Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 29


__ADS_3

"Maksudnya" Y hanya tersenyum dan tak menghiraukan pertanyaan Sarah dan menyuruh anak buahnya menyerang. Semua sedang bertarung dengan semangat dan juga takut karena anak buah Y mempunyai senjata. Saat sudah selesai membalas serangan anak buah Y tiba tiba lengan Sarah di tarik seseorang kedalam pelukannya.


*aroma yang asing* batin Sarah lalu mengangkat wajahnya dan nampaklah Y memeluknya. "Apa yang kau mau?" Sarah melepas pelukan tapi tangannya masih tetap di genggam oleh Y. "apa yang aku katakan tadi kurang jelas?" Tanya Y sambil menatap mata Sarah dalam.


Meski Sarah tidak dapat melihat wajah asli Y karena masker dan kacamata hitam tapi dia masih bisa merasakan tatapan dari Y. "Richo telah membuat keluargaku tiada jadi aku ingin membuat dia merasakan apa yang dirasakanku dengan menghilangkan nyawanya" ucap Y tegas. "Tidak mungkin. Itu pasti tidak di sengaja"


Y tersenyum di dalam maskernya. "Apa membakar rumah di sebut tidak sengaja?" Sarah terkejut. "Sebenarnya yang aku incar bukan hanya Richo" Y menyentikkan jari tandanya berhenti bertarung dan dengarkan perkataannya.


"Siapa?" Tanya Sarah. Y melepaskan tangan Sarah dan mendorongnya hingga jatuh ke tanah. "Sarah!!!" Teo berteriak memanggil Sarah setelah melihatnya terjatuh. "Te...teo?" Teo hanya mengangguk dan kembali menatap Y.

__ADS_1


"Kau tanya siapa? Heh tunggu saat kita bertemu" Y dan anak buahnya pergi meninggalkan mereka. "Apanya yang siapa?" Tanya Richo kepada Sarah. "Kata Y yang dia incar diantara kita bukan hanya kau" ucap Sarah dan Teo menolong Sarah untuk bangun. "Hah?! Aku?!" Richo menunjuk dirinya sendiri.


"Iya katanya kau telah membuat seluruh keluarganya tiada" Sarah mengingat perkataan dari Y. "Mari kita pulang" ucap Richo lalu menaiki motornya. "Makasih yo udah jauh jauh kesini" Teo mengangguk lalu kembali pulang ke rumahnya begitu pula dengan yang lainnya.


.


"Hey sepertinya kita pernah bertemu" ucap siswa yang berada di belakang Sarah. Sarah pun menoleh dan menyerngitkan dahinya. "Kurasa kau salah orang" siswa itu malah ketawa terbahak bahak. "Padahal baru kemaren ketemu sekarang udah nggak ingat. Yaudah aku pergi" siswa itu pun pergi dan Sarah hanya menatapnya kebingungan.


"Richo.." teriak Sarah saat melihat semua temannya berkumpul bersama Richo di depan kelas Teo. "Kenapa cari aku biasanya ke perpus" Sarah duduk di sebelah Richo. "Ini penting" Richo menatap tatapan Sarah yang membuat mereka saling menatap.

__ADS_1


"Apa?" Sarah menarik nafas panjang. "Kau pernah cerita kalo kak veno pernah ngebakar rumah temen kau yang namanya.... Reno nggak sih?" Richo mengangguk. "Ceritain gimana kejadiannya" Richo menatap adiknya dengan tatapan sedih. "Nanti kau pingsan lagi gimana?" Sarah menggeleng.


"Jadi aku itu di bully sama Kaka dkk trus Kak Veno itu nggak terima kalo aku di bully dan kak veno ngeliat aku di dorong ama adik dan kakanya Kaka jadi kak veno marah. Dan memutuskan buat mbakar rumah mereka tapi hanya Kaka yang selamat dari kejadian itu dan ngelaporin kak veno ke polisi sekarang kak veno pasti dihukum mati"


Sarah memutar otaknya. "Yes memang bener dugaanku" semua menatap Sarah bingung karena tersenyum gembira sendiri. "Hehe jangan diliatin gitu dong. Aku kasih tau sesuatu. Kemungkinan Y itu Kaka Ric" Richo langsung menegakkan posisi duduknya. "Darimana kau tau?"


"Dalam ceritamu jelas kesalahan itu di buat karena Kaka yang ngebully kau kan? Trus kalo misalnya kita ada di posisi Kaka sekarang pasti dia nyebut kalo Richo yang membuat kesalahan karena dia tidak mengira akan kehilangan keluarganya. Dan kemaren Y bilang kalo keluarganya tiada dalam kebakaran rumah karena Richo dan ada orang yang sengaja membakarnya"


"Apa kalian mengerti maksudku?" Semuanya mengangguk. "Kau sepupuku paling cerdik. Tapi kita tunggu saja sampai dia membuka topengnya" semua pun mengangguk setuju.

__ADS_1


Sarah menghela nafas.


__ADS_2