
" Permisi...apa kah benar calon suami anda yang menjadi korban kecelakaan yang di sebabkan oleh putra kami?" Terlihat kesedihan yang sangat mendalam di wajah Ningsih
" ya..."jawab amel dengan singkat
" atas nama putra saya, kami sekeluarga meninta maaf atas apa yang menimpa calon suami anda"ucap Ningsih dengan tulus
Amel tidak bisa berkata apa pun dirinya hanya tersenyum kecil nya yang terlihat, amel juga tidak bisa menyalakan andika atas musibah itu karena semua itu terjadi karena tidak sengaja dan andika juga sekarang dalam keadaan kritis
"kami akan bertanggung jawab atas apa yang telah menimpa calon suami anda nona, dan kami akan membayar biaya pengobatan calon suami anda "ucap Arga dengan tulus dan penuh penyesalan terlihat jelas di mata pria paru baya itu.
__ADS_1
"sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatian yang tuan berikan kepada kami, tapi anda tidak perlu melakukan itu karena saya sudah memaafkan putra anda dengan tulus "amel menjawab dengan tenang dan terlihat sangat tulus.
"tapi kami tidak bisa lepas dari tanggung jawab nak,kami mohon jangan tolak pertanggung jawab pan kami dengan begitu kami bisa mengurangi rasa bersalah kami"ucap Ningsih dengan wajah sedih.
"nyonya.. Saya telah memaafkan putra anda lagian semua ini terjadi bukan karena di sengaja. Putra nyonya juga sekarang dalam keadaan kritis dan kita sama-sama belum tau bagai mana kondisi mereka berdua di dalam sana". Amel menundukkan wajah nya untuk menahan air matanya agar tidak lagi jatuh dirinya harus tetap kuat dan tegar
Ningsih dan suami nya sangat terharu melihat ketegaran amel di usia nya yang masih tergolong mudah amel dapat berpikir dewasa dan bijaksana.
Amel menerima kartu nama itu dengan senang hati, walau pun Sebenarnya tidak memerlukan itu namun untuk menghargai ketulusan hati kedua orang itu amel menerima kartu nama itu dengan senang hati.
__ADS_1
Arga dan istri nya kembali ke tempat nya semula dan duduk di depan ruangan UGD dan menatap ruangan itu dengan cemas karena sudah satu jam ruangan itu tidak terbuka, mereka tidak tau bagaimana kondisi putranya di dalam ruangan tersebut.
Hal yang sama juga terjadi kepada amel, dirinya merasa tidak tenang karena sudah lama menunggu namun belum bisa mendengar kabar tentang kondisi roby
"mel... Aku mau mengurus jenaja kedua orang tua roby dulu ya, kamu tetap di sini." Susi menyadarkan amel dari lamunan nya.
"tapi …:"amel tidak bisa meneruskan ucapannya
"kamu tenang saja, aku akan menguburkannya dengan baik "susi menyela ucapan Amel.
__ADS_1
"makasih ya sus, kamu sahabat ku yang paling baik, "amel merasa terharu melihat kebaikan sahabatnya itu.
"mel…kamu tidak perlu sungkan dengan ku, kita tidak hanya sekedar sahabat namun sudah seperti saudara sendiri, karena kita tumbuh dan besar di tempat yang sama "susi nyentuh bahu amel dengan lembut, dan amel berhambur dalam pelukan susi karena merasa terharu dengan kebaikan sahabatnya itu, air mata amel terjatuh lagi membasahi bahu sahabat nya itu dirinya merasa tidak sendirian lagi karena ada sahabat nya yang selalu menemani nya