
Andika Mengejar mama nya dengan rasa bersalah .
"mam,,,tunggu ,dika akan jelaskan semua ".andika masih saja mengejar Ningsih walaupun mobil itu telah berlalu meninggalkan tempat itu.
Andika masuk kedalam mobil nya untuk mengejar mobil yang di naikin oleh mama nya itu ,hati andika tidak tenang dirinya sangat kacau ,mobil andika telah tiba di pekarangan rumahnya ,dirinya dengan cepat turun dari mobil untuk menemui mama nya.
"mana mama ?"tanya andika pada amel yang sedang berdiri di ruang tamu
Tok tok tok
"mam… buka pintu nya dong ,dika bisa jelasin semuanya ,ini tidak seperti yang mama pikirkan ".andika masih saja mengetuk pintu kamar mamanya .
"mel tolong bujuk mama agar pintunya di buka ,aku akan jelaskan semua ".andika memohon kepada amel .
"kenapa tidak mengunakan kunci cadangan aja untuk membukanya ".ucap amel
Andika baru sadar dengan ide amel ,dirinya bergegas mengambil kunci tersebut dan Membuka pintu kamar namanya ,andika terkejut saat melihat mamanya terbaring di lantai kamar nya .
"mama…".andika berlari memeluk mamanya
__ADS_1
"panggil dokter cepat ".amel menghubungi dokter dengan cepat dan tidak butuh waktu lama dokter terlah sampai di kediaman Arga
Dokter memeriksa kondisi Ningsih dengan telaten.
"dok gimana Kondisi mama saya."
"tekanan darah nya naik,jadi jangan pernah buat dirinya stres "'.ucap dokter .
"ini resep obat yang harus kamu tebus ".dokter memberikan secarik kertas kepada andika .
"saya Permisi ".dokter itu berlalu pergi ditemani oleh Amel .
"mam…"Andika mendekati ranjang mamanya .
"mam'''''maaf kan dika".andika duduk di lantai seraya memeluk kaki Ningsih.
"Dika sudah tidak ada hubungan apa pun dengan Rosa ,itu tadi secara tidak sengaja bertemu dengannya ,dika tadi sedang ada rapat di tempat itu lalu kami bertemu ,kami berpelukan hanya sebatas sahabat tidak ada hubungan".andika menjelaskan secara panjang lebar .
Ningsih tidak merespon ucapan andika dirinya tetap diam ,andika merasa sedih karena di acuh kan mamanya, amel mendekat dan membantu andika untuk berdiri .
__ADS_1
"berikan waktu buat beliau ".ucap amel dan membiarkan andika pergi dari ruangan tersebut .
Amel duduk di tepi ranjang Ningsih dan memijat kaki wanita paruh baya tersebut dengan lembut .
"maaf kan ibu mel".ucap Ningsih di selah tangisnya .
"kenapa ibu minta maaf ?"
"karena putra ku tidak setia ".
"bu dalam menjalani sebuah hubungan itu butuh proses apa lagi sebelumnya tuan andika memiliki seorang kekasih ,dirinya harus menyelesaikan semua agar nanti tidak ada kendala".amel menjelaskan dengan sabar .
"ibu tidak ingin kamu bersedih nantinya ,dan ibu tidak ingin andika menyakiti mu jadi kalau kamu mau membatalkan pernikahan ini ibu rela".air mata Ningsih mengalir semakin deras.
"bu…"
"tidak mam…pernikahan ini tidak boleh di batal kan ,dika janji tidak akan pernah mensiasia kan amel "andika yang sejak tadi berdiri dekat pintu kamar Ningsih mendengar semua obrolan kedua wanita beda usia itu langsung memotong ucapan amel karena dirinya takut kalau amel meyetujuin permintaan mamanya .
"mel keputusan ada di tangan mu"Ningsih tidak menghiraukan ucapan putranya .
__ADS_1
Andika bersujud dikaki amel memohon, matanya memandang amel dengan sebuah harapan .
Melihat hal itu amel merasa ibah ,amel menatap mata Andika yang penuh dengan penyesalan yang sangat mendalam .