Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 37


__ADS_3

Amel keluar dari kafe tempat dirinya berkerja .


"maaf non Amel ya?".tanya seorang pria paruh baya .


"iya benar,"ujar Amel singkat.


"saya dadang ,supir pribadi tuan Arga ,nyonya meninta saya untuk menjemput anda non".dadang memperkenalkan diri nya .


"oh…pak udin nya mana?"


"mang udin tadi pulang kampung non,anak nya sakit ".dadang membukakan pintu mobil buat Amel .


Mobil mewah yang menjemput Amel melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat tinggal keluarga Arga,jalanan kota Jakarta sore ini tidak terlalu macet sehingga Amel dapat tiba di rumah Ningsih dengan cepat .


"silakan non "dadang membuka pintu mobil mewah milik Arga .


"apa kita sudah sampai mang?"dadang menganggukkan kepala nya .


Amel melihat takjub tempat itu rumah bak istana di tambah lagi banyak bunga yang menghiasi .


"kita sekarang ada di mana mang?"

__ADS_1


"ini kediaman keluarga tuan Arga non".


"mari non masuk,nyonya udah menunggu anda ".


"hai …sayang ".Ningsih menyambut Amel dengan bahagia .


"mari kita masuk,gimana kerja kamu hari ini ,apakah melelahkan ?"


"hari ini pengunjung di kafe sangat ramai bu,jadi sedikit melelahkan ".amel menjawab dengan jujur .


"kalau begitu ibu jadi merepotkan kamu dong ."


"nanti malam ada pertemuan keluarga ,jadi ibu mau amel bantu masak boleh kan ?"


"boleh bu dengan senang hati amel akan bantu ibu hari ini".


"kalau gitu kita langsung ke dapur aja yuk".


Ningsih dan amel berjalan menuju dapur .amel kagum melihat suasana dapur yang sangat rapi dan nyaman membuat amel betah di tempat itu .


"mel …ayo masuk".Ningsih menggenggam tangan Amel untuk mengajaknya masuk .

__ADS_1


Ningsih mengeluarkan semua bahan-bahan yang akan di gunakan untuk memasak ,amel mendekat pada meja yang berisikan banyak bahan.


Amel menggulung rambut panjang nya dengan asal ,lalu dengan sigap dirinya mengelola bahan yang ada di meja ,sebenarnya amel juga hobby memasak maka nya saat di minta untuk memasak amel merasa senang apa lagi masak di dapur yang mewah serasa menjadi seorang sef yang sedang masak di hotel mewah .


Ningsih memperhatikan amel yang sedang memasak ,amel melakukannya dengan sangat cekatan wajah nya terlihat bahagia .


Ningsih merasa tidak akan rugi bila nantinya Amel menjadi menantunya ,selain cantik amel juga memiliki hati yang baik dan pandai lagi memasak ,Ningsih berpikir kalau amel adalah menantu idaman.


Satu jam sudah amel berkutat di dapur dan semua pekerjaan dapat di selesaikan dengan baik,ada rasa puas di hati amel melihat hasil masakan nya ,senyum manis yang menghiasi bibir nya.


"wah…ternyata kamu hebat ya sayang".suara Ningsih mengejutkan amel yang sedang menata rapi makanan di atas meja .


Ningsih mengambil satu sendok dan mencicipi setiap makanan yang di kelolah oleh Amel .


"emm…rasanya enak banget serasa makanan restoran ,kamu hebat sayang".puji Ningsih


"biasa aja bu".amel tertunduk malu.


"ibu terlalu berlebihan memuji amel".


"itu kenyataannya sayang ,ibu tidak hanya sekedar memuji,pria yang akan menjadi pasangan hidup kamu kelak sangat beruntung memiliki kamu ,selain cantik kamu baik dan jago masak ".terpancar sebuah harapan di wajah Ningsih ,dirinya takut kalau nantinya Amel menolak menikah dengan andika putra semata wayang nya itu

__ADS_1


__ADS_2