Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 30


__ADS_3

Sarah menatapi kalender dengan serius. *kurang tiga hari ultahnya Rara tapi tenang aku udah nyiapin hadiah dari hari ultah Teo* batinnya. "Sarah Richo ada Teo tuh di ruang tamu" Richo segera membuka pintu kamar dan berlari menuruni tangga. Sedangkan Sarah masih mengganti bajunya dan menyusul turun ke bawah.


"Kenapa yo kesini?" Sarah duduk disebelah Richo dengan membawa tiga cangkir berisi teh hangat. "Emang nggak boleh ya?" Sarah menganga dan mencoba mencari alasan. "Enggak sih tumben aja" jawab Richo menggantikan Sarah menjawab. "Jadi aku kesini buat ngasih tau sesuatu"


"Kaka juga punya dendam ke aku. Aku ga tau sih gimana ceritanya dia sampe dendam ke aku. Waktu smp ada siswi yang bunuh diri di sekolah trus setelah siswi itu meninggal Kaka nemuin aku dan bilang kalau ini semua salahku lalu dia pergi" Sarah tertegun akan penjelasan Teo.


"Tapi itu belum tentu barangkali ada yang lain" ucap Sarah dengan wajah serius.


"Yaudah gimana kalo besok kita ngumpul di perpus dan ngebahas ini sama yang lain?" Teo mengangguk setuju sedangkan Sarah menggeleng.


"Aku ngga bisa besok aku udah libur banyak jadi aku besok mau latihan di musik" Richo dan Teo mengangguk. "Yaudah lusa aja" Teo memberi keputusan yang di sepakati kedua saudara itu.


"Kalau menurutku tidak ada yang punya masalah sama Kaka. Tapi... mana ada yang tau dibalik sifat cuek fatan?" Sarah tiba yiba mengusul.


"Iya juga sih. Semunya ga nunjukin ada masalah tapi diliat aja besok"


//-


Dua hari kemudian...

__ADS_1


"Jadi kita disini mau ngapain?" Tanya Rara penasaran. "Hmm.. jadi aku mau tanya sama kalian semua. Jawab jujur. Siapa yang pernah berhubungan dengan Andika Reno?"


"Andika Reno bukannya orang yang pernah kamu bilangin waktu di rs itu ya?" Putri memastikannya dan mendapat anggukan dari Richo.


Semuanya menggeleng lalu memandangi Teo. "Kalian yakin? Kalian jawab jujur kan?" Kini giliran Teo yang memastikan jawaban temannya. "Beneran mah kita" ucap Rara mewakili yang lain.


Tiba tiba ada yang menepuk pundak Sarah. "Kemaren kemana aja sih aku cariin kamu loh" Sarah menoleh dan menatap wajah Dika.


"Anu kemaren aku ada di ruang musik lagi latian" Dika manggut manggut lalu membisikkan sesuatu pada Sarah.


"Lain kali kalo pergi kabarin aku" bisiknya lalu pergi. Sarah hanya mengangkat bahunya.


"Pacar baru Sar?" Sarah terkejut atas pertanyaan Arvan. "Ngga baru kenal juga" mereka pun kembali dalam pembicaraan.


Seketika semua menoleh ke arah Sarah. "Dan satu lagi. Kemungkinan aku juga incaran dia" ya setelah kalimat itu keluar dari mulut Sarah semua temannya membelalakkan mata mereka.


"Ha?! Kok bisa" mereka semua menggeleng tak percaya ke arah Sarah.


"Ya bisalah. Dengerin. Semenjak pertama kali ketemu sama Y dia udah manggil aku indigo dan aku sendiri nggak tau kalo aku indigo. Dan dia juga nanya aku mau manggil Elizabeth"

__ADS_1


Pandangan Sarah tertuju pada Richo. "Emamg aku kalo ada masalah manggil Elizabeth ya?" Richo mengangkat bahunya.


"Tanya aja sama Yujin katanya temen" sekarang Sarah memandang Yujin meminta jawaban.


"Iya. Dulu kamu sering bilang 'jangan khawatir kalo ada masalah Elizabeth slalu ada di bahu kananku kok' gitu" jelas Yujin.


"Hmm ini bisa jadi kemungkinan kamu diincar sama si Y itu" ucap Teo disertai anggukan dari semua orang termasuk Sarah.


^>^


Sarah sedang menguncir rambutnya dengan kuncir rambut dan menghadap ke cermin.


Ting


||Kalo mau dia selamat kamu harus dateng ke rumah tua jalan xxx no xx


-Y||


*kak herry!* Sarah segera membanting handphonenya ke atas ranjangnya. Lalu mengganti pakaiannya menjadi serba hitam mulai dari kaos, celana, sepatu, jaket sampai masker.

__ADS_1


Lalu turun dengan cepat dan mengambil kunci motor sembarangan. Wkwk. Sarah ngambil kunci motor ninja adiknya yang namanya Dito :)


Sampai di rumah tua Sarah langsung memasuki rumah itu dan melihat Kak Herry dengan kedua tangannya yang di tali.


__ADS_2