Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 10


__ADS_3

"Ciyeh kamu nih ngambekan deh ga seru" ucap Endra saat berdiri di samping Sarah yang sedang berhenti. Sarah melirik ke arah Endra yang mengejarnya tadi.


"Apa? Aku ganteng? Udah tau" ucap Endra narsis. "Kenapa aku harus ketemu ama orang kayak kau narsisnya tingkat dewaa" sindir Sarah.


\-\-😶😶😶\-\-


Tell me now ~🎶


Sarah tengah mendengarkan lagu Black swan dari boyband kesukaannya dari headset sambil menyantap sotonya. Tiba tiba ada seseorang yang duduk di kursi depan Sarah.


"Hi" ucap Endra sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Sarah yang tidak ingin diganggu lagi oleh Endra langsung mengarahkan pandangannya ke soto dan sibuk memakannya.


"Ekhem aku boleh gabung kan? Meja lain pada kosong soalnya" ucap seseorang lagi. Kali ini suaranya juga seperti dikenali oleh Sarah yang langsung menoleh. Siapa lagi kalau bukan Teo.


*kenapa si lalat ini juga ada disini* pikir Teo. Sarah cuman berkata "oke" dan buru buru menyantap makanannya.


*cih dia lagi dia lagi. Dunia ini memang sempit banget masa ketemu sama orang ini lagi* batin Endra sembari menyantap makanannya.


Acara makan selesai..

__ADS_1


'Kau ikut aku' bisik Teo kepada Endra. Sedangkan yang dibisiki tadi hanya memutar bola mata malas.


"Sarah aku pergi dulu yaa nanti pulang bareng aku jangan lupa" ucap Endra sambil berdiri. Bagai tersambar petir di siang bolong Teo langsung menghentikan kegiatan minumnya yang membuat Sarah keheranan.


"Aku juga Sar" Teo langsung mengikuti Endra pergi.


Sisi dimana Endra vs Teo


"Kenapa?" Tanya Endra dingin. Teo yang jijik akan melihat wajahnya merasa ingin menonjok orang itu.


"Kau ada hubungan apa denga Sarah?" Endra yang semula menatap sekitar langsung kembali menatap Teo. Tiga detik kemudian senyum miring muncul di bibirnya.


"Oh cuman itu aku hanya mengejar Sarah" ucapnya santai. Teo makin terbakar emosi mendengar jawaban Endra dan wajah mengejek Endra.


"Teoo!!" Panggil seseorang dari belakang dengan teriakan yang menggelegar di telinga Teo. Membuat orang yang dipanggil langsung menoleh ke arahnya.


"Kenapa?" Tanya Teo menjadi dingin seketika. Leola yang memanggilnya tadi malah diam membeku karena takut dengan Teo. "Mm anu.. liat Sarah gak?" Tanya Leola gugup karena takut akan kedinginan Teo.


"Tadi ada dikantin. Aku tinggal disana" ucap Teo santai. "Lah tadi aku kesana nggak ada tuh. Trus aku nyari dikelas sama di perpus nggak ada juga" Teo yang mendengar itu langsung berlari menjauh.

__ADS_1


~~✨✨✨~~


Hey na na na ah~🎶


Sarah tengah membaca novel sambil mendengarkan lagu berjudul On dari grup boyband yang sama. Apalagi kalau bukan bts:)..


Sarah sekarang berada di lantai tiga gedung kelas yang lama. Menurut kebanyakan siswa di sekolah lorong lantai tiga itu menyeramkan karena sudah tidak pernah di pakai lagi. Bahkan ada yang pingsan disana.


Tapi Sarah tetap teguh pada pendiriannya, menurutnya disini sangat sejuk karena anginnya sangat kencang dan satu lagi disini hening jadi dia bisa fokus dengan kegiatannya.


"Sarah!!" Lagi lagi ada yang memanggil namanya. Dengan malas dia memutar kepalanya kearah kiri. "Oh"


"Hei kau di cari temanmu" ucap Endra sambil meletakkan dirinya disebelah Sarah. "Mencariku? Kenapa?" Endra hanya mengangkat bahunya.


"Sarah disini kau rupanya" Ucap Rara yang sedang ngos ngosan karena banyak lari. "Kenapa sih?" Sarah kebingungan dengan tingkah temannya.


"Kau dicari Pak Wendy di ruang guru" Rara duduk disebelah Sarah juga. "Oh minggir aku mau ke sana" Sarah menutup bukunya dan berlari menuruni anak tangga.


"Assalamualaikum, bapak cari saya?" Tanya Sarah dengan sopan sesampainya di depan meja Pak Wendy.

__ADS_1


"iya Sarah"


ã…¡gmwoo..


__ADS_2