Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 24


__ADS_3

Sarah yang sedang duduk di sebelah Teo langsung mengalihkan perhatiannya menuju pintu ruangan. "Sarah!!" Ucap Rara, Leola dan Putri yang langsung memeluk Sarah.


"Kamu ngga papa kan?" Citra yang datang dari belakang kini menjadi pusat perhatian semua orang. Sarah mengangguk dan tersenyum. "Kami kaget waktu Richo sama Citra ngabarin kamu sama Teo masuk rs"


"Hehe ngga usah khawatir kita baik baik aja kok" Sarah yang tersenyum tiba tiba melihat ke belakang tepatnya ke arah Richo. "Lukamu parah ngga?" Richo menggeleng.


"Oh kalo gitu ayo masuk jangan di depan mulu" Mereka memandang satu sama lain dan segera berlari masuk dan menutup pintu. "Aku dengar Teo kekurangan darah dan persediaan kantong darah juga habis lalu?"


Pertanyaan itu terlontar dari mulut Rara dan pada saat yang tepag Mama Rina, Papa Rudi, Mama Desy dan Papa Ero datang. "Iya denger denger Teo kekurangan darah trus gimana."


"A..anu..tan..mmm aku ndonorin.. darahku.." ucap Sarah gugup. "Ohh gitu. Yaampun makasih loh Sarah" ucap Mama Desy (Teo) sambil memeluk Sarah.


"Makasih loh Sarah" ucap Papa Ero sambil tersenyum. "Tentu om. Ini juga sebagai ucapan terimakasih karena sudah nolong saya" ucap Sarah kepada Papa Ero.


"Richo" Richo yang dipanggil pun menoleh ke arah Sarah. "Kenapa?" Sarah hanya menunduk lalu mengangkat kepalanya lagi. "Dendam apa antara Y dan kau?" Richo langsung membatu tak bisa bicara.

__ADS_1


"Kurasa aku tidak bisa menjelaskannya Sarah" tapi Sarah malah memberikannya tatapan tajam. "Sar~" Richo hanya bisa memenuhi keinginan Sarah.


"Okee. Jadi sebenernya aku sendiri juga ngga tau Y itu siapa dan aku juga ngga pernah di dendami. Tapi yang aku tau kakakku hanya punya satu orang yang memiliki dendam padanya."


"Namanya Andika Reno. Keluarganya meninggal semua karena rumahnya di bakar oleh kakakku waktu kita smp kelas tiga. Kakakku mbakar rumah Kaka karena aku di bully habis habisan makanya kakakku ga terima dan membakar rumah mereka"


Sarah memegangi kepalanya. Serpihan ingatan muncul kembali di dalam matanya yang kini membelalak sempurna. "Kamu nggak papa Sar?" Tanya Citra dan yang lain khawatir.


"Kan aku udah tau ini bakal terjadi makanya aku bilang ngga bisa njelasin"


Sarah pingsan di tempat.


[^3^♡]


"Emmhh" Sarah membuka matanya dan menatap Richo serta kedua oramg tuanya. "Kau baik baik saja?" Tanya Richo diikuti anggukan dati Sarah. "Ric ma pa. Tolong kalian jawab jujur yaa.."

__ADS_1


"Siapa elizabeth? Apa dia benar ada? Kalau ada dia sekarang dimana?" Pertanyaan bertubi tubi terlontar dari mulut Sarah. "Aaaa....kau percaya pada perkataan Y itu?" Richo malah bertanya balik. Jelas Sarah mengangguk.


"Elizabeth adalah teman hantumu. Kalian bertemu 8 tahun yang lalu di rumah tua" Sarah terkejut sebelumnya dia berpikir bahwa Elizabeth hanya karangan Y. "Lalu dimana dia?"


"Sebelum kecelakaan hari itu dan kebetulan juga sebelum kakek meninggal kami di mimpiin sama Elizabeth katanya dia bakal balik ke dunianya maka dari itu dia menghilangkan ingatanmu dan pengelihatan batinmu"


*jadi bayangan itu benar benar terjadi* batin Sarah lalu menundukkan kepalanya. "Tenang kita juga temanmu kan?" Ucap Rara dan yang lain. Sarah pun tersenyum dan mengangguk.


1 minggu kemudian:^


"Dok gimana keadaan anak saya?" Tanya Mama Desy yang khawatir akan keadaan Teo. "Maaf bu masih tidak ada perkembangan. Saya coba lagi kalau minggu depan pasien tetap tidak ada perkembangan saya akan tindak lanjutkan. Permisi"


"Tantee" teriak Sarah dari belakang Mama Desy. "Sarah kenapa kalian ada disini?" Tanya Mama Desy saat melihat Sarah dan ke 7 temannya. "Njenguk lah te masa makan" semua langsung tertawa mendengar candaan Arvan.


"Oh iya te gimana keadaan Teo?" Fatan angkat bicara. Mama Desy hanya menunduk sedangkan 8 orang lainnya saling memandang satu sama lain. "Tee" Sarah memastikan Mama Desy baik baik saja. "Eh iya. Tadi kata dokter ga ada perkembangan" Mama Desy masih menunduk.

__ADS_1


"Ahh sabar ya te kita yakin Teo pasti bakal bangun" Mama Desy hanya mengangguk sambil mengelap air matanya yang sudah membasahi pipi. "Yaudah te ayuk masuk" Sarah mengiring Mama Desy masuk.


__ADS_2