
"Iya" Coach berdiri dan mengambil piala. "Kalian boleh pulang" Lalu Coach pergi begitu saja meninggalkan anak didiknya yang sedang bertos.
Sarah langsung menancapkan gas motor setelah selesai memakai kaos berlogo sma kejora untuk menutupi jerseynya yang di basahi oleh keringatnya.
Ia membelokkan sepeda motornya ke arah parkiran rumah sakit cempaka dan berlari memasuki rumah sakit hingga menaiki tangga dan mencapai lantai 3 rumah sakit.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Teo terbuka dan masuklah Sarah dengan wajah penuh keringat. "Sarah!! Eh liat tuh keringatmu" ucap Leola. Richo pun mengambil tisu dan membantu adik sepupunya mengelap keringatnya.
"Gimana lombanya Sar?" Kini Arvan yang mendekat. "Hmm gitu" Putri yang asyik dengan handphonenya langsung bangkit dari tempat duduk. "Woah Sarah kamu menang yaa. Wah jadi kaptennya juga" semua langsung menatap Putri dan berlari menuju Putri.
__ADS_1
"Capek ya Sar" Mama Desy menyodorkan segelas air putih. "Udah sering tan. Eh Teo?! Kapan bangun?" Sarah terkejut melihat Teo yang baru keluar dari kamar mandi. "Barusan" Teo tersenyum.
"Oh kalo gitu nih buat kamu ama tante Desy. Richo nih makan sama yang lain" Sarah menyodorkan kantong berisi bubur ayam kepada Teo dan Richo. "lah kok cuman sepuluh kamu ga makan Sar?"
Sarah menoleh ke arah Richo dan menggeleng. "Nih kamu makan aja tadi juga udah di beliin Richo apel" Mama Desy menyodorkan buburnya ke arah Sarah. "Ah enggak tan saya tadi udah makan masih kenyang sekarang" Sarah mengembalikan bubur itu ke Mama Desy.
*kalo aja aku punya anak kayak Sarah* batin Mama Desy dan melihat Sarah yang melepas sepatunya untuk di ganti dengan sandal.
π
Hari hari berlalu kini Teo di bolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Dan sekarang Sarah dkk ada di rumah Teo karena hari ini hari ultahnya Teo. Yaa sekarang sudah berakhir mestinya. "Yaudah te, yo kita pulang dulu ya"
"Iya sih tapi pas lagi panasnya musim kan jadi sejuk kan pohonnya rindang rindang" sahut Leola tetapi masih fokus dalam menyetir motor. Yang lain sedang asyik berbicara sedangkan Sarah dan Yujin asyik dengan kegiatannya sendiri.
Yujin sedang bertelponan dengan Teo. Sedangkan Sarah berada di depan seluruh temannya. Bisa dibilang Sarah ada dibarisan paling depan. Sarah yang berada di depan dan bisa dibilang pemimpin jalan mendengar sesuatu yang berasal dari semak semak.
__ADS_1
Srek
Srek
Sarah menoleh ke arah kanan dan kiri tapi tidak melihat apapun. Richo yang melihat saudarinya seperti orang kebingungan memajukan motornya. "Kenapa Sar?" Sarah menoleh ke arah Richo dan menggeleng.
Merasa ada yang mengikuti Sarah menghentikan motornya dan turun lalu melihat ke kanan dan ke kiri menuju semak semak. Semua temannya bingung dan menghentikan motornya. "Kenapa Sar?" Tanya Leola yang ikut turun dari motornya begitu juga dengan Rara yang diboncengnya.
Perasaannya merasakan bahwa ada hal buruk yang akan terjadi dan Sarah merasakan ada seseorang di belakang mereka yang sedang berjalan kemari. Meski tidak ada suaranya tapi ia masih bisa merasakan ada aura jahat di belakangnya. Sarah pun menoleh dan...
"Richo awas" Sarah berlari ke belakang Richo dan menendang seseorang berbaju serba hitam. Akhirnya sekelompok begal malam [sebenernya itu Y dan anak buahnya gaes] keluar dari semak semak. "Aku sudah menduganya" ucap Sarah dan menyiapkan kuda kuda untuk berjaga.
"Hey kita bertemu lagi gadis indigo. ah maksudku man.tan.ga.dis.in.di.go" ucap Y penuh penekanan saat kata kata 'mantan gadis indigo'. "Ternyata kau Y" Richo melangkah maju dan menghampiri Sarah serta Y. "Yo adik seorang pembunuh"
Sarah melihat Richo yang mengepalkan tangannya mengelus pelan pundak Richo. "Mau apa kau?" Tanya Sarah sedangkan Y hanya tersenyum. "Pernah denger kata kata 'nyawa dibayar nyawa nggak? Sekarang aku lagi pengen itu" ucap Y sambil menampilkan senyum tak bersahabat kepada semuanya.
__ADS_1
Hai ini visualnya Teo ya