Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 31


__ADS_3

"Lepasin kak Herry" tanpa basa basi anak buah Y langsung menyerang Sarah begitu pula sebaliknya sampai pada akhirnya anak buah Y babak belur.


Sarah berjalan ke arah Herry dan melepaskan ikatannya. "Bagus bagus" Y datang dengan bertepuk tangan.


"Herry cepat" Herry langsung mengikat kedua tangan Sarah dengan tali yang digunakan untuk mengikat dirinya tadi.


"A..apa yang terjadi?" Sarah kebingungan dengan yang dilakukan Herry. *maaf Sarah* batin Herry lalu meletakkan Sarah di tempatnya diikat.


"Dimana Rosa?" Y membawa seorang gadis kepada Herry yang langsung memeluknya setelah melepaskan ikatan tangannya.


"Kau bisa pergi" Herry dan gadis bernama Rosa. "Kak Herry!!" Sarah berteriak sekeras mungkin tapi tidak ada hasilnya.


"Percuma. Sekarang aku tanya kamu. Gimana kalo kamu jadi pacar aku? Aku gabakal dendam ke kamu lagi deh" Sarah menatap Y yang menutupi mukanya dengan kacamata dan masker hitam sama sepertinya.


"Engga!" Y tercengang. "Kenapa?" Sarah mengerutkan dahinya. "Percuma saja bila aku berpacaran denganmu saudara dan temanku tetap kau siksa" ucapnya.


"Kau memang teliti" Y hanya tersenyum miring kepada Sarah.

__ADS_1


ீ҉


"Richoo!" Herry berlari ke arah Richo dan kawan kawan di resto yang mereka janjikan akan makan bersama.


"Ada apa?" Richo menoleh ke arah Herry dengan santainya. "Sarah dalam bahaya" seketika Teo membelalak dan berdiri dari tempat duduknya lalu pergi ke arah parkiran.


Mereka semua berangkat menuju rumah tua dimana Sarah diikat oleh Y disana. "Lepaskan dia" Teo masuk dengan menendang pintu membuat Sarah yang menunduk jadi mendongak dan tersenyum.


"Tidak semudah itu" Y memasang senyum miringnya lagi. "Kau harus mengikuti kesepakatanku dan memilih salah satu dari dua pernyataan yang aku berikan bagaimana?"


"Baik cepat bicara!" Bentak Teo lagi. "Kau bisa menukarkan Herry untuk masuk ke elang merah dan aku akan melepaskan Sarah hidup hidup. Dan...jika Herry tidak ingin ditukarkan maka jangan harap mendapat Sarah dalam keadaan hidup hidup" Semuanya langsung membelalak.


"Tentu... X lepaskan Sarah" X yang termasuk rekan baik Y itu melepaskan ikatan tali pada tangan Sarah. Memang Y tidak ingin memberi tau nama aslinya dan ke tiga rekannya kecuali Herry yang sudah diketahui.


"Kak Herry..." Sarah berjalan pelan melewati Herry yang juga berjalan tanpa menatapnya menuju Y. Sarah dan yang lain langsung pergi keluar dari rumah tua itu.


"Bos kok ga ditahan?" Y menoleh ke anak buahnya. "Biarkan"

__ADS_1


😈


Keesokan harinya..


"Hepibesdey Rara" ucap semua orang di perpustakaan. "Makasih loh smuanya" Rara menerima hadiah dari teman temannya.


"Ra semoga kamu senang sama hadiah dariku" ucap Sarah sambil memberikan kado kepada Rara. "Apaan nih?" Tanya Rara penasaran lalu membuka isi kado dari Sarah.


"Wuahh buku ini bukannya udah habis ya?" Rara menatap Sarah. "Iya sebenernya itu aku mau kasihin ke Leola kan aku punya dua tapi Leola udah punya Putri juga udah punya dan kamu katanya kehabisan" Rara seketika mengembangkan senyumnya.


"Aaaa makasih Sarah" Sarah kaget karena Rara tiba tiba memeluknya. "Iya sama sama" Rara pun melepaskan pelukannya. "Yaudah sekarang aku traktir kalian yuk ke kantin" Sarah hanya berdiri di tempat. "Nggak ikut?" Tanya Teo dan Sarah pun menggeleng.


Setelah mereka pergi Sarah menghampiri Bu Rini, guru penjaga perpustakaan. "Bu.. ada yang bisa dibantu nggak?" Bu Rini yang sedang menata buku pun menoleh. "Ah ada ini deh bantuin Bu Rini nata buku ini. Bu Rini mau makan dulu"


Bu Rini meninggalkan Sarah serta tumpukan buku yang akan di tata di rak. "Oh iya Sar kamu nggak makan?" Sarah menoleh ke belakang. "Engga bu masih kenyang" Bu Rini mengangguk dan pergi keluar perpustakaan yang sepi.


Saat asyik menata buku tiba tiba ada yang menyenggol lengan kanan Sarah membuat buku yang di pegangnya jatuh ke lantai. "Eh Dika!" Ya orang itu adalah Dika.

__ADS_1


"Sa...sarah eh sorry banget ya aku ngga liat" Sarah mengambil buku.


__ADS_2