Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku

Mata Hati Dan Jantung Mu Milik Ku
Bab 6


__ADS_3

Amel masih terus membangunkan roby dari tidur panjang nya, dirinya tak henti-hentinya mengoceh dan memohon agar roby membuka mata nya.


"sayang …aku mau ikut dengan mu, aku tidak mau sendirian lagi, aku mohon bawa aku bersertamu, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu, aku mohon bangun lah. "amel memeluk erat tubuh roby seakan tak ingin di lepas


"kita telah berjanji untuk sehidup semati, dan memiliki keluarga kecil, kita akan bersama-sama membesarkan dan mendidik anak-anak kita dan kita akan hidup bahagia, jadi aku mohon bangun lah sayang "tak sedikit pun amel melepas pelukan nya


Monitor detak jantung roby tiba-tiba melambat, suster serta dokter berlarian memasuki ruang perawatan roby.


Melihat hal itu amel mundur dan terduduk disudut ruangan seraya memeluk lututnya, dirinya melihat para dokter dan perawat yang sedang sibuk memeriksa roby, amel menatap sendu wajah roby dan tak tau Apa yang ada di dalam benaknya


Dokter mendekati amel dan menyentuh bahunya, membuat amel tersadar dari lamunanya


"bagai mana kondisi nya dok"tanya amel dengan cemas,

__ADS_1


Dokter itu hanya diam dan menatap sendu amel.


"dok…kalau menang dia tidak bisa tertolong lagi, aku akan menyumbangkan mata,hati,serta jantungnya buat pasien andika pratama" tidak tau apa yang amel pikir kan, tatapan nya kosong.


"apa anda yakin dengan keputusan yang telah anda buat itu?" dokter itu ingin memastikan keputusan amel.


Amel menggangukan kepala nya dengan yakin.


"sayang …maaf kan aku, maaf kan keegoisan ku, aku hanya mau tetap bisa memandang mata indah mu dan mendengar detak jantung mu,aku tidak mau kehilangan dirimu, maafkan aku sayang "amel menggenggam erat tangan roby, dirinya tidak peduli dengan adanya dokter dan perawat di dalam ruangan itu.


"sebaik nya nona keluar agar kami bisa mencek kembali pasien, "ucap salah satu perawat


Amel berjalan meninggalkan ruangan itu, dirinya berpikir apa yang diperbuat itu benar atau salah, ada rasa bimbang menyelimuti hatinya.

__ADS_1


Keadaan amel sangat kacau, dirinya tidak peduli dengan keadaan di sekitar nya, dirinya memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajah nya di sana.


"mel…gimana kondisi roby"susi melihat kondisi amel semakin kacau.


Amel memandang sahabat nya itu dan langsung memeluk nya, dirinya membutuhkan sandaran tempat untuk melepas beban di hati nya.


Susi memeluk amel dengan erat, mengelus punggung amel dengan lembut, susi mulai merasakan bajunya basah karena air mata sahabatnya itu.


"menangislah keluarkan segalah keluh kesah mu jangan kamu tahan agar beban di hati mu bisa terobati "ucap susi dengan lembut, hatinya juga merasakan sakit saat mendengar tangis pilu sahabatnya itu.


Susi tidak lagi mendengar suara tangisan amel lagi, dirinya melihat amel tertidur dalam pelukannya, susi memperbaiki posisi kepala amel agar bisa tertidur dengan nyaman di kakinya.


Susi mengelus kepala amel dengan lembut, susi merasa ibah dengan kondisi amel saat ini, wanita yang selalu tegar kini terlihat terkulai tak berdaya

__ADS_1


__ADS_2