Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 33


__ADS_3

"Jadi gimana?" Bahkan Sarah dan Teo saja belum duduk udah ditanya. Dasar temen ga ada akhlak-, Tapi untung aja mereka bijak jadi di buletin deh. "Apanya yang gimana?" Tanya Sarah balik. Permainan dimulai. "Ya gimana sama Dikanya?" Tanya Rara kesel.


"Gimana apanya seh" Sarah membulatkan perkataan Rara agar dia bingung. "Lah rencananya yang kemaren ntu ga kamu jalanin?" Sarah pura pura bingung dengan menaikkan alisnya. "Rencana paan?"


Rara menghela nafas "au ah puseng aku" seketika meja penuh dengan tawa dari sepuluh human :) yang sedang duduk di meja. "Kamu tuh ya orang kita aja belum duduk udah main tanya aja" ucap Teo lalu duduk di antara Sarah dan Arvan.


"Tapi ya ga usah ngeselin gitu juga. Bikin orang naik darah aja" Rara ngambek nie. "Ngambek ciee. Ya kalo naik darah tinggal di turunin darahnya" Sarah tersenyum polos seakan akan dia tidak membuat kesalahan. "Mantap" balas Arvan dan Yujin. "Kalian ini ya..."


"Apa?! Aku cantik?! Oh baru tau ya" yeh tiba tiba Putri nyaut aja tuh. "Hemm telinga lu minta di servis ye put" canda Sarah yang berhasil membuat semua tertawa. "Udah udah sekarang gimana bener Dika itu Andika Reno?" Tanya Richo.


Sarah dan Teo saling memandang lalu menggeleng. "Ngga namanya Andika Fauzi" ucap Sarah sambil meminum jus apukatnya. "Ouh jadi kita salah tebak ye" Leola ikut nimbrung. "Hooh ya gitu" Sarah kembali menyedot jus apukatnya.


__ADS_1


"Mama sama papa mau kemana?" Tanya Sarah ketika melihat Mama Rina dan Papa Rudi berpakaian rapi dan hendak membuka pintu rumah. "Kita mau nyusul Tante Elina. Kalian dirumah aja" pesan Mama Rina diikuti dengan anggukan Sarah, Richo dan Arga.


《Dito itu sering keluar katanya sih mau main aja》


Beberapa menit kemudian...


Ceklek


Pintu terbuka dan menampilkan empat orang di depan pintu rumah Sarah. "Assalamualaikum" Tante Elina beserta adik Richo yang bernama Dhani membawa kopernya masuk ke dalam rumah diikuti Mama Rina dan Papa Rudi di belakang. "Waalaikumsalam" 3 anggota keluarga lainnya yang tak lain Sarah, Richo dan Arga langsung menyalimi Tante Elina.


Tak lama setelah kepergian para ortu Dhani membuka pintu rumah tapi ketahuan oleh Sarah yang insting dan pendengarannya tajam atau bisa dibilang sensitif. Karena sekali ada sesuatu yang bergerak serta menghasilkan bunyi insting dan pendengaran auto nangkep suara dan pergerakan.


"Mau kemana Dhan, kan kau belom tau daerah sini ntar kalo terse~" ucapan Sarah terpotong. "Nggak bakal jauh" tanpa ba-bi-bu Dhani langsung keluar dati rumah begitu saja. Tak lama bel rumah berbunyi. Arga membukakan pintu dan ternyata adalah siapa lagi kalo bukan 8 sahabat Sarah nd Richo.

__ADS_1


"Kalean kok disini?" Tanya Richo masih fokus dengan handphonenya. "Gak boleh?" Setelah Yujin mengucapkan kata kata itu semuanya bersiap untuk pergi. "Masuk aja" ucap Sarah tiba tiba dan masih fokus sama makanannya lebih tepat yaitu rotinya. Kan Sarah bread lovers :)


Tring


Notif dari handphone Sarah terdengar kembali. Dalam pikirannya dia menebak bahwa kalau tidak dari Mamanya pasti adeknya si Dito yang suka banget keluyuran dan main sampe gatau waktu dan tempat. Tapi ternyata dia salah. Pesan itu adalah kiriman dari.....


|Mau sodara kau idup mending ke rumah tua waktu itu. Ku tunggu kedatangannya


Y|


"Mau apalagi dah ni bocah" semuanya bersiap untuk menyusul Dhani. Dengan motor sendiri sendiri mereka melaju dengan kecepatan rata rata dan akhirnya sampai di rumah tua yang dimaksud Y. Ya tempat dimana Herry serasa menghianati Sarah dan mengikatnya untuk Y lalu meninggalkannya begitu saja di sana sendirian.


"Kembalikan Dhani" Sarah angry mode on. Ya saat dia masuk ke dalam ruangan yang biasanya untuk menyimpan musuhnya ia tidak menemukan Dhani disana.

__ADS_1


"Jangan terburu buru. Apa kata kalau kita main dulu?" Ucap Y santai sambil melangkah maju lalu menarik tangan Sarah ke arah pelukannya. "Hey kau mau ngapain adekku?!"


__ADS_2