kamu itu sudah aku anggap sebagai saudara ku "susi membalas pelukan amel dengan erat.

__ADS_1


"aku tau, maafkan aku yang membuat mu kuatir "suasana terasa haru seketika


__ADS_2