
Andika turun dari Mobilnya dengan wajah dingin yang membuat para bawahannya menunduk saat melihatnya, andika berjalan dengan gagah memasuki kantornya
"selamat pagi bos dan selamat datang kembali "andika hanya menatap nya dengan tatapan dingin.
"kemana saja kamu, selama aku di rawat di rumah sakit kamu tidak pernah mengunjungi ku?"andika tidak membalas ucapan orang kepercayaan nya itu, tapi justru bertanya
"pekerjaan di kantor mu ini membuat ku gak bisa bergerak sama sekali, kamu meninggal banyak pekerjaan buat ku, jadi salahkan saja pekerjaan itu"thomy membela dirinya tanpa merasa takut pada bosnya itu.
"dasar sahabat laknat"gerutu andika pada sahabatnya sekaligus orang kepercayaan nya itu
Andika dan thomy bersahabat sejak smp, kemana pun selalu bersama, kebaikan keluarga andika membuat thomy merasa hutang budi, keluarga andika telah membiayai pendidikannya sampai dirinya tamat dari perguruan.
"apa kamu sudah mencari tau tentang musibah kecelakaan itu ?"pertanyaan andika membuyarkan lamunan thomy.
"sudah bos"jawab thomy singkat
"terus bagai mana hasilnya "andika duduk di kursi kebesarannya sambil membolak balik berkas yang ada di mejanya.
__ADS_1
"sampai sekarang dia belum mau berbicara"jawaban thomy membuat andika sempontan menggebrak meja
"begitu sulit kah membuat nya bersuar"wajah andika terlihat sangat marah
"kami sudah melakukan nya dengan berbagai cara bahkan hampir membunuhnya namun bajingan itu masih tetap diam"wajah thomy tidak kalah seram nya dengan andika.
"dimana bajingan itu sekarang "
"ada di ruangan bawah tanah "setelah kejadian yang menimpa andika, tanpa perintah dari bosnya thomy menyelidikinya dan menangkap si pelaku sabotase tersebut, makanya hingga sekarang polisi tidak dapat menemukan si pelaku karena telah di kurung oleh thomy.
"berikan kepada ku"andika meminta leptop yg ada ditangan anak buahnya. Matanya menatap benda pipih yang ada di hadapannya.
"kamu kenal dengan mereka"andika memperlihatkan video seorang wanita dengan putranya yang sedang bermain di halaman rumah nya.
"kamu perhatikan, cuman aku ok kan kedua orang itu tewas berantakan"dengan santai andika mengatakan
"jangan kau ganggu keluarga ku"
__ADS_1
"siapa kau berani memerintah ku,,, kalau kau mau mereka selamat katakan siapa yang menyuruh mu mensabotase mobil ku "andika duduk di depan tawanannya dengan mengangkat salah satu kakinya.
"baik lah kelihatannya kamu tidak peduli dengan mereka "andika meminta salah satu ponsel anak buahnya untuk mnghubunginya. Melihat hal itu pria yang sudah babak belur itu merasa cemas
"ok…akan aku beri tau siapa dalang ya, tapi mohon jangan sakiti mereka"ucap pria itu memelas
"yang memerintah kan aku pemilik gery grub "dengan menahan rasa sakit di sekujur wajahnya karena ulah anak buah andika
"thomy,, apa kita punya masalah dengan gery grub "andika merasa tidak pernah memiliki masalah dengan pemilik gery grub tersebut
"aku rasa tidak, karena aku tidak pernah mendengar nama itu"jawab thomy dengan tenang
"kamu cari tau siapa bajingan itu berani sekali dia menggangu ku "andika berjalan meninggalkan ruangan kumuh itu,
"habisi diperintah andika kepada salah satu anak buahnya
Andika kembali ke ruangan kerjanya dan duduk di kursi ke besarannya dengan berpikir keras alasan pemilik GG itu melakukan itu pada dirinya
__ADS_1