
Sarah pov
Aku melihat Dika pergi begitu saja dari bangunan tua dan kotor ini dengan air matanya yang membasahi pipi kanan dan kirinya. Aku memamng merasakan apa yang di rasakannya saat aku kehilangan Cici. Tapi dia ditinggalkan oleh seluruh keluarganya.
"Ouh okee" Aku mencoba berdiri demi sedikit karena masih lemah dan pengelihatanku juga kabur. Aku berhasil berdiri tapi tidak seimbang dan hampir saja terjatuh jika aku tidak di tolong oleh Teo. Tangannya melingkar persis di pinggangku.
"Hati² Sarah" Teo melepaskan tangannya dan memegang bahuku untuk membantu menyeimbangkan tubuh.
Srettt
Aku noleh ke arah lengan kananku yang darahnya mengucur deras ke lantai. Dan...
B u r a m . . .
š¦
Author pov
Sarah membuka mata dan melihat sekelilingnya yang berwarna abu² kalau bukan kamarnya sendiri. "Kau sudah bangun?" Tanya seseorang yaitu Arvan. Sarah mendudukkan dirinya dan mengangguk. *ishh* Sarah menatap lengan kanannya yang di perban.
"Masih sakit?" Sarah menatap mata Teo sebentar lalu menggeleng.
"Siapa yang merawatku?" Teo dan yang lain pun menunjuk ke arah Citra yang kaget karena ditunjuk. "Apa?" Mereka menggeleng secara bersamaan.
__ADS_1
Hari² berlalu... kini luka pada lengan kanan Sarah sudah sembuh dan ia pergi kesekolah dengan semua sahabatnya. "Kantin yok" ucap Leola kepada semuanya.
"Kalian duluan deh aku mau ke suatu tempat" semua pun mengangguk lalu pergi duluan ke kantin.
"Pertama aku hrs nyari di kelasnya Dika" Sarah pun berjalan menelusuri koridor dan pergi ke kelas 11 IPS 3 tepatnya itu kelas Dika.
"Permisi, aku mau nanya... Dika ada nggak?" Anak berambut pendek se bahu yang duduk membaca buku di dekat jendela pun menoleh.
"Eh.. anu.. Dika ga masuk beberapa hari ini" Sarah pun tercengang. "Bisa jelaskan sedikit info?" Siswi itu mengangguk.
"Jadi mulai senin kemarin Dika sdh nggak masuk sekolah. Saat hari ketiga aku denger dari salah satu guru kalo si Dika itu udah ijin ke kepsek langsung. Katanya dia sementara nggak bisa melanjutkan sekolah tapi untuk beberapa hari atau minggu dia akan kembali. Kepsek juga ngijinin"
Sarah mulai berfikir keras tapi dia menghentikan kegiatan berfikirnya dan beralih ke arah siswi yang memberi tau info tentang Dika.
"Kalo ada anak yg ijin selama itu pasti ga boleh tapi kok Dika gapapa ya?.. jangan² mereka ada hubungan" gumam Sarah sambil terus berjalan hingga sampai di depan ruang kepsek.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" Sarah membuka pintu ruangan perlahan. "Oh?? Ada apa??" Sarah menampilkan senyumnya dan melangkah ke arah kepsek.
__ADS_1
"Pak saya ingin tanya sesuatu apakah boleh?" Kepsek yang sedang makan siang pun menghentikan kegiatannya sejenak.
"Baik.." Sarah tetap menampilkan senyumnya dan mengepalkan tangannya karena gugup. "Bapak tau dimana teman saya yang bernama Andika Reno?" Pak kepsek langsung kaget dan menatap Sarah.
"Apa hubunganmu dengannya" senyum Sarah kini kian luntur. "Saya ada suatu masalah dengannya dan kemarin saya melihat dia sedih karena masalah itu jadi saya ingin minta maaf kepadanya"
"Dan saya dengar Dika meminta ijin langsung ke anda jadi setidaknya dia mengatakan dimana dia pergi ke anda... saya merasa bersalah...pak..." Pak kepsek bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Sarah.
"Itu benar.. dia ada disini... dia bilang dia sedang sakit jadi dia minta ijin ke saya. Kebetulan alm. Ayahnya Dika adalah sahabat saya" Sarah tercengang dan menatap Pak kepsek dgn tersenyum. "Begitu pak..?" Pak kepsek pun mengangguk.
.
Flashback on
Sarah berjalan di kegelapan malam bersama dengan Herry setelah pergi ke gramed. "Kak.." Herry pun menoleh ke Sarah yang di anggap seperti adiknya itu. "Kenapa?"
"Kak herry salah satu temen Dika waktu itu jadi kaka taukan dimana Dika tinggal?" Ya seperti yang lain kali ini Herry juga tercengang. "Mmm setauku dia tinggal di pabrik waktu itu".
Sarah kini yg dibuat tercengang. "BENERAN KAK?!" Herry menutup telinganya dan mengangguk. "Ouh oke"
Flashback off
leola kirana : f
__ADS_1