
Bahkan yang membuat amel berkerja di kafe itu adalah tuan Arga yang secara diam diam selalu memantau kondisi amel,
Arga ingin mendekat kan amel dengan putranya dengan secara tidak langsung
Thomy memandang amel dari bawah kaki hingga wajah nya,
"sebenarnya gadis ini sangat cantik, bola Mata hitam nya, hidung mancung, bibir manis, tubuh nya berisih padat dan langsing ditambah lagi rambut panjang nya yang indah.
"tuan.... "amel menegur thomy karena merasa risih dengan tatapan thomy
Suara amel membuyarkan khayalan thomy
"ayo ikut dengan ku, akan saya antar kamu keuangan tuan pratama " thomy berjalan didepan amel
Amel tidak tau kalau AP grup itu milik andika dan dirinya tidak mengenali thomy karena sewaktu di kafe amel tidak sempat memperhatikan nya matanya hanya tertuju pada andika.
Tok tok tok
"masuk"balasan dari balik pintu besar itu
__ADS_1
"maaf bos. Nona ini mengantar laporan keuangan dari kafe xx"
"silakan masuk nona "amel tidak bergerak dari tempat nya berdiri matanya masih saja tertuju oleh andika yang juga sedang menatapnya.
"Ehmmm"suara deheman thomy membuyarkan lamunan kedua insan tersebut
"ayo nona masuk "amel melangkah dengan sangat lambat.
"maaf tuan ini laporan yang anda minta "amel memberikan map berisi laporan keuangan kafe
Andika masih belum berkutik matanya masih saja memandang amel membuat amel salah tingkah
"silakan duduk"andika membuka laporan yang di bawa amel tadi
"sudah berapa lama anda berkerja di kafe xx"
"baru satu minggu tuan" balas amel dengan wajah menunduk untuk menutupi ke gugupan nya
"sayang…kenapa chat ku tidak di balas "suara wanita itu membuat amel terkejut saat tiba-tiba ada seorang wanita masuk dan langsung ******* bibir andika dengan lembut tanpa ada rasa malu
__ADS_1
"sayang aku lagi ada tamu, kamu tunggu aku di sofa "thomy muak mendengar kata kata lembut andika kepada wanita ular itu
"kalau tidak ada yang penting lagi tuan, saya Permisi "amel mengundurkan diri.
"siapa nama kamu "
"amelia putri tuan, saya Permisi "amel berdiri memberi hormat,
Andika tidak membalas ucapan amel,rasa nya ingin menahan amel tetap ada di dalam ruangnya, namun andika tidak melakukan nya, dirinya tidak mempunyai alasan untuk menahan amel, matanya masih saja melihat amel Hingga punggungnya menghilang di balik pintu.
"Permisi aku keluar dulu bos"thomy keluar dari ruangan atasan nya itu.
"sayang, aku rindu "rosa mendekat dan duduk di pangkuan andika, jari jari nya bergerak liar di dada bidang Andika
"beby aku minta maaf karena semenjak kamu di rumah sakit aku tidak bisa datang, kalau aku tetap datang pasti di usir sama orang tua kamu"rosa berpura-pura sedih.
"gak apa-apa beby aku mengerti kok, kamu yang sabar ya mudah-mudahan hati orang tua ku akan luluh dan dapat menerima mau"andika membelai rambut indah rosa
Andika sangat mencintai rosa, sudah berkali kali rosa mau lepas dari andika namun andika tidak mau, rosa merasa muak dengan andika yang selalu perhitungan setiap memberi uang, sudah 2 tahun mereka berpacaran namun rosa tidak mendapat blackart dari andika, dirinya hanya mendapat jatah dua puluh juta tiap bulan.
__ADS_1