
Malam Raya...
"Woah cantik banget..." kata Rara saat sampai di pintu masuk Malam raya.
"Kamu ga pernah kesini ya??" Ejek Arvan. Rara sama Arvan itu ga bisa akur dari dulu yaa ceritanya ga tau kapan akurnya. Wkwk.
"pernahlah tapi kan ga sebagus ini dulu" ucap Rara tambah lama tambah pelan suaranya.
"udah ah masa kita disini trus dengerin kalian brantem. Aku kesini tuh ngajak kalian buat seneng seneng bukan malah brantem" ucap Putri yang sedang bergandengan tangan dengan Fatan. Rara dan Arvan tidak mendengarkan melainkan malah melihat ke arah gandengan tangan Fatan dan Putri.
"yaudah yuk masuk" ucap Leola.
"Tan kesana yuk kayaknya bagus banget" ucap Putri sambil menunjuk toko baju sedangkan Fatan mengikuti sedari tadi.
"Rara kesana yuk seru deh disana" ucap Leola sambil menarik tangan Rara menuju ke sebuah wahana.
"Eh Jin ikut aku yok maen game" ucap Arvan Yujin pun ngangguk dan berjalan berdampingan dengan Arvan.
__ADS_1
*kesempatan!! Kalian memang baok banget sama aku* batin Teo.
"Teo kamu tau nggak toilet ada dimana?" Tanya Sarah kepada Teo yang sedang ngegame. (Para couo sukanya ngegame gaes Leola sama Putri juga).
"Tadi aku liat disana. Mau dianterin aku nggak enak sendirian disini" ucap Teo sambil mematikan handphonenya dan memasukkannya didalam saku celananya.
"Okeh. Yuk" ucap Sarah.
"Aku tunggu disini ya" ucap Teo saat ia duduk di kursi panjang dekat dengan toilet. Sarah pun masuk ke toilet tersebut.
Saat sedang asyik memandangi langit malam tiba tiba pandangan Teo teralihkan karena seorang anak laki laki terjatuh. Saat itu pula Sarah keluar dari toilet, tentunya Sarah pasti langsung berlari ke arah anak tersebut tapi keduluan dengan Teo.
"adek kecil sini biar kakak obatin kakinya" ucap Sarah lembut kepada anak tersebut. Sarah pun mengeluarkan selembar tisu basah antiseptik.
"Tahan yaa" ucap Sarah sambil menyapu bersih pasir dan darah yang ada dilutut anak kecil tersebut hingga terlihatlah goresan penyebab lutut anak itu berdarah.
*dia sama seperti dulu masih saja baik hati dan penyayang* batin Teo sambil tersenyum melihat Sarah mengobati luka anak kecil itu.
__ADS_1
"Selesai" ucap Sarah sambil mengelap keringatnya. "Makasih kak" ucap bocah itu dan berdiri lalu memeluk Sarah. Sedangkan yang dipeluk hanya tersenyum manis.
"Adi!!" Ucap seseorang dari belakang Teo seketika Teo dan anak kecil itu berbalik sedangkan Sarah melihat kedepan. Muncullah seorang wanita yang umurnya sekitar 30-an dari kegelapan malam.
"Momy.." ucap anak yang dipanggil Adi tersebut sembari melepas pelukannya dari Sarah.
"Apa yang terjadi sayang?" Tanyanya. "Tadi aku jatuh mom terus dua kakak ini bantuin aku ngobatin" jelas Adi yang kini ganti memeluk ibunya. "Beneran? Kalo gitu makasih ya. Yaudah kita balik dulu. Sekali lagi terimakasih sampai jumpa" ucap ibunya dan berjalan meninggalkan Sarah yang ada didepan Teo.
Sarah tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Adi yang membalasnya dengan lambaian tangan. Teo melangkah maju dan membisiki Sarah.
"Ayok" ucapnya. Seketika Sarah bergidik geli langsung menoleh ke arah Teo. "Ayo kemana?"
"Kamu ikut ajaa.." ucap Teo sambil berjalan pergi. Sarah yang tak ingin ditinggal langsung berlari mengejar Teo.
-.-.-
***Gmw readers... aku ingetin lagi yaa buat klik like♡ dan favoritekan... kalau ada yang mau komen komentar aja ga papa.... penuhin kolom komentarnyaa... byee🙋
__ADS_1
Saranghae😙💞***