
"Tutup mata dulu sebentar" ucap Teo sambil menutup mata Sarah dengan tangannya dan mengiringnya ke suatu tempat.
Teo pun melepaskan tangannya dan mata Sarah. Sarah langsung menganga melihat pemandangan danau yang indah dengan bayangan bulan dan bintang yang ada di atas danau.
"Gimana suka ngga?" Tanya Teo dan Sarah mengangguk pelan sambil melihat sekeliling. Mereka berjalan mendekati tepi danau.
Srrreekk
Ada sesuatu di semak semak yang membuat berisik. Sarah dan Teo pun menoleh ke asal suara. Dan... muncullah seekor kucing kecil berwarna abu abu putih.
"Aiyaa kamu lucu banget sih kucing.." Sarah menggendong kucing kecil itu dan membawanya ke tepi jurang disekitar sana sedangkan Teo melihat anak kucing lainnya yang sama persis seperti yang digendong Sarah.
"Ada dua" kucing itu melompat dari gendongan Sarah dan karena kaki Sarah tersandung batu ia pun terpeleset jatuh ke jurang dibelakangnya. "TEOOO!!"
'Sarah'
'Sarah bangun Sar'
Sarah membuka matanya dan melihat sosok yang ada di mimpinya. *hah tadi cuman mimpi untunglah* batin Sarah.
"Kok kamu bisa disini?" Teo diam sepertinya sedang berpikir dan mengingat kejadian barusan.
"Jadi tadi aku ga bisa tidur trus aku jalan jalan dan pas nyampe di depan tendamu aku liat kamu tidur di luar sambil manggil nama aku gitu aja"
__ADS_1
*manggil namanya? Masa sih au ah* batin Sarah. "Yaudah aku mau balik ke tenda lagi" Teo pun pergi sedangkan Sarah langsung masuk ke tendanya.
^^πΉπΉπΉ^^
Sarah pov
"Aww Putri tunggu aku" kakiku tersandung oleh akar pohon yang keluar dari tanah. "Eh Sarah hati hati lah" Putri membantuku berdiri dengan menngulurkan tangannya padaku.
"Apa kau baik baik saja"
*aish kakiku sakit* aku melihat ke arah kaki kananku dan aku melihat darah mengalir keluar. Ya D a r a h.
"Akh ng..ngga..g..gapapa kok hehe" ucapku setengah terbata. Jujur kakiku perih setelah Putri berbalik dan melanjutkan perjalanan aku menyobek pita di kepalaku dan membungkuskannya untuk lukaku.
Kreakkk
'AAAAAA!!'
Teriakku saat kaki kananku terjepit disalah satu lubang dari jembatan kayu yang akan runtuh tersebut.
"SARAH!!" Teriak Putri saat membalikkan badan dan mengetahui aku akan jatuh beberapa detik lagi. Dan benar saja jembatan itu tak sanggup menerima beban diriku dan akhirnya runtuh.
Tapi ada tangan yang menggapai tanganku sehingga aku tidak benar benar jatuh. Kalau tidak salah melihat orang itu adalah Danendra. Ya Danendra atau yang sering ku panggil Endra dengan satu siswa lagi yaitu Yujin.
__ADS_1
"Sarah bertahanlah yaa kami akan menyelamatkanmu" dengan berbagai usaha mereka menyelamatkanku. Beberapa menit kemudian.
"Aihh thanks udah bantu aku" aku tersenyum pada mereka. *akh kakiku* Endra melihatku yang tak bisa bergerak. Tapi dimatanya aku hanya diam dan tidak terlihat seperti sedang kesakitan.
"Sarah kenapa diam saja?" Aku mendongakkan wajahku dan melihat wajah Endra lalu menggeleng. "Kalian duluan saja aku ingin melihat lihat".
"Tapi nanti kau terse~" aku menutup mulut Endra dengan telapak tanganku lalu tersenyum. "Aku akan baik baik saja tenanglah" lalu aku melepaskan telapak tanganku dari mulut Endra.
\*\*πππ\*\*
Author pov
"Dimana Sarah?" Gumam Herry yang tengah gelisah menunggu satu peserta yang belum datang siapa lagi kalau bukan Sarah.
"Sorry i late" ucap seseorang dari balik semak semak sontak membuat para siswa dan siswi menoleh ke arahnya.
"SARAH!!" Teriak Putri histeris melihat temannya yang baru sampai di pos. Endra, Herry dan Teo melihat kaki kanan Sarah yang di perban. Melihat itu mereka bertiga maju untuk melihat keadaan Sarah.
Karena adiknya dan Teo menghampiri Sarah ia mengundurkan lamgkahnya kembali dan hanya melihat dari kejauhan.
"Ada apa dengan kakimu Sarah?" Tanya Teo yang membuat Endra menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh amarah.
"Akh tidak apa tadi hanya berdarah dan aku perban"
__ADS_1
gmwoo