
Penantian panjang yang amel dan juga keluarga Arga rasakan sangat meresahkan hati, sudah lima jam lamanya dokter manangani roby dan juga andika pratama tapi tak satu pun seorang dokter ataupun suster keluar dari dalam ruangan itu untuk menenangkan hati dan pikiran mereka.
Amel sudah sangat tegang dirinya mondar mandir di depan ruangan UGD ,rasanya sudah tidak sabar, dirinya ingin masuk begitu saja ke dalam ruangan itu dan melihat langsung bagaimana keadaan roby ,namun amel masih bisa menahan diri .dirinya tidak mau terjadi sesuatu pada roby karena kecerobohan nya.
Ketegangan di wajah amel terlihat jelas di tambah lagi amel selalu membuang nafas nya dengan kasar.
Semua yang amel lakukan tak lepas dari tatapan mata Ningsih dan juga suaminya arga,Ningsih berlaha bangkit dari duduk nya menuju amel,Ningsih menyentuh bahu amel dengan lembut,sentuhan Ningsih menggejut kan amel dari lamunanya
"kamu yang tenang ya berdoa saja Semoga dirinya baik baik saja "Ningsih memeluk amel dengan erat berusaha memberi ketenangan kepada gadis yang cantik dan baik hati itu.amel hanya membalas dengan anggukan dan senyuman saja.
__ADS_1
"keluarga andika pratama "seorang dokter tampan keluar dari ruangan itu terlihat jelas rasa lelah di wajah dokter tersebut
"ya…kami orang tua nya "Arga langsung berdiri dari duduk nya
"dokter bagaimana kondisi putra kami"ningsih melepas pelukannya dari tubuh amel langsung mendekat kepada dokter tersebut.
"dok…putra kami baik baik saja kan "Ningsih tidak sabar menunggu jawaban dari dokter yang menangani putranya rasanya dokter tersebut terlalu lama berpikir untuk Menjawab pertanyaan.
Suara tangis Ningsih pecah di depan ruangan itu, tangis piluh menyayat hati, tubuh Ningsih rasanya tidak bertulang lemas tak berdaya, kaki nya tidak dapat menopang tubuh nya lagi
__ADS_1
"sabar ma, kita akan mencari pendonor buat putra kita, papa janji akan buat putra kita pulih"arga memeluk istrinya dengan erat, dirinya tidak sanggup melihat kondisi istrinya.
"kemana kita akan mencari pendonor buat putra kita pa. "Ningsih terlihat putus asa, karena dirinya tau tidak mudah untuk mencari organ tubuh manusia dan tidak ada manusia yang mau menyerah kan organ tubuh nya dengan cuma-cuma.
"jalan apa pun akan papa tempuh, demi putra kita jadi mama yang tenang ya "Arga menenang kan istrinya
Arga meraih ponselnya dan menghubungi sekretaris pribadinya untuk mencari organ tubuh manusia yang cocok buat putranya.
Amel mendengar langsung perbincangan dokter dengan keluarga Arga, dirinya ikut merasa sedih melihat kondisi Ningsih yang terlihat putus asa, ingin rasa nya dirinya berbagi beban pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu, namun dirinya tidak sekuat itu karena dirinya juga memiliki beban yang sangat berat yang dirinya pun belum pasti bisa menanggung nya.
__ADS_1
"nyonya…saya turut merasa prihatin dengan kondisi putra anda, semoga anda cepat mendapatkan pendonor yang cocok. "amel berusaha untuk menghibur Ningsih, walaupun dia tidak tau itu berguna atau tidak buat Ningsih,namun setidak nya amel berusaha menjadi teman yang baik buat Ningsih.