Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 22


__ADS_3

"Eh Richo satu kelompok yuk"


"Enak aja Richo satu kelompok aku yakan Richo?"


"Apaan sih Richo tuh sama aku"


Richo yang mendengar perdebatan itu pun mendengus kesal lalu berdiri dan membanting meja. "Diem. Aku ngga akan ngomong untuk kedua kalinya jadi dengerin baik baik" semua orang langsung diam begitu pula Citra yang melihat sisi lain Richo.


Ia kaget tapi tidak ada salahnya punya teman seperti itu. "Aku akan sekelompok sama dia" ucap Richo sambil menunjuk Citra yang kebingungan.


'Haaaa? Sekelompok sama si culun itu?' Bisik salah satu siswi pada siswi lainnya yang mendapatkan tatapan tajam dari Richio. "Mulai sekarang ngga ada yang manggil dia culun ngerti?!" Teriaknya kepada seisi kelas.


*Richo.....*


\>.~β™‘πŸ˜β™‘~.<


"Cit kerkel dimana?" Tanya Richo kepada Citra yang sedang memandangi langit sepulang sekolah. "Gimana kalo dirumahmu?" Richo membulatkan matanya dan menoleh ke arah Citra.


"Kenapa?" Tanya Citra yang merasa di tatap lama oleh Richo. "Nggak. Kenapa dirumahku? Nggak dirumahmh aja?" Citra melirikkan matanya mencari alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan Richo.


"Aa..aku juga pengen ketemu ama Sarah" alasan Citra mampu meyakinkan Richo dan segera menancapkan gas pergi ke rumah Sarah. Rumah Sarah ya bukan rumah Richo, Richo kan nginep:)


S a r a h ' s h o m e


"Ini rumah Sarah" Richo hanya mengangguk dan mempersilahkan Citra masuk. Kebetulan sekali Sarah juga turun dari atas dengan menggunakan kaos lengan panjang.

__ADS_1


"Citra... hay..." ucap Sarah sambil melambaikan tangan ke arah Citra yang juga melambaikan tangannya ke arah Sarah. Sarah mempersilahkan Citra duduk dan ia pergi ke dapur untuk mengambilkan minum + cemilan.


Hmm seperti biasa Sarah juga campur tangan atas tugas Richo. Tapi kali ini dia membiarkan Richo dan Citra berkreasi sendiri.


"Haaaa sudah jadi" triak Richo sambil merentangkan tangannya kebelakang sofa. "Anterin dah hampir malem saalnya" bisik Sarah kepada Richo.


Richo hanya memberi tatapan malas. "Aku pulang dulu yaa" Citra berdiri dari tempat duduknya dan beranjak keluar.


"Dianterin sama Richo aja Cit udah hampir malem" Sarah memegang tangan Citra agar tidak pergi keluar. "Aku pulang sendiri aja nggak apa kok" Citra melambaikan tangannya.


\-.<β˜†\>.\-


*lama banget sih mandinya* batin Sarah.


Handphone Richo berbunyi menandakan ada pesan yang baru saja dikirim untuk kakak sepupunya. Sarah membukanya dan...


"Hah?!" Sarah melihat ke layar handphonenya sekali lagi untuk memastikan. Bagaimana bisa Richo mendapat pesan seperti ini.


//jika kau ingin cewe yang baru keluar dari rumah mu selamat kemarilah. Di pabrik tua jalan xxx nomer xx


-Y//


*Y? Y itu siapa?* batin Sarah. Richo yang keluar dari kamar mandi pun segera berjalan kearah Sarah yang memegang handphonenya.


"Kenapa?" Sarah menoleh ke arah Richo dan memberikan handphone dengan pesan yang tertera di layar.

__ADS_1


"Ha?! Citra... citra bahaya" Richo berlari mengambil jaket. "Aku ikut" Richo menatap adik sepupunya dengan tatapan 'tidak'. Tapi Sarah tidak berhenti temannya dalam bahaya.


Tinn


*pas sekali siapa ini?* Sarah menoleh ke arah suara klakson motor di belakangnya. Teo. "Kenapa keburu buru gitu?" Sarah tanpa basa basi langsung naik ke motor Teo.


"Nanti aku jelasin sekarang jalan ke pabrik tua" sepanjang perjalanan Sarah menceritakan dari awal bertemunya dengan Citra sampai pesan misterius itu.


"Pabrik ini?" Sarah berjalan memasuki bangunan pabrik tua yang telah terbakar 1 tahun lalu. "Ada sepeda motornya papa berarti Richo disini" Sarah langsung nyelonong masuk lebih dalam lagi. "Sarah"


Krek


Bruk


Tok


Suara suara aneh memenuhi bangunan tua itu dan bergema sampai depan.


Dorr


Aaaaarrrggggghhhhhh


Suara peluru dan teriakan yang sangat familiar ditelinga Sarah yang berlari ke asal suara tersebut. Dan benar saja Richo pingsan di penuhi darah pada pangkuan Citra.


"Oh lama tidak bertemu, gadis indigo" sapa seseorang di belakang Citra. "Citra awas" Sarah segera berlari kebelakang Citra. "Minggir" Citra dan Teo menarik Richo ke pojok ruang.

__ADS_1


__ADS_2