
Dengan senang hati Andika mengantar amel pulang ke rumah nya,namun terlebih dahulu Andika membawa Amel ke taman kota dekat dengan rumah nya
Andika dan Amel duduk di salah satu bangku di taman itu sambil memandang suasana taman yang di penuhi oleh hiasan dan lampu kota untuk mempercantik tempat tersebut.
"terimakasih ".ucap andika memecahkan kebisuan di antara mereka.
"buat "
"karena kamu telah mengabulkan permintaan mama ".ucap andika dengan suara tegas.
Mendengar itu amel tidak merespon ,amel tau sebenarnya sangat berat menjalani biduk rumah tangga tanpa di landasi rasa cinta ,amel tau kalau andika mau menikah dengan dirinya demi sang mama .
"kamu tidak perlu risau,aku akan memenuhi semua kebutuhan kamu,tanpa kekurangan apa pun".
"namun nanti kamu jangan berharap lebih dari ku ,karena aku itu tidak mudah percaya atau dekat dengan orang yang baru aku kenal,kita jalani dengan pelan pelan saja "kata andika panjang lebar .
"tidak bisa dekat dengan orang baru di kenal nya?,emang selama ini yang menemani dia di kafe siapa ".gerutlu amel dalam hati .
"anda tidak perlu risau tuan ,saya tau diri "ucap amel dengan santai .
__ADS_1
"maaf tuan hari semakin larut dan saya sangat lelah butuh istirahat ".amel ingin cepat berlalu dari tempat itu,dan andika pun mengantar amel sampai rumah nya.
***
Pagi pagi sekali Ningsih telah menjemput Amel di rumah nya .Ningsih membawa Amel ke butik langganan nya untuk memesan gaun pengantin yang akan digunakan amel.
"bu…apa ini tidak terlalu terburu-buru?"tanya amel .
"tidak sayang dua minggu lagi kalian harus sudah menikah ,ibu tidak mau menunda lagi karena ibu sudah lama menanti hari bahagia ini ".
"bolehkah saya meminta sesuatu !"
"kata kan apa yang kamu mau"
"kenapa begitu?.Ningsih merasa heran .
"maaf bu,saya tidak terbiasa dengan keramaian ".
"baik lah ,kita cukup undangan orang orang terdekat saja".Ningsih menggenggam tangan Amel dengan lembut .
__ADS_1
Setelah memilih gaun pengantin buat amel ,Ningsih membawa Amel ke tokoh perhiasan dan milih satu set perhiasan .
Ningsih memenuhi semua keperluan amel untuk di gunakan pada acara pernikahan nya nanti .
"mel,sebaiknya kita makan dulu ibu udah lapar nih".Ningsih mengelus perutnya yang sudah keroncongan .
Amel tersenyum melihat tingkah Ningsih ,mereka berjalan menuju sebuah restoran yang ada di pusat perbelanjaan itu,
Amel dan Ningsih menuju tempat duduk yang dekat dengan kaca agar bisa menikmati pemandangan yang ada di luar gedung.
Tanpa sengaja amel melihat seseorang yang tidak asing baginya sedang berpelukan ,mata amel memandang Tanpa berkedip .
Ningsih melihat perubahan pada Wajah amel ,amel terlihat kecewa sehingga Ningsih mengikuti kemana arah pandangan mata amel ,
Melihat itu Ningsih sangat kecewa dan sedih dengan penuh amarah Ningsih mendekati dua sejoli yang sedang berpelukan .
Plak
Tamparan yang sangat kerasa mendarat di pipi pria tampan itu,mata nya terbelalak saat tau Siapa pelakunya .
__ADS_1
"mam…"
"Mama kecewa dengan mu dika".Ningsih berlalu meninggalkan tempat itu dan menarik tangan Amel.air mata Ningsih masih saja mengalir deras hatinya terasa sakit saat tau andika masih saja berhubungan dengan wanita ****** itu.dirinya merasa di bohongi oleh putranya sendiri