Memang Bukan Cinderella

Memang Bukan Cinderella
Bab 21 Tamu yang Mencurigakan part 1


__ADS_3

Hari sudah mulai siang, belum ada tanda-tanda Lando bangun dari tidurnya.


Bu Resti menyuruh Ditha untuk membangunkan Lando, Ditha pun pergi ke kamar Lando yang berada di lantai atas. namun saat Ditha ingin membuka pintu, pintu terkunci dari dalam, ia pun mengetuknya.


Tok....tok...tok...


Tak lama Lando membuka pintu kamarnya.


" Ada apa?"


"Ibumu menyuruhku membangunkan mu ini sudah siang."


"Ck tak usah kau pedulikan, aku bukan anak kecil!!"


"Kau pikir aku peduli??" ujar Ditha sambil memutar badannya dan meninggalkan Lando.


Lando menutup pintu kembali dengan sedikit kasar.


Saat Ditha sampai di bawah, pelayan menyampaikan ada seorang wanita yang mencari Lando.


Ditha menyuruh pelayan untuk menyampaikan pada Lando.


Tak lama Landopun turun dan menyambut tamunya itu. Ditha yang duduk di ruang tamu di lewati saja tanpa dia tegur.


"Hai sayang" sapa Afi pada Lando.


"Hai juga, kau sudah datang?" tanya Lando sambil memeluk Afi.


"Iya, mana tante Resti"


"Entah, di kamarnya mungkin."


"Ih kau ini bagaimana, tinggal serumah dengan orang tua kok tak tau mereka ada dimana."


"Ya gak mungkin kan aku pantau terus, aku gak keluar kamar dari tadi malam jadi gak tau yang lain pada kemana." sahut Lando sambil melirik Ditha dan memiringkan senyumnya.


Ditha yang melihat kemesraan Lando dan Afi, ia merasa jengah.


'Bau-bau neraka ini!!' bathin Ditha.


Tak lama keluar bu Resti dari dalam rumah, dia baru saja dari taman belakang rumah. Dan melihat kejadian di ruang tamu.


"Ada apa ini Lando? Siapa dia?" tanya bu Resti karena belum melihat wajah wanita yang di peluk Lando di hadapan Ditha.


Begitu mendengar suara ibunya, Landopun melepaskan pelukannya pada Afi.


Dan bu Resti kaget melihat Afi, dia kelihatan kebingungan karena ada Ditha disana.


"Hai tante, apa kabar?" kata Afi hendak memeluk Bu Resti.


"Kabar baik!! Kamu kenapa datang kesini, bukannya sudah di peringatkan kemarin untuk tidak mengganggu pernikahan Lando??" kata bu Resti sambil mengelak tak mau di peluk oleh Afi.


"Hehehe..kan aku sudah membiarkan Lando menikah kemarin itu tante.., tapi setelah nya aku ya gak janji, karena Lando tetap lari ke pelukan ku."


"Jadi Lando pergi karena...??"


"Iya betul sekali tante...hahaha...!" potong Afi.


"Kurang ajar !! keluar dari rumah ini!!"


"Tidak bisa mih!! Lando menginginkan Afi tetap di sini!!" tolak Lando.

__ADS_1


"Lando!!"


"Pokoknya mamih harus terima keadaan ini, seperti aku menerima perjodohan keluarga yang aneh ini.!!"


"Lando ingat ini trad...."


"Tradisi gila.... !!harta....harta.....harta.... ambil saja mih, Lando memilih keluar dari keluarga daripada punya rasa takut kehilangan harta!"


Setelah berkata seperti itu pada ibunya Lando menarik tangan Afi dan mengajaknya ke kamar nya.


"Lando kau mau kemana?"


Lando tetap berjalan ke lantai atas, masuk ke kamarnya bersama Afi.


Bu Resti kemudian melihat ke arah Ditha, ia jadi bingung bagaimana cara menjelaskan nya.


"Dit...Ditha...itu ta tadi..."


"Ada apa tante...? sudahlah tante gak usah di jelaskan, sudah sangat jelas kok, Ditha mau tanya, tante masih mau menahan Ditha di rumah ini dan menyaksikan ini semua? Haruskah Ditha mengemis kebebasan pada tante?, keluarga menjodohkan Ditha dengan anak tante hanya untuk di sakiti?? Lihat anak tante saja berbuat sesukanya, kenapa Ditha tidak boleh?? setelah ini tante akan bepergian, tante bisa bayangkan bagaimana nasib Ditha tan?" ucap Ditha dengan mata yang berkaca-kaca.


Di berondong banyak pertanyaan dari Ditha, bu Resti menjadi limbung, ia pun duduk di sofa dan memijit keningnya.


Melihat itu Ditha ke belakang untuk mengambil air minum, tak lama iapun kembali dan memberikan gelas berisi air minum pada bu Resti.


"Minumlah dulu tan..."


Bu Resti pun menerimanya dan meminum air itu setengah gelas saja, kemudian meletakkan gelasnya di atas meja. Sambil menghela nafas panjang ia sandarkan tubuhnya ke sofa.


"Apa yang ingin kau lakukan setelah melihat semua ini Ditha? tak mungkin aku memisahkan kamu dengan Lando, tapi hatiku pun tak mungkin membiarkan kamu hidup bersama Lando, akupun tak menerima tradisi pernikahan ini."


"Tante tolong Ditha, keluarkan Ditha dari rumah ini, tante tak usah ceritakan pada keluarga kondisi sebenarnya, Ditha hanya ingin hidup sendiri dan bekerja, walaupun di tengah orang-orang yang memiliki harta banyak di beri fasilitas yang mewah tapi Ditha tak bahagia untuk apa tante?"


"Kau benar, aku sudah menjalani nya bertahun-tahun, hanya dengan bepergian lah aku bisa sedikit meringankan beban perasaan ku."


"Hah??"


"Tante, tante suka membiarkan orang lain tersiksa, sedangkan tante sendiri punya cara membebaskan nya?"


"Tap...tapi bagaimana dengan Salman? dia tak akan membiarkan mu bebas, dengan kuasanya dia bisa saja melakukan hal yang lebih dari menculikmu seperti kemarin."


"Itu tergantung tante dan Lando, toh Lando juga tak mau hidup bersamaku."


"Tunggu sebentar Ditha biarkan tante berpikir dulu, baiklah tante akan tunda kepergian tante, sampai kita temukan jalan keluar, kau tetap di sini dulu ya."


"Baiklah tan, asal tante berjanji akan membebaskan ku."


"Iya Ditha, tante usahakan."


Setelah berbicara dengan Ditha, bu Resti pun pamit ke kamar untuk mengistirahatkan kepalanya yang pusing, entah apa yang di lakukan Lando di kamarnya, ia tak ingin melakukan apapun lebih baik menghindari perdebatan, karena hanya suami pura-pura nya yang bisa menyelesaikan semua itu, tapi entah kapan pak Rinto kembali pulang dia pun tak tahu.


Sampai malam hari Lando tetap berduaan di kamarnya dengan Afi, tiba makan malam pak Rinto kembali.


Pak Rinto tak tahu kalau di kamar Lando ada Afi, sedang Lando pun tak tau kalau papihnya ada sudah pulang dan sedang berada di kamar.


Pada waktunya makan malam Lando mengajak Afi untuk makan bersamanya, bu Resti pergi ke kamar tamu untuk mengajak Ditha makan malam, karena mendengar suara ketukan dari pintu kamar tamu pak Rinto pun ikut membuka pintu kamarnya, ia bingung bukannya Ditha harusnya ada di kamar Lando, tapi kenapa ada di kamar tamu.


Setelah memberitahu Ditha untuk makan malam bu Resti langsung berjalan ke ruang makan tanpa menoleh ke pintu kamar pak Rinto, iapun tak tahu pak Rinto sudah datang, dan sedang berada di kamarnya karena pak Rinto memang punya kamar tersendiri.


Ditha keluar dari kamar tamu berbarengan dengan pak Rinto yang juga keluar dari kamarnya, dan berjalan di belakang Ditha.


"Ditha!" panggil pak Rinto

__ADS_1


"Oo..om..."sontak Ditha kaget.


"Kenapa kamu berada di kamar tamu? apa Lando sudah pulang, dia tak membolehkan kamu tidur di kamarnya?"


"Maaf om, om pasti paham akan pernikahan kami, butuh waktu untuk menerimanya."


"Apa yang terjadi di rumah selama om pergi?"


"Tak ada om, maaf Ditha tak bisa jelaskan om nanti akan tau sendiri."


"Ya sudah, ayo kita makan malam."


Mereka berdua pun melangkah ke ruang makan, dan kaget melihat siapa yang ada di sana.


"Apa-apaan ini!!!" bentak pak Rinto.


Semua yang ada sedang duduk di meja makan kaget dan spontan berdiri.


"Lando?? bisa kau jelaskan, kau lupa peringatan ku!!"


"Ma maaf pih, papih su sudah pulang?? se sejak kapan? bukannya papih bilang akan pulang minggu depan karena kapal belum bisa sandar??" Lando balas bertanya dengan gugup.


"Kenapa kau balik bertanya, jelas kan apa maksudmu membawa wanita ini kemari? bukannya papih sudah bilang jangan berhubungan dengan nya?"


"Dia kekasih ku papih, aku sudah mengikuti apa yg papih minta, dengan begitu papih pun harus mengikuti apa yang ku inginkan."


"Tidak bisa begitu Lando!! mih apa maksudnya ini, anakmu sudah berani membawa wanita lintah ini ke dalam rumahku!! dan kau diam saja!!"


"Kamu kira aku diam saja pih? bukan nya sifat keras anakmu turun dari kamu?"


"Duduk semua, kamu Afi keluar dari rumah ini, kau merusak suasana makan malam kami, cepat aku tak mau makan kalau kau berada di sini!"


"Baik aku keluar om, tapi ingat aku akan kembali, Lando harus bertanggung jawab atas hidupku, kami sudah tidur bersama dan menjalin hubungan sudah sangat lama, gak seenaknya hendak memisahkan kami!" Afi pun berjalan ke kamar Lando mengambil tas nya dan pergi keluar rumah, Lando mengejar nya tapi Afi ingin pergi sendiri, dan melarang Lando mengikutinya.


"Jangan ikuti aku, kau rayu orang tuamu dulu, bagaimana caranya jangan sampai harta jatuh ke tangan Ditha, kau ingat ancaman orang tuamu sebelum kamu menikah kan? pastikan kau dapatkan hak mu dulu baru kau ikut aku keluar dari keluarga ini, paham!!" kata Afi setengah berbisik pada Lando dan di setujui oleh Lando.


Landopun kembali ke ruang makan dan duduk berseberangan dengan Ditha.


"Kita makan dulu, setelah itu kita bicara." kata pak Rinto.


Mereka pun makan malam tanpa berbicara satu katapun.


Selesai makan malam, pak Rinto mengajak semuanya ke ruang tamu.


"Aku pulang hanya sebentar, besok pagi aku pergi lagi karena bisnis di pelabuhan belum selesai di kerjakan, aku pulang ingin beristirahat sebentar, karena tempat untuk istirahat di pelabuhan di pakai pekerja-pekerja di kapal, niat istirahat dengan tenang malah mendapati keadaan rumah yang seperti ini, apa kalian tidak menghargai usahaku di luar sana, kalian tidak membayangkan betapa lelahnya aku, Lando harusnya bisnis ini sudah bisa kau jalankan, bantu papih meringankan pekerjaan ini, papih jelas semakin tua semakin tak kuat lagi, lantas kapan kau akan siap meneruskan usaha papih kalau hidupmu kamu pakai untuk berhura-hura saja!!" pak Rinto menarik nafas sebentar.


"Kalau kau tak mau mengubah cara hidupmu, terpaksa aku cabut hak mu dari ahli waris, aku beri satu kesempatan lagi karena kau sudah menikah, kau harus bertanggung jawab pada istrimu."


"Ta tapi pih...!"


"Tak ada tapi-tapi!!, mih kau atur Lando dan Ditha untuk tinggal di apartemen yang di selatan kota, biarkan mereka berdua di satu tempat, mulai sekarang mereka harus bisa hidup sendiri."


"Iya pih."


Lando tersenyum kecil tapi berusaha untuk tak terlihat. Tapi Ditha melihat itu, diapun hanya menunduk saja, percuma berbicara sekarang karena hanya akan menambah runyam situasi.


Setelah berbicara, semua anggota keluarga itu masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Nb


mohon krisannya yaaaaa

__ADS_1


terimakasih..


__ADS_2