
Mendengar ledakan dari papa dan mama nya dika langsung kabur ke dalam kamar nya,dengan duduk di sofa yang ada di kamar itu .
Andika memejamkan matanya dan bersandar di badan kursi hatinya merasa tidak nyaman dirinya masih saja terbayang wajah cantik amel.
"sebenar nya ada apa dengan diri ku "ujarnya pada diri nya sendiri
"apa mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama "
"ah…tidak, tidak , tidak, aku tidak mungkin jatuh cinta kepada nya, karena aku sudah memiliki rosa dan aku sangat mencintaimu dirinya "andika menggeleng kan kepalanya untuk menormalkan hati dan pikiran nya
***
Sementara di tempat tinggal amel suasana di tempat itu sangat damai. Terliha amel dan sahabat nya itu sedang rebahan di tempat tidur amel
"mel…aku lihat wajah mu sangat berbeda, sangat bersinar "
"kamu bisa aja sus"
"ada apa, kenapa tiba-tiba saja kamu murung"susi melihat perubahan pada wajah amel.
"sus tadi aku ketemu sama andika,"amel berhenti sejenak menarik nafas
__ADS_1
"lalu "ucap susi penasaran
"ternyata kafe tempat ku berkerja itu milik nya "amel memejamkan matanya.
"bagus dong berarti kamu akan sering melihat mata indah yang selalu kamu rindu itu"susi membalikkan Tubuhnya menghadap amel
"entahlah sus awal nya aku mendonorkan mata, hati, dan jantung itu agar aku bisa dekat dengan nya, dengan begitu aku juga Bisa merasakan detak jantung nya,"
"ternyata dirinya sudah punya seorang kekasih yang sangat cantik dan seksi "amel menyembunyikan wajah nya di balik bantal untuk menutupi kesedihan nya
"mel …mereka masih pacaran belum menikah, jadi kamu masih ada kesempatan untuk Mendapatkannya dan kamu memiliki hak atas tuduhan pria itu "susi berusaha menghibur amel
"entahlah "jawab amel singkat dan terlihat putus asa.
Sinar matahari pagi begitu cerah, secerah hati seorang wanita paru baya itu, rasanya dirinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan amel.
"mam…pagi-pagi sudah kelihatan cantik mau kemana "andika heran melihat Ningsih yang sedang sarapan
"mama ada janji sama seseorang, "Ningsih terlihat antusias
"mama minta bleckart dong, mama mau shoping hari ini "
__ADS_1
"tumben banget "andika mengeluarkan kartu miliki nya dan menyerahkan kepada Ningsih dengan tatapan menyelidiki.
"ada apa dik, kamu melihat mama seperti melihat maling
"aku hanya heran tidak sebiasanya mama meminta blackart, apa mama merencanakan sesuatu pada ku "
"kamu terlalu percaya diri sayang, mama hanya lagi bahagia aja "Ningsih sudah membayangkan akan menghabiskan waktu bersama dengan amel hari ini
"papa mana ma…aku tidak melihat nya "
"papa …udah berangkat ke papua untuk memeriksa proyek yang ada di sana "
"memang ada apa dengan proyek yang di sana, "
"kata papa ada sedikit masalah "
"mam aku berangkat dulu ya"andika mendekati Ningsih untuk memberi kecupan.
"selamat bersenang-senang ya ma"
"ok sayang, hati- hati ya"ningsih mengantarkan putranya sampai dengan pintu.
__ADS_1
Setelah kepergian putranya Ningsih menuju kamarnya untuk mengambil tas miliknya, rasanya sudah tidak sabar untuk ketemu dengan amel, dirinya ingin menghabiskan waktu bersama amel hari ini, Ningsih sudah membayangkan betapa bahagianya bisa berbagi dengan cerita amel.
"mang kita menuju kafe xx ya"perintah Ningsih kepada supir pribadinya untuk memberi tau kan tempat tujuannya