Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 9


__ADS_3

Ningsih merasa bangga melihat kebaikan dan ketulusan hati amel, dirinya tidak menyangka kalau masih ada manusia berhati malaikat di dunia ini.


"kami tidak akan memaksa kamu meminta apapun pada kami, tapi kami mohan panggil kami mama dan papa anggap lah kami ini orangtua kamu "tatapan mata Ningsih memohon agar amel tidak menolak permintaan nya itu


Amel merasa bahagia mendengar ucapan Ningsih, di atapnya mata wanita paru baya itu terlihat tulus.


Amel memeluk Ningsih dengan terharu, ada rasa bahagia di hatinya karena selama ini amel tidak pernah memiliki keluarga,dirinya tidak pernah mengetahui dimana orang tuanya,


"terima kasih nyo………:"


"mama…panggil aku mama sayang"ningsih memotong ucapan amel.


"kamu sudah memberikan kami kebahagian, jadi kamu juga harus bahagia, karena kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga kami apa pun yang akan kami berikan kepada mu jangan kamu tolak,"arga menegaskan agar amel menerima setiap Pemberian mereka nantinya.


Amel Tidak Menjawab ucapan Arga, dirinya hanya tersenyum, amel tidak mau merepotkan Orang lain dirinya sudah terbiasa hidup mandiri, walaupun dia tau kalau keluarga Arga tulus menerima dirinya namun dirinya tidak mau terlalu berharap.

__ADS_1


Sementara di dalam ruangan operasi para dokter dan perawat sedang berkerja keras melakukan transplantasi pada andika.


Lima jam sudah amel dan keluarga Arga menunggu di luar ruangan dengan harap cemas karena belum mengetahui bagai mana hasil dari transplantasi tersebut.


Amel menggengam jari tangan Ningsih untuk saling menguatkan


Dokter boy keluar dari ruangan operasi tersebut dengan wajah lelah namun ada senyum di bibir nya.


"dok…bagai mana hasilnya "ucap Arga dengan tidak sabarnya


"lalu bagai mana dengan calon suami saya "tanya amel dengan wajah sedih


"anda bisa membawanya dan di makamkan dengan baik"ujar dokter boy dengan rasa iba pada amel


Amel memeluk susi yang sejak tadi masih setia menemani nya, amel merasakan kesedihan karena di tinggal pergi oleh orang yang paling dia cintai namun dirinya juga bahagia karena bisa memberi kebahagiaan terhadap keluarga pratama.

__ADS_1


"amel…biarkan kami yang mengurus pemakaman nak roby "ucap Arga dengan tulus.


"tidak pa…biar amel saja sebagai bukti pengapdian terakhir ku pada nya "dengan senyum di bibirnya


Arga tidak ingin membantah permintaan amel walaupun sebenarnya dirinya juga ingin melakukan semua itu namun dirinya tidak ingin membuat amel kecewa.


"kalau begitu amel pergi dulu ma…pa, besok amel kemari lagi untuk mengambil jasad mas roby untuk di kebumikan"amel berpamitan.


"amel hari sudah sangat larut, bagaimana kalau supir papa yang mengantar mu pulang"arga menawarkan.


Amel tidak bisa menolak karena takut mengecewakan keluarga Arga


"baik lah pa"balas amel singkat


Amel berlalu meninggalkan rumah sakit dengan langkah gontai, air mata nya kembali membasahi pipinya kesedihan terlihat jelas di wajah nya, melihat kondisi amel yang kembali drob membuat susi langsung memapah amel untuk keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan menuju rumah nya amel tak henti-hentinya menangis rasanya berat untuk melepas kepergian roby kenangan indah dan kasih sayang yang roby berikan kepada nya selama ini terlalu dalam sehingga sulit baginya untuk melupakan nya


__ADS_2