Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 19


__ADS_3

Rosa bersabar karena dia tau kalau andika putra tunggal dan pastinya harta orang tua nya akan menjadi milik andika semua dan setelah mereka menikah dirinya akan menikmati semua harta kekayaan andika.


Rosa selalu agresif dirinya selalu memulai walau hanya sebatas bibir, leher dan dada saja, karena andika tidak mau merusak Rosa, dirinya akan melakukannya setelah menikah


Suara decapan bibir dan ******* terdengar di ruangan itu. Suasana di ruangan itu terasa panas sehingga dua insan yang sedang memandu kasih tidak mendengar kedatangan thomy.


"Braaak…"


Suara meja di gerak membuat kedua orang tersebut terkejut


"ada apa dengan mu"wajah andika sangat sangar


"lima menit lagi kita akan mengadakan rapat"jawaba thomy dengan santai tanpa merasa takut


"sebaiknya kamu keluar aku masih ada urusan "ucap andika dengan tidak peduli


"lima menit anda tidak datang saya akan menghubungi tuan Arga untuk memimpin rapat"ancam thomy


"taunya cuma mengaduh saja "ucap andika dengan wajah dingin.


"sayang kenapa sih orang seperti itu kamu pertahanan kan di kantor mu ini, pecat saja dia, bawahan tapi gak ada sopan nya"omel rosa setelah melihat thomy pergi.

__ADS_1


"udah gak usah di ambil hati, sebenar nya di itu baik kok, "rosa tidak suka mendengar andika lebih membela thomy dari pada diri nya


"sebaiknya kamu pulang dulu ya, besok kita ketemu lagi "


"baik lah "rosa keluar dari ruangan andika dengan wajah masam.


***


Sore ini amel sudah bersiap-siap hendak pulang dari kafe tempatnya berkerja.


"hai…amel" seorang wanita paru baya melambaikan tangan nya kepada amel.


"nyo,,, ibu…kenapa bisa ada di sini"amel merasa heran


"iya bu, baru satu minggu "


"wah…kalau begitu kita akan sering ketemu dong, kamu tau kan kalau ini kafe milik andika"Ningsih menjelaskan


Amel hanya menganggukkan kepalanya dan senyum manisnya yang menghiasi wajahnya


"apa kamu udah mau pulang ?"Ningsih melihat amel dengan sesama

__ADS_1


"kalau gitu temani mama jalan jalan yuk"Ningsih memohon kepada amel


"mama pengen sekali punya teman kalau mau jalan-jalan, selama ini mama selalu sendirian "Ningsih memperlihatkan wajah murung nya membuat amel tidak tega buat menolak nya


"baik lah bu,,, ibu mau minum dulu atau kita langsung berangkat aja "


"baiknya kita langsung jalan aja deh "Ningsih tersenyum sumringa karena bisa jalan berdua dengan amel gadis yang baik hati.


"ayo masuk," Ningsih membawa amel ke salon miliknya, untuk melakukan perawatan kulit pada seluruh tubuh mereka.


Hampir dua jam kedua wanita itu melakukan perawatan, kulitnya terasa kencang dan segar,


"mama lapar, kita makan dulu ya, "Ningsih membawa amel ke restoran yang sangat mewah, memesan makanan yang banyak buat mereka berdua


Amel hanya menurut saja, dan tanpa banyak bertanya


Ningsih dan amel menikmati makanan yang ada di meja itu,makan itu terasa enak.


"salon udah, makan malam udah, sekarang kita belanja dulu ya "ucap Ningsih dengan antusias


"apa ibu tidak capek "amel mengingat kan Ningsih karena hari sudah gelap jam menunjukan jam tujuh tiga puluh malam.

__ADS_1


"tapi mama mau belanja bareng sama kamu "Ningsih menatap amel dengan penuh harapan, Ningsih tidak ingin mensiasia kan kesempatan agar bisa lebih dekat dengan gadis yang berhati mulia itu


__ADS_2