Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 22


__ADS_3

Pagi ini amel terlihat sibuk dengan mengantar setiap pesanan pengunjung, suasana kafe pagi ini sudah ramai dikunjungi setiap hari ada saja yang miting di kafe itu ,yang membuat rame kafe itu adalah para pelayan nya yang ramah di tambah lagi ada hiburan setiap hari mengundang artis terkenal.


"jo…"Ningsih memasuki ruangan menejer di kafe itu


"pagi …nyonya "johan langsung berdiri memberi hormat kepada orang tua atasannya itu


"saya mau kamu panggilkan amel kemari "


"baik nyonya "johan bergegas keluar hendak memanggil amel


Johan berjalan beriringan bersama amel menuju ruang menejer.


"nyonya …".


"mel…kita jadi jalan hari ini kan"ningsih memotong ucapan johan


"tapi saya lagi kerja nyonya"ucap amel dengan sopan


Wajah Ningsih terlihat murung, karena penolakan dari amel


"nyo…"

__ADS_1


"mama …amel "amel menundukkan kepalanya karena merasa tidak nyaman dengan atasannya


"semalam kamu sudah buat janji sama mama terus ini apa namanya "


"bu…amel tidak lupa dengan janji amel kemarin, Cuma amel harus kerja dulu "amel menerangkan dengan hati hati agar Ningsih tidak salah paham


"mel…kamu tau kan ini kafe milik siapa,jadi kamu tidak perluh merasa tidak nyaman "


"sebaiknya kamu siap siap dulu biar kita jalan sekarang "ujar Ningsih tanpa mau ada penolakan


"pak…saya minta ijin…"


"gak perlu minta izin, udah buruan bersiap-siap "Ningsih memotong ucapan amel


Dengan wajah ceria Ningsih menggandeng tangan amel keluar dari kafe milik andika dengan wajah menunduk karena merasa tidak nyaman dengan teman sepekerjaan nya


"kita hari ini ke mall dulu, kita soping dulu ya"ucap ning dengan antusias


"terserah ibu aja yang penting ibu bahagia hari ini "jawab amel dengan pasrah


Di saat amel dan Ningsih asik dengan soping, andika merasa galau karena tidak melihat amel ada di kafe milik nya itu

__ADS_1


"beb…ada apa dengan mu, kelihatannya kamu murung "Rosa menatap wajah andika dengan seksama


"bukan apa-apa sayang, "andika menggenggam tangan Rosa dengan lembut


"gimana makanan nya enak"andika mengalihkan pembicaraan mereka supaya Rosa tidak curiga kepada nya


"ini sangat enak, apakah ini salah satu menu terenak di kafe milik mu sayang "


Andika hanya tersenyum, awalnya Rosa mau ajak andika untuk makan siang di restoran termahal, namun andika malah bawa Rosa ke kafe milik nya, sebenarnya Rosa kecewa, namun dengan susah payah andika merayu Rosa akhirnya Rosa luluh juga.


Andika sengaja tidak berada di ruangan VIP, karena dirinya ingin melihat amel namun yang di tunggu tidak kelihatan batang hidung nya


Dengan hati kecewa andika meninggalkan kafe tersebut karena tidak bisa melihat amel,


"ah…dika "Rosa menjerit, membuat andika tersadar dari lamunanya


"kamu kenapa sih, kelihatan tidak fokus "Rosa membentak andika, kamu sengaja mau membunuh kita


"sayang maaf kan aku, kerja ku menumpuk jadi aku gak bisa fokus "terpaksa andika berbohong agar Rosa tidak semakin marah pada nya.


"aku heran deh, akhir akhir ini kamu sibuk melulu, tidak punya waktu buat aku yang ada di pikiran kamu hanya kerja kerja dan kerja "

__ADS_1


"sebaiknya aku turun di sini aja"rosa keluar dari mobil milik andika dan menyetop taxi,dan meninggalkan andika begitu saja


__ADS_2