Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 34


__ADS_3

"Hey kau mau apakan adekku?!" Teriak Richo melihat Sarah yang di peluk Y dan mulutnya di bekap dengan solasi. "Kalo aku mau ngajak dia buat ke rumah tuhan gimana?" Pertanyaan gitu malah ditanyain :|.


"Heh kalo mau ke rumah tuhan ga usah ngajak Sarah juga BAMBANG!!" teriak Putri sambil membesarkan kata bambang. "Namaku Y bukan bambang anj" ucap Y sambil memberi senyuman tak akrab dengan Sarah.


"Lepasin dia cepet" ucap Teo sambil menodongkan pistol ke arah Y. Tapi kenapa Tuhan memberi kekuatan luar biasa pada Y sehingga Sarah yang di jadikan pelindung. "Tembak aja ga papa" ucap Y sambil mengarahkan Sarah kedepannya.


"Awas" Teo menurunkan pistolnya karena tak ingin melukai Sarah. "Mmmmppphhh ( cepet keluarin Dhani )" Sarah nggak nyerah semudah itu sampai mendapatkan apa yang di carinya.


"Sabar sayang.... okee kalian keluarin Dhani cepet" Y memerintahkan ABY ( anak buah Y ) untuk mengeluarkan Dhani setelah mendengar Sarah yang mencoba berbicara. Dhani yang diikat tangannya pun datang semua langsung senang.


"Okee Dhani sudah jadi milik kalian tapi Sarah milikku karena kau menukarnya dengan Dhani" ucap Y membuat kaget yang lain + Sarah sendiri juga kaget. "Ayuk by kita pergi" Sarah mencoba memberontak.


"Apa hm? Kenapa sih hm?" Sarah mencoba menghindari wajah Y yang makin mendekat ke arahnya sampai sampai ia bisa mendengar suara nafasnya. "Mmmppphhh (lepasin aku)" Sarah memberontak sekali lagi.


Y tersenyum dan mencengkram dagu Sarah yang menitikkan air mata yang seharusnya tidak keluar. Y langsung melemparnya ke tembok dan membelakangi Sarah serta teman temannya. "Sarah!!" Semua temannya langsung mengerubungi Sarah yang terbaring lemas.


🎧

__ADS_1


"Anak ibu hanya kecapekan saja jadi badannya lemas dan demam" ucap dokter yang baru saja memeriksa Sarah. "Ah baik dok makasih" dokter itu membungkuk dan pergi sedangkan Mama Rina masuk ke dalam ruangan Sarah bersama yang lain.


"Ini gimana kok Sarah bisa kayak gini?" Mama Rina menatap satu persatu teman Sarah sambil duduk di kursi panjang yang jauh dari ranjang Sarah diikuti Tante Elina dan Papa Rudi. Sedangkan teman Sarah kecuali Teo duduk di karpet dekat sofa. Lalu kedua adik Sarah sedang ngegame di depan tivi.


"Hehe anu te mmm" mata Mama Rina sekarang sedang memandangi Richo. "Anu apa?" Richo kicep dia tidak bisa mengatakan apa apa. "Jadi Sarah itu ngejar Dhani turun dari tangga te trus si Dhani kegelincir tapi di cegah Sarah dan karena ga hati hati Sarah deh yang jatuh"


*untung gue punya temen kayak lu yo* batin Richo. Dan tentu saja Mama Rina percaya dengan apa yang dikatakan Teo. "Makanya kalian kalo dirumah jangan kejar kejaran" omel Mama Rina sedangkan Dhani hanya manggut manggut.


"Ughhh" Teo yang kebetulan duduk disamping Sarah langsung menatap temannya itu. "Sarah?" Seketika semua yang berlalu riuh kini jadi hening dan beralih ke Sarah yang terbaring di atas ranjang rumah sakit. "Liza..." semua tercengang dan mundur beberapa langkah. "Li..li..za...?" Ucap Richo gagap.


20 menit kemudian..


Ruangan Sarah kini hanya menyisakan dirinya saja sedangkan keluarga ples sahabatnya pulang ke rumah masing masing. Kring kring (nada dering hp). Sarah mendapat telpon dari orang tak dikenal. Tapi dia tetap menerima telpon itu.


? : Sarah, boleh pinjem buku yang kamu pinjem tadi nggak?


Ya suara itu tak asing ditelinganya. Bagaimana bisa menjadi asing karena Sarah selalu mendengarnya kalau bukan Dika trus siapa lagi..

__ADS_1


*Sarah : Dikaaa.... eh anu dik aku lagi di rumah sakit jadi ga bisa minjemin sekarang.


Dika : siapa yang masuk rs?


Sarah: aku


Dika : kirim alamatnya nanti aku kesana


Sarah : rumah sakit cempaka putih di jalan ***** dik


Dika : otw*


Tut


Telpon pun dimatikan oleh Dika. Tak lama kemudian ada seseorang yang membuka pintu ruangan Sarah dan muncullah Y dengan pakaian serba hitam. "Eh siapa?" Sarah menoleh kekanan dan kekiri tapi tidak ada apa apa.


Lalu Sarah kembali memejamkan matanya. Tiba²

__ADS_1


__ADS_2