Memang Bukan Cinderella

Memang Bukan Cinderella
Bab 41 Resepsi


__ADS_3

Kabar pernikahan Aryo dan Ditha yang dilaksanakan di tanah suci sudah menyebar di dua desa, mereka semua memuji perjuangan kedua nya hingga bisa di pertemukan dalam pernikahan.


Dan kabar pernikahan ayah dan ibu nya pun di dengar oleh pak Salman yang sedang berada di penjara.


Keluarga pak Derajat tak bisa melakukan apa pun untuk menyelamatkan pak Salman dari jerat hukum, terlalu banyak pasal yang di jatuhkan padanya, yang paling parah adalah pembunuhan berencana.


Belum lagi kasus penyelundupan barang yang sudah ia jalan kam bertahun-tahun, merebut harta orang yang ingin di bunuhnya.


Di dalam penjara dia bukannya menyesali diri tapi malah menjadi seorang yang pemarah, berkali-kali di ingat kan agar bertobat namun ia tidak menurutinya.


Dan berkali-kali pula ia merencanakan untuk bunuh diri saja.


Beda dengan hidup pak Yandi dan pak Irham, mereka sangat bahagia kembali dalam pelukan istrinya, setelah mengorbankan waktu bertahun-tahun, menahan diri untuk tidak kembali.


Sampai tiba hari yang di tentukan untuk melaksanakan resepsi pernikahan Aryo dan Ditha.


Semua keluarga dan relasi bersukacita dalam mempersiapkan acara tersebut.


Ada banyak sekali dukungan agar acara tersebut terselenggara dengan sukses.


Acaranya sendiri di selenggarakan di rumah nenek Eti yang memang sudah di rehab oleh Yayan.


Prosesi demi prosesi di ikuti oleh Aryo dan Ditha, senyum tak pernah lepas dari bibir keduanya.


Masyarakat desa turut membantu proses acara tersebut.


Sebagian membantu karena penasaran akan cerita kembalinya orang yang sudah di anggap tiada, karena mereka tidak sempat datang ke acara pernikahan pak Yandi dan pak Irham beberapa waktu yang lalu.


Orang tua Santi berbeda lagi sikapnya, dengan sombong mereka menceritakan status Santi sekarang tapi mereka tidak menceritakan hal yang sebenarnya.


Apalagi saat Santi memberi kabar dia punya rumah mewah di kota, dan menyuruh orang tuanya menanyakan tanah luas yang ada di desa mereka dengan maksud untuk membelinya.


Pak Yandi yang tidak punya niat jahat pada mereka menawarkan sebidang tanah miliknya yang tak jauh dari rumah orang tua Santi, orang tua Santi pun dengan pongah menerima, tapi menunggu uang dari Santi dulu.


Pengantin yang berbahagia itu duduk berdampingan dengan mesra di pelaminan, sesekali keduanya berdiri untuk menyalami para undangan.


Pesta kali ini lebih besar daripada pesta pernikahan Ditha dan Lando.


Keluarga pak Rinto pun datang untuk memberi restu pada kedua mempelai.


Namun pak Rinto menyampaikan kalau Lando tak bisa datang , ia malu untuk muncul ke hadapan Ditha, Ditha pun memakluminya.


Satu persatu para tamu undangan menyalami dan mengucapkan selamat pada pasangan pengantin yang berbahagia itu, para undangan pun senang karena suvenir nya oleh-oleh dari tanah suci.


Tak lupa mereka mengabadikan semuanya dalam bentuk foto maupun video.


Terutama para maniak sosmed, dan kelakuan mereka menjadi viral pastinya semua berasal dari teman-teman alumni SMA kedua pengantin, dan teman kuliah Aryo.


Ada-ada saja kelakuan bekas teman SMA mereka yang menimbulkan gelak tawa semua yang hadir.

__ADS_1


Tak terkecuali Indri, dia hadir di acara itu namun hanya duduk saja di sudut sambil menikmati hidangan, walau ada perasaan tak suka tapi dia puas sudah menjebak Santi, kembali dendam berbalas dendam, sengaja ia pilih di sudut agar tak tersorot kamera teman-teman, karena hampir semua temannya live di sosmed mereka.


Seandainya lengkap ia, Rini dan Santi ada di pesta itu sudah pasti mereka akan membuat kekacauan seperti pernah ia lakukan dulu saat kuliah, berhubung hanya sendirian dia gak berani bikin ulah, apalagi di tengah-tengah keluarga besar kedua mempelai, nyalinya otomatis ciut.


Sebenarnya ada undangan untuk Santi dan Rini tapi karena keduanya sibuk entah kemana, jadilah Indri tak memberikan undangan itu pada kedua temannya.


Sampai malam hari acara resepsi pernikahan Aryo dan Ditha akhirnya selesai, seluruh keluarga puas karena acara terselenggara tanpa kendala apapun.


Semua anggota keluarga membersihkan semua yang ada di meja tamu.


Selesai membersihkan yang di rasa perlu, semuanya pun bersiap untuk beristirahat, ada yang pulang karena rumah mereka dekat.


Malam semakin larut, Ditha dan Aryo sudah berada di kamar mereka, dan bersiap untuk tidur.


Sambil rebahan mereka berdua membuka sosmed ada banyak postingan temen-temen mereka yang lucu.


" Sayaaaang capek?" tanya Aryo.


" Lumayaaaan." jawab Ditha.


" Libur dulu?"


" Apanya?"


" Ya kewajibannya laaaah."


" Hhhhmmmm besok mau kiamat ya? gak usah di habis-habisin sekarang laaaah."


Saking lelahnya mereka pun tertidur.


****


Di tempat lain Rini melihat postingan teman-teman kuliahnya dulu, ' Pernikahan siapa? ini teman-temanku semua, kenapa aku tak di undang?'


Dia lihat terus videonya sampai kamera mengarah pada pasangan pengantin.


Sontak Rini marah besar, dia yang asyik menghabiskan sore duduk bersama suaminya di lantai atas rumah Santi, segera turun dan mencari Santi di lantai bawah.


" San....Santi!!"


" Sayang ada apa kamu mendadak turun dan berteriak begitu? " tanya suaminya setengah berlari menyusulnya.


" Tak apa, aku ada perlu bersama Santi."


" Ada apa Rin, Santi keluar dari kamarnya."


" Kamu sibuk? sini sebentar."


Rini mengajak Santi ke teras depan rumah.

__ADS_1


" Kamu sudah lihat sosmed?"


" Aku mana sempat pegang gawai hari ini, abang minta di tempelin terus."


" Ish kamu, ini coba lihat?"


" Hah Aryo dan Ditha menikah? Kenapa tak ada kabar? Mereka gak ngundang kita?"


" Kamu lihat postingannya si Ipul."


" Sebentar."


Santi membuka postingan temanya yang bernama Saipulah.


" Apa ? Indri?? Dia datang tapi tidak mengabari kita? Apa maksud dia?"


" Kelihatannya kita di khianati San!"


" Kurang ajar, terus gimana?"


" Kita harus hancurkan Indri."


" Caranya.?"


" Ya lewat suamimu, sudah ikuti saja permainan kita sekarang, buat suamimu tak bisa melepaskan kamu, dan meninggalkan Indri."


" Terserah kamu lah Rin, atur aja."


" Oke, ayo masuk, nanti malam siap-siap lagi."


Merekapun masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


" Makan apa nanti malam San? " tanya Rini.


" Tanya abang sama om Sion aja, aku gak selera makan."


" Ih kamu bagaimana nanti bisa kuat kalau gak makan?"


" Ya udah menunya ikut maunya para suami aja."


" Oke, aku tanya mereka."


Santi jengah dengan sikap teman-teman nya dari dulu memang kedua temannya itu lebih dominan kecerdikannya, sedang dia hanya ikut-ikutan saja , karena hanya dia yang dari keluarga sederhana.


**


Bagaimana intrik selanjutnya dari tiga sahabat yang saling berkhianat itu yaa.....


Nb

__ADS_1


mohon krisannya yaaaa


terimakasih..


__ADS_2