Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 27


__ADS_3

"Assalamualaikum" Sarah membuka pintu ruangan Teo dan nampaklah Mama Desy dan teman temannya. "Waalaikumsalam" mereka langsung menoleh ke arah Sarah lalu melanjutkan kegiatan mereka.


"Bagaimana keadaan Teo te?" Mama Desy terkejut. "Sarah.." Sarah dibuat bingung dengan Mama Desy yang menundukkan kepalanya. "I..iya te kenapa?"


"Sarah bantu tante yaaa..." Mama Desy menggenggam erat telapak tangan Sarah. "I..iya te Sarah bakal bantu tante. Tapi te.. Sarah bantu apa?" Richo hanya bisa menepuk dahinya. *dasar kau membuat tante desy sedih lagi* batinnya.


"Sarah bantu tante. Kata dokter semenjak Sarah sering ngajak Teo bicara kesehatan Teo semakin berkembang tapi waktu kamu sibuk latihan kesehatannya menjadi menurun lagi. Dan tante sudah coba ngajak Teo bicara tapi Teo ngga ada perubahan"


Sarah tertegun mendengar penjelasan Mama Desy. *ba..bagaimana bisa..* Sarah menutup mulutnya yang menganga. "Ah ba..baik tante aku akan berusaha" Mama Desy pun tersenyum.


"Oh iya tante mau pulang sebentar nanti dhuhur tante balik lagi. Assalamualaiku" Mama Desy meninggalkan Sarah yang sedang duduk di dekat ranjang Teo. "Waalaikumsalam"


"Sar aku pergi" Ucap Richo sambil menepuk pundak Sarah. "Kemana?" Richo mengedipkan matanya dan mengajak Citra pergi meninggalkan Sarah dan yang lain. *dasar bucin*


"Leola, Putri ada diskon buku edisi terbatas beli yok di gramed" Leola dan Putri yang sedari tadi asyik bermain Free fire langsung menoleh ke arah Rara. "Buku baru itu?" Rara manggut manggut. "Ya udah ayok" Leola Putri dan Rara langsung berdiri.

__ADS_1


"Eh eh La aku titip bukunya satu" Leola mengambil uang di tangan Sarah dan langsung pergi menyusul Rara dan Putri. "Eh maen yok" Fatan melirik Arvan. "Apa?" Merasa dilirik Arvan bertanya. "Aku dah mbuka dari tadi" Yujin juga manggut manggut.


*haih mereka sama aja* batin Sarah dan mendudukkan dirinya di tempat semula. *mau ngomong apa?* Tiba tiba Yujin Arvan dan Fatan berdiri lalu pergi keluar. Tapi Yujin berhenti sesaat dan menoleh ke arah Sarah.


"Kamu percaya ngga kalau Teo suka kamu?" Sarah memiringkan kepalanya. "Hehe ngga mungkin lah jin" ucap Sarah sedikit cengingisan. "Baiklah aku hanya memberitahu kau Teo suka padamu tentang percaya nggaknya itu bukan urusanku" Setelah mengatakan itu Yujin pergi menyusul kedua temannya.


*aneh...* batin Sarah lalu dia memperhatikan wajah Teo yang sedang tertidur. *kenapa wajah ini sangat lucu dan manis. Sedikit familiar juga* batinnya.


"Sebenarnya aku pengen tanya pertanyaan yang aku pendam dari dulu untukmu dan Yujin. Yaitu apa kau dan aku pernah bertemu? Aku selalu ingin bertanya seperti itu sejak pertama melihatmu rasanya tidak asing gitu"


😟


"Heh kau" ada seseorang yang memanggil Citra dari belakang. Citra pun menoleh. 2 siswi tak dikenal ada di belakangnya dan yang tadi memanggilnya juga mereka. "Apa?" Mereka dibuat geram dengan pertanyaan Citra.


"Kau jangan pernah deketin Richo lagi. Richo tuh milik aku seorang cuman aku ngerti nggak sih?! Kau harus menjauh sejauh mungkin darinya. Kalau enggak adik kau itu akan.... ngerti kan sekarang?"

__ADS_1


Citra menatap kasian adiknya dan segera mengangguk. Lalu ia berlari ke arah adiknya. Jean. "Jean kamu ngga papa kan?" Jean hanya mengangguk lalu memeluk kakaknya erat. "Jangan takut kaka ada disini"


*gimana nih masa mau jauhan sama Richo? Tapi kalo enggak juga kasian adikku* batin Citra bimbang. *yaudah aku nyoba jauhin Richo* Jean tetap memeluk kakaknya dan menangis di pelukannya.


>3<♡


Prittttt


Permainan berakhir dengan scor\=


Sma kejora : Sma Kamboja


87 : 84


Yah setelah acara pemberian hadiah dan sebagainya, Sarah meminta ijin untuk pulang dahulu. "Coach kapten tadi kok ngga ada saya bingung" Sarah menghampiri Coach Wina yang sedang bersantai.

__ADS_1


"Oh kalian masih ngga tau kalau Delima sakit?" Sarah dan teman satu tim kaget. "Hah Delima sakit Coach"


__ADS_2