Mekarnya Bunga Cinta

Mekarnya Bunga Cinta
Episode 38


__ADS_3

"Andika!! Dimana kau?!" Dika keluar dari persembunyiannya dengan membawa Herry dan Danendra dibelakangnya. "Danendra?!" Sarah ingin berlari tapi di cegah oleh Teo.


"Apa yang kau inginkan?" Ucap Teo dingin sambil berjalan di depan Sarah. "Aku mau yang terjadi padaku juga terjadi pada mereka" ucap Dika sambil menunjuk Sarah dan Richo.


"Apa urusanmu dengan Sarah?" Dika menyeringai dan maju ke depan. "Dia sudah membuat adikku tiada" Sarah tercengang dan mundur perlahan lalu berdiri tegap lagi dan maju.


"Tapi aku sudah menyatakan padamu kemaren dan sekarang aku ingatkan kembali. 'JANGAN LIBATKAN ORANG LAIN DENGAN MASALAH KITA!!'" Alhasil semua pun tercengang dan mundur dari Sarah.


Sarah yang merasa mata kanannya sakit pun langsung jatuh terduduk di tempat dimana dia berdiri. *ssshhh ke..na..pa..ini??* batinnya sambil memegang mata kanannya. *Cici... dimana kau... apa yang terjadi denganku??*. Cici pun memasuki tubuh Sarah perlahan² dan


Aaarrrgggghhhh


Seketika semua orang mundur dari tempat semulanya berdiri. Sarah yang tadinya menutupi matanya kini membuka matanya yang berwarna coklat. "Hehehe" Sarah eh replay maksudnya Sarah berjiwa Cici maju ke arah Dika.

__ADS_1


"A...apa yang kau.." Cici tiba tiba berhenti dan memegangi dadanya. 'Apa yang kau lakukan Sarah?' Tanya Cici dalam batin. 'Aku tidak ingin menyakiti siapapun' Cici tersenyum. 'Kau ini orang baik tapi kau dijahati oleh mereka'


'Iyaa....aku tak apa terluka asal jangan mereka yang terluka' Cici pun keluar dari tubuh Sarah dan mata Sarah kembali berwarna hitam. 'Aku akan menyelesaikan misiku sekarang Sarah' Sarah mengangguk dan kembali menatap Dika.


"Ada orang yang ingin bertemu denganmu" dan muncullah Kakak Dika, Adiknya Dika serta ayah dan bundanya. Tapi dalam bentuk arwah mereka menampakkan diri karena dipanggil oleh Cici.


"Kak...dek...bun...yah... itu kalian??" Ucap Dika sambil melangkah pelan maju menuju arwah keluarganya dengan mata berair. 'Iya ini kami' seluruh anggota keluarganya tersenyum dan berdiri di posisi awal dan tidak bergerak.


'Hey kakak kedua dengar yah jangan pernah melukai orang' ucap adek Dika yang tak lain namanya adalah Lila. "Aku tidak melukai aku hanya ingin mereka merasakan apa yang di rasakan kalian" tak di sangka air mata turun membasahi pipi Dika.


'Selamat tinggal' Itulah kata terakhir yang diucapkan Cici lalu terbang ke atas dan menembus atap pabrik. *Cici jangan lupakan aku...* Sarah menangis sejadi jadinya dan duduk di pojokan. 'Kau tidak perlu melakukan itu Kaka' ucap Bunda Dika sambil menyentuh pipi kanan Dika.


Semua yang melihat adegan ini pun langsung trharu dan menangis. Tapi mereka masih tak sadar akan Sarah yang menangis sampai guling guling.

__ADS_1


"Huaaa aku inget ibu ku"


"Aku jadi kangen keluargaku"


"Aku jadi kangen ayah semoga aja tenang disana"


Seperti itu mungkin setengah dari perkataan mereka. "Tapi~" Kakak Dika memeluknya sekilas. 'Jangan melawan kami sudah bahagia disana' Dika menyusap air matanya yang membasahi kedua pipinya. "Baiklah"


'Misi kami sudah selesai. Selamat tinggal Kaka' Sama seperti Cici mereka juga terbang dan menembus atap pabrik. *CICIIIII.....* Sarah menangis sampai bajunya basah karena air mata. "Eh Sarah dimana?" Seketika semua terdiam karena pertanyaan Citra.


"Hiks...hiksss....Ci...ci...andai aku mengenalmu sebelum ini"


Semua langsung menoleh ke asal suara. "Sarah!!!" Richo menghampiri adik sepupunya dan menenangkannya. "Aku dengar kau menyebut nama Cici. Siapa itu??" Sarah mendongak dan menatap wajah Teo.

__ADS_1


"Kau tau tadi aku berteriak karena tubuhku dikendalikan teman hantuku dan setelah menyelesaikan misi sama seperti keluarga Dika dia pergi" semua langsung memeluk Sarah. "Kan masih ada kita" Sarah hanya mengangguk.


"Sebentar disini kok ada Endra?" Tanya Sarah saat melihat Danendra berada di Indonesia. "Aku di suruh oleh Dika buat ngumpan kamu kesini aja"


__ADS_2