Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 20


__ADS_3

Amel tersenyum melihat tingkah Ningsih yang seperti anak kecil


"bu besok kita masih bisa jalan lagi, lagian sekarang sudah gelap "mendengar ucapan amel, Ningsih merasa bahagia.


"janji ya besok kita jalan jalan lagi "


"mama jemput kamu di kafe ya "amel mengangguk dan tersenyum tandanya dirinya setuju.


"baik lah sekarang kita pulang, mama antar kamu ya "Ningsih mengengam tangan amel seolah tak mau lepas dengan dari amel.


Akhirnya amel tiba di kontrakan milik nya


"mel besok jangan lupa ya sayang, mama akan jemput kamu "Ningsih berbicara di dalam mobil nya untuk mengingat kan amel kembali.


Amel hanya tersenyum serta melambaikan tangan nya, dan mobil Ningsih pergi meninggal kediaman amel.


Ningsih tiba di rumah nya dengan wajah berseri, senyum nya masih saja mengembang di bibirnya, sehingga setiap yang melihat nya membolakan mata nya heran.


"mam …ada apa dengan mu, seperti nya bahagia sekali, baru dapat jepot ya "Arga bertanya dengan heran


"aku tidak hanya dapat jepot, bahkan lebih dari itu "Ningsih duduk di sebelah suaminya dengan senyuman yang mengembang

__ADS_1


"mama menang arisan ya"


"tidak pa,,,, mama hari ini jalan bareng calon mantu kita "


"memang andika sudah dapat calon istri yang pas mam"


"mama hari ini jalan bareng amel pap, dan besok kami mau shoping bareng"


"Mama ke temu amel di mana "


"amel kerja di kafe Milik andika pap,tadi mama berencana singgah di kafe dika eh,,,, malah ketemu calon menantu "


"maksud papa apa ya, papa mau kalau dika menikah dengan rosa wanita ****** itu "Ningsih merasa kecewa mendengar ucapan suaminya itu


"dengar dulu mama,,, jangan langsung marah, "


"papa hanya mau amel jadi menantu kita, tapi tidak secara penjodohan, papa takut andika menyakiti amel bila kita menjodohkan mereka, "


"biarkan mereka saling mengenal satu sama lain dan saling mencintai, kita hanya mempermudah proses nya saja dengan cara mempertemukan mereka "Arga memberi keterangan kepada istri nya


"dengan mempekerjakan amel di kafe itu membuat mereka akan selalu bertemu "

__ADS_1


"wah…papa hebat ya. "


"papa sudah memikirkan semua itu mam, semenjak amel mendonorkan organ tubuh calon suami nya itu"


"mama hanya takut pap, bila nanti dika tidak mau menikah dengan amel"


"mama tidak perlu risau, papa akan berusaha semampu papa supaya mereka bisa bersatu "


Ningsih memeluk suami nya dengan erat, Ningsih terlanjur sayang kepada amel, Ningsih tidak mamperdulikan setatus amel yang besar di panti yang Ningsih tau adalah amel itu gadis yang sangat baik dan pantas untuk di perjuangkan.


"Eheeem... Mesra banget sampai tidak dengar kalau aku panggil sejak tadi"andika menggoda orang tua nya dan ikut bergabung dengan orang tua nya.


"emang kamu baru tau kalau kami selalu mesrah"arga menggoda andika.


"dalam rangka apa Mama dan papa terlihat mesra "


"untuk menjaga ke harmonisan dan ke utuhan rumah tangga kami, jadi kami harus tetap mesra, iya kan mam"


"Emmmm"Ningsih hanya berdehem mengiyakan ucapan suaminya


"lalu bagaimana dengan mu dik, apakah sudah mendapat kan yang terbaik untuk di pertemukan kepada kami"andika tidak menjawab ucapan papanya, tiba-tiba diri nya terbayang kepada amel gadis cantik yang sederhana

__ADS_1


__ADS_2