
Hari sudah larut malam saat Andika tiba di rumah ,tubuhnya terasa lengket ingin segera tiba di kamar nya dan langsung membersihkan diri.
"Dika …gimana dengan keputusan kamu "wajah Ningsih sudah tidak sabar untuk menunggu jawaban dari putranya itu .
"mam …dika mandi dulu baru setelah itu kita ngobrol ya "Andika berlalu menuju kamar nya
"gak bisa gitu dong ,mama mau kamu jawab sekarang".Ningsih mengikuti Andika sampai di depan kamar nya .
"ada apa nih ,sudah larut gini masih aja ribut "Arga menegur kedua orang yang di sayanginya itu .
"ada apa ini Dika "Andika hanya mengangkat bahunya
"Anak kamu itu pap,dia berjanji akan memberi jawaban hari ini namun dia menghindar dari mama"
"mam dika tidak menghindar dari mama tapi dika udah gak tahan lagi mam,tubuh dika udah sangat lengket,dika mau mandi sebentar aja ,setelah itu kita langsung bicara ok."Ningsih ingin protes tetapi di cegah oleh suaminya .
"anak baru pulang kerja itu seharusnya di sambut dengan senyuman,ini malah di omelin "Arga memeluk istri nya seraya menuju ruang tamu .
"anak papa itu…"
__ADS_1
"anak kita mam ,kan kita berdua yang membuat nya".
"pap…aku serius ya."Ningsih cemberut.
"pap…kenapa itu bibir mama manyun gitu."Andika berjalan menuju kedua orang tua nya ,tubuhnya terlihat lebih segar setelah mandi.
"gak tau tu ,"jawab Arga singkat.
"mam…dika nurut aja sama mama ,kalau mama mau dika menikah dengan wanita pilihan mama dika ikut aja yang penting mama dan papa bahagia ".Andika mengecup puncak kepala wanita yang sangat di sayanginya itu .
"benar kah".Ningsih merasa tidak percaya .
Andika mengangukan kepalanya seraya tersenyum untuk meyakinkan mamanya ,melihat hal itu Ningsih sangat bahagia ,di peluknya putranya dengan rasa bahagia ,tidak terasa air matanya, membasahi baju putranya .
Andika meringis menahan rasa sakit akibat jeweran dari mama nya .
"coba saja kalau berani,kamu akan melihat mayat mama ".Ningsih mengancam putranya .
"mama tidak boleh bicara seperti itu ,dika akan ikuti semua ke inginan mama."Andika mempererat pelukannya .
__ADS_1
"kalau perlu besok mama mau dika menikah, dika akan ikut aja,jadi mama jangan mikir yang macem macem,dika sayang sama mama".
"sudah cukup melo melonya".Arga mendekati istrinya.
"lepas tangan kamu dari istri ku".Arga mendapat plototan dari istri nya.
"apa maksud nya ".tanya Ningsih dengan wajah serem.
"Dika gak ikutan ,sebelum singa betina mengamuk mending dika kabur aja deh ".andika berlalu menuju kamarnya.
"sayang…sekarang sudah larut malam kita ke kamar yuk".Arga merayu istrinya .
"papa tidur di sofa "Ningsih berlalu meningalkan suaminya yang bengong .
"sayang jangan dong".Arga mengejar istrinya dan berusaha merayunya.
Sedangkan Andika yang berada di kamarnya merasa resah ,dirinya takut bila nantinya Amel menolak permintaan mama nya,Andika tidak mau melihat mamanya bersedih .
Andika menjadi gelisah ,mata tidak dapat di pejamkan ,sedangkan malam semakin larut.
__ADS_1
"sial…kenapa aku menjadi begitu gelisah ".Andika menarik rambutnya untuk melampiaskan amarah nya .
Andika bangkit dari tidurnya berjalan menuju balkon menatap gemerlapan lampu yang menghiasi jalanan kota Jakarta membuat suasana jalanan menjadi indah ,bila melihat dari kejauhan terlihat seperti gemerlapan bintang.