Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 26


__ADS_3

"Richo, akhir akhir ini Sarah selalu menyendiri dan melamun ada apa?" Tanya Yujin dengan anggukan dari Leola dan Rara. "Entah. Mungkin dia masih ingin melihat Elizabeth" Rara dan Leola menjadi bingung.


"Elizabeth itu siapa?" Richo menghela nafas dan menjelaskan dari awal bertemunya Sarah dengan Elizabeth sampai Sarah kehilangan ingatan dan kemampuannya melijat makhluk lain.


*sepertinya Y itu adalah anak yang dikatakan Richo. Karena tidak mungkin tiba tiba ada orang yang ingin membunuh Richo kan?* ya itulah yang dipikirkan oleh seorang Sarah Nabila yang sedang melamun dan menyendiri.


😜


"Sarah. Hari ini kita mau njenguk Teo. Kamu ikut ngga?" Tanya Richo pada Sarah. Sarah yang sibuk dengan bola basketnya pun menoleh.


"Aku ikut tapi agak telatan mungkin jam sepuluh baru kesana" Richo memiringkan kepalanya. "Kenapa?" Sarah memutar bola matanya dan kembali fokus pada bola basket dan jersey untuk latihan.


"Aku latihan basket. Bye" Sarah segera keluar dari rumah dan pergi menuju sekolah untuk latihan. Karena pertandingan akan diadakan hari minggu yang akan datang.


"Yaudah aku kesana sendiri pasti mereka dah nunggu" gumam Richo dan pergi menuju rumah sakit.

__ADS_1


.


"Assalamualaikum" pintu terbuka dan menampilkan sosok Richo di depan pintu ruangan Teo. "Waalaikumsalam" Mama Desy dan keenam temannya + pacarnya, Citra seketika menoleh dan menjawab salamnya.


"Nih te buat tante sebenernya sih buat orang yang sakit tapi berhubung Teonya belum sadar ya buat tante aja" ucap Richo sedikit bercanda sambil menyerahkan sekantong buah apel.


"Yaallah Richo. Makasih ya jadi ngerepotin nih" Richo hanya tersenyum lalu duduk diantara teman temannya dan di sebelah pacarnya. Tapi ini rahasia ya...:)


"Sarah kemana Ric?" Tanya Mama Desy setelah meletakkan bungkusan berisi apel merah di meja sebelah ranjang Teo. "Latihan basket te hari minggu depan ada pertandingan" Mama Desy hanya manggut manggut mendengar penjelasan Richo.


"Jadi te gimana keadaan Teo?" Mama Desy mendengus pelan dengan pertanyaan Richo. "Perkembangan Teo menurun lagi" Richo turut menyesal menanyakan pertanyaan yang membuat Mama Desy sedih.


Semuanya kebingungan dengan penjelasan Mama Desy. Dipikiran mereka bagaimana bisa Teo hanya mampu menambah perkembangannya karena Sarah mengajaknya berbicara. Hanya Sarah...


Tapi pemikiran itu sepertinya tak berlaku pada Richo. Karena alasan itu Richo sudah pernah menanyakannya pada Teo. Dia tau pasti karena Teo menyukai Sarah maka dia dapat merespon dengan perkembangannya.

__ADS_1


"Berarti Sarah harus bicara pada Teo" semua menoleh ke arah Richo dengan kebingungan. "Ah iya kau benar Ric" Yujin mengangguk mengerti akan usulan Richo.


-,,


Sarah berusaha sekuat tenaga memasukkan bola ke dalam ring. Scor latihan kali ini tim Sarah mendapatkan poin sebesar 39 dan tim lawan mendapatkan poin 37. Ini cuman latihan di sekolah aja loh yaa..


Dan Sarah melakukan gerakan terakhirnya yang sangat di mahirinya apa lagi kalau bukan lay up. Mengejutkan.... bola berhasil masuk ke ring dan di waktu yang sangat pas peluit juga berbunyi menandakan waktu habis.


Sarah beserta timnya melakukan tos seperti biasa selesai bermain. Dan bertos juga dengan tim lawan serta Coach juga. "Hebat. Berarti kalian sudah siap ikut pertandingan ya kan?" Tanya Coach Wina kepada anak didiknya.


"Tentu Coach" jawab mereka serempak. "Baiklah kalian lakukan pendinginan seperti biasa lalu berdoa dan boleh pulang" seluruh peserta didik langsung melakukan apa yang di katakan Coach Wina.


Selesai semuanyaa... Mereka pulang ke rumah masing masing. Saat Sarah dan motor maticnya ada di gerbang sekolah tiba tiba saja..


"Sarah.. kok pulang lewat sana" Coach Wina mencoba mengagetkan Sarah tapi nggak berhasil nih gais:D. "Eh Coach. Iya anu.. njenguk temen Coach hehe"

__ADS_1


"Oh ya udah Coach duluan yaa" Sarah mengangguk dan ikut menancapkan gasnya.


gmw all❤


__ADS_2