
/semoga setelah ku pergi dunia menjadi lebih indah daripada saat aku berada disini/
'-Danendra Reyan-'
πππ
"Sekarang kamu mau kemana nggak tau apa sekarang hampir jam set 12 malam hah?!" Kekhawatiran muncul diwajah Endra yang terlihat jelas bagi Sarah.
"Aku ngga bisa tidur jadi aku nyari cemilan buatku cemil tapi pas nyari ngga ada. Jadi aku ke supermarket seberang" jelas Sarah sambil menunjuk ke arah supermarket di depan mereka.
"Yaudah aku ikut" Endra menarik tangan Sarah. 15 menit kemudian mereka keluar dari supermarket dan menuju ke rumah Sarah.
Begitu Sarah masuk ada seorang pria tinggi dengan jaket kulit hitam menghampiri Endra. "Katanya kamu dah ngasih dia ke Teo"
Endra menoleh dengan senyuman di wajahnya. "Aku hanya mengucapkan selamat tinggal untuknya"
ππ
Sarah melihat sebuah kertas berada di lokernya dia sedikit takut antara mengambil atau tidak. Tapi itu hanya kertas tidak mungkin ada apa apa jadi dia putuskan akan membukanya. Dan..
"Eh kok ga biasanya ya kan Sarah ada didalam kelas waktu istirahat" Putri langsung nyelonong duduk di meja depan Sarah. Sedangkan Fatan hanya melihat kebiasaan pacarnya yang mulai kumat.
__ADS_1
"Palingan juga lagi nunggu Endra Put" sahut Rara dengan duduk di sebelah Sarah. Alhasil karena kedatangan mereka kertas yang ditemukan Sarah di loker tak jadi di bukanya.
"Apaan tuh?" Leola melihat ke arah kertas yang dipegang Sarah, sedangkan yang ditanya malah diam dan membuka kertas itu.
Setelah membaca semua isi kertas itu Sarah menjatuhkan kertasnya yang ditangkap dengan cekatan oleh Teo. Semua langsung menggerumuni Teo.
Kertas tersebut bertuliskan ::
***Sar jangan cari aku yaa... aku pergi ke amrik dan nerusin pendidikan disana sampai selesai. Sekalian ayah ada disana jadi aku kesana, tentang yang kemaren aku minta maaf lagi.
Danendra Rayen***
*jadi anak ini pergi ke amrik gara gara yang kemaren yah?* batin Teo sambil menyerngitkan dahinya. Mereka dibuat terkaget kaget melihat tangan panjang Sarah mengambil alih kertas tersebut lalu meninggalkan kelas.
"Oh si ketos itu ya tadi keluar di ruang guru" jawab siswa yang ada dikelas Herry. "Thanks" Sarah membalikkan badan dan ntah darimana asalnya dada bidang yang di bentur Sarah.
"Aishh si~" Sarah mendongakkan kepalanya dan menatap mata hitam Herry. "Eh kakak. Oh iyaa..."
"Kak aku pengen kakak jawab pertanyaanku dengan jujur. Di mana Danendra sekarang?" Yang lain pun menyusul dan keluar mengikuti Sarah.
"Emang Endra di surat itu nggak ngasih tau?" Sarah menatap Surat itu dan menggengam erat. "Jadi Endra bener bener ke amrik?" Herry mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Trus kenapa Kak Herry ga ngelarang Endra!" Bentak Sarah untung saja di depan kelas Herry sepi. Lagi ga ada orang weh.
"Aku mana bisa Sar. Coba kamu yang berhentiin dia. Kemungkinan keretanya berangkat nanti jam 7 malam" Sarah mengangguk menandakan bahwa dia mengerti.
πππ
*dimana sih Endra nih* batin Sarah yang telah lama menunggu di stasiun. Tiba tiba matanya menangkap seseorang yang di tunggunya. Dia langsunh berlari mengejar Endra secepat mungkin.
"Danendra!"
Endra pun menoleh ke arah asal suara. *sa..sarah..* Endra dibuat terkaget kaget melihat siapa yang berteriak di belakangnya.
"Sarah? Ngapain disini? Ah aku tau pasti mau ngucapin selamat tinggal kan?" Sarah yang geram karena bercandaan Endra ngga lucu mencubit lengan Endra.
"Aduh.. sakit tau" Sarah mengerutkan alisnya. Dia marah. Endra pun tersenyum dan tertawa terpingkal pingkal.
"Heh kamu bilang sakit ya? Sakit mana sama aku yang kamu tinggalin surat dan bilang mau ke amrik ha?!" Bentak Sarah tapi Endra hanya tersenyum menanggapinya.
"Malah senyum. Au ah" Sarah berbalik dan mengembangkan pipinya. Endra pun menarik tangan Sarah agar ia berhenti.
"Maaf, aku nggak bermaksud gitu" Sarah yang melihat Endra menunduk lesu jadi merasa iba.
__ADS_1
^^gmw^^..