
Oh! jadi ini yang kamu lakukan yah.....dasar s***n...!!" Orang itu merangsek masuk bersama beberapa orang laki-laki, dan menghajar om Sion dan menarik tangan Afi untuk di bawa keluar night club, kemudian dengan paksa memasukkan Afi yang telanjang bulat ke dalam mobil.
"Rin...Rini mau kau bawa kemana Afi?" tanya om Sion.
"Mau ku bawa ke neraka!! Kenapa? Kamu barang jualan kok dicicipin...kalau di jual itu ya di jual jangan kamu cicipin dulu, nanti pembeli jadi jijik tau....!!" jawab Rini istri om Sion.
" Iya tapi pembelinya sebentar lagi datang!"
"Jangan kamu pajang di sini, tenang dia sudah ku arahkan ke hotel....di pajang di sini malah kamu makan, kamu aku hukum, bersihkan dulu badan kamu selama 3 bulan, jangan sentuh aku selama 3 bulan itu, paham!!!"
"Tap tapi Rin kamu kan tau aku tak akan sanggup un....."
"Aku tak peduli, pilih puasa atau aku potong 3 senti hah!!!" potong Rini.
"Pu..puasa aja." jawab om Sion ketakutan.
"Ya sudah, lanjutkan kerjaan kamu, ingat aku mengawasi mu!!" bentak Rini sambil melangkah menyusul anak buahnya yang membawa Afi.
Di mobil Afi yang dalam kondisi telanjang berteriak.
"Lepas kan aku Rin..!!"
"Berani kamu berteriak hah!!"
"Rini aku temanmu, kamu ingat aku yang mengenalkan mu pada om Sion, apa ini balasanmu!!."
"Iya aku memang temanmu, tapi tidak untuk berbagi laki-laki seperti kau dan Ifa lakukan, paham!!"
"Ini cardigan ku, pakaikan padanya! segera kita pergi ke lokasi" perintah Rini pada anak buahnya.
Anak buah Rini pun menurutinya, kemudian salah satu yang memegang kemudi melajukan mobilnya.
"Hendak kamu bawa kemana aku Rin."
"Hahaha...kau butuh duit kan? Kau akan mendapatkannya, oh ya di mana kembaranmu, kenapa tak kau ajak sekalian, biar kalian bisa gotong royong biar kerjaan berat jadi ringan...hahaha!!"
"Apa maksudmu??"
"Aku tak usah ku perjelas Afi...kau sudah tahu itu!"
"Kurang ajar kamu!!"
"Oh ya, jadi makan sosis orang lain itu tidak kurang ajar hah?? apa mau aku buat cacat wajahmu agar tidak lancang lagi?? ooh maaf itukan sudah kerjaan kamu!! makan punya orang!! hahaha, sudah diam, tahan tenaga mu, setelah ini kamu butuh tenaga ekstra dalam bekerja."
"Apa??"
"DIAM!! apa perlu aku bungkam pake sosis ku di mulutmu itu hah!!" bentak salah anak buah Rini yang badannya sangat besar.
Mendengar itu nyali Afi pun menciut, sudah besar, badannya bau pula. 'Hih' bathin Afi bergidik.
Mobil melaju ke villa pinggiran kota, tampaknya jauh dari perumahan ataupun keramaian.
"Ayo turun, pelanggan mu sudah menunggu." kata Rini sambil tersenyum sadis.
Melihat itu Afi hanya bisa menelan ludah, ia tahu betapa sadisnya geng mereka dulu.
Rini, Santi, Indri, dan Arlinta adalah genk sadis teman semasa kuliahnya dulu, untuk bisa berteman dengannya ialah harus rela memberikan uang pada mereka baru mereka akan tunduk,
Rini sangat menginginkan Aryo tapi karena ia miskin jadi ia ingin terlihat kaya, jadilah Afi mengenalkannya pada om Sion, Rini mau jadi simpanan om Sion yang penting kaya, entah bagaimana akhir ceritanya hingga Rini bisa menguasai om Sion.
"Ayo ikuti aku." kata Rini sambil menarik tangan Afi.
Di bawanya Afi pada sebuah kamar di villa itu.
"Kamu mandi dulu, itu baju sudah aku siapkan!!"
"Apa tujuanmu sebenarnya Rin?"
"Ya membuat kamu banyak uang, itu yang kamu mau kan?"
"Tapi aku harus apa?"
"Sudah mandi dulu badanmu kotor, nanti mereka tidak mau pakai kamu, habis itu dandan yang cantik!!"
Afi pun menuruti saja perintah Rini, ia ingin menghubungi Ifa tapi baju dan tas nya tertinggal di kamar night club om Sion.
Selesai mandi, Afi pun memakai baju yang di siapkan oleh Rini, baju yang sangat minim, walaupun ia sudah terbiasa dengan baju seperti itu tapi entah kenapa ia merasa kalau dia akan di jadikan barang yang menjijikan oleh Rini.
Afi hanya menghela nafasnya tidak mungkin dia melarikan diri sekarang karena dia hanya sendirian.
Setelah berdandan, iapun keluar kamar, di luar kamar sudah banyak para lelaki hidung belang duduk di ruang tamu villa itu, Afi menelan ludahnya, apakah salah satu dari mereka yang akan memakainya fikirnya.
Terlihat dari perawakan mereka seperti bukan dari Indonesia. Rata-rata berkulit gelap.
"Kamu sudah siap??" kata Rini tersenyum sinis.
__ADS_1
"Si siapa mereka??" tanya Afi ketakutan.
"Hahaha, siapapun mereka, yang penting mereka tajir."
" Oke everyone, you can use this girl, she is yours now, take your time." Kata Rini pada semua pria itu.
"Ap...apa maksudmu Rini!! semuanya? Hei ini tidak bisa!!"
"Tenang saja, Ifa akan membantumu setelah ini, hahaha, nikmati sayaaang." kata Rini sambil melangkah pergi.
Setelah Rini pergi, 3 orang pria dari 9 pria yang ada di situ menarik Afi ke kamar, dan mengeksekusinya.
Entah berapa jam mereka mengeksekusinya secara beramai-ramai, setelah selesai masih lanjut 3 orang lagi masuk, dan begitu terus tanpa memberi ampun pada Afi.
\*\*\*
Hingga 1 minggu Afi di sekap dan di paksa meladeni 9 orang pria asing itu, Ifa pun mulai khawatir karena tak ada kabar sama sekali dari Afi, hingga datang seseorang ke rumahnya.
Tok..tok..tok
"Siapa?"
"Kurir bu."
"Baik tunggu sebentar." Ifa pun membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Ifa.
"Mau mengantarkan surat ini bu."
Ifa pun menerima nya dan menutup kembali pintu setelah berterima kasih pada kurir itu.
Segera ia baca surat itu
[ Fa kamu susul aku ke alamat ini, untuk mengambil uang, di sini tak ada atm jadi aku tak bisa mengirimkannya padamu, aku masih menikmati suasana indah di sini, kalau kamu mau join juga lebih bagus, kalau bisa secepatnya yah, aku tunggu.
Villa..............
.....................
....................
Afi.\]
Ifa tersenyum senang membaca surat yang ia kira dari Afi itu, kemudian ia pun bersiap-siap untuk menyusul Afi ke alamat villa yang tertulis pada surat.
Dengan kecepatan sedang mobil taksi sampai di villa yang di maksud, Ifa pun turun dari mobil kemudian membayar ongkos taksi nya, sambil mencocokkan alamat pada surat Afi iapun memasuki pagar villa, karena tak di kunci.
Begitu sampai di depan pintu Ifa memencet bel pintu, keluarlah Rini.
"Hai Fa..."
"Ka kamu...di mana Afi?"
"Ada lagi di kamar atas, biasalaaaah." kata Rini sambil mengedipkan matanya.
"Oooh...!"
"Ayo masuk."
Ifa pun masuk dan di persilahkan duduk oleh Rini di sofa.
Rini memberi kode pada pelayan untuk menyiapkan minuman untuk mereka.
Tak berapa lama keluar pelayan itu dari arah dapur sambil membawa nampan.
"Kau minumlah dulu Fa, kan baru dari perjalanan jauh."
"Iya Rin, oh ya apa kabar om Sion?" kata Ifa sambil meminum jus jeruk yang di suguhkan untuknya.
"Ada...tapi pagi begini ya dia tidur, biasa pekerjaan kelelawar, malam kerja siang tidur, hahaha." kata Rini sambil meminum jus nanas.
Beberapa saat mereka berdua mengobrol santai, Ifa mulai kelihatan gelisah.
Rini tersenyum melihatnya.
'Obatnya bereaksi, dasar sundal...kau makan jebakan mu sendiri, itulah kebiasaan mu suka menjebak pria-pria suami orang dengan obat perangsang, kau nikmati sekarang.' bathin Rini.
Ifa rupanya merasa gerah walaupun ac sangat dingin, tanpa sadar dia membuka sweater nya dan tampaklah pakaian seksi yang ia pakai di balik sweater nya.
'Ada apa dengan ku, ini seperti reaksi obat, apa Rini memberiku obat, kurang ajar, aku tidak tahan...ini terlalu kuat.' bathinnya.
Melihat sikap Ifa yang semakin mirip ular berdesis Rini pun pura-pura penasaran.
"Ada apa Fa?"
__ADS_1
"Ka kau....berikan minuman apa padaku??"
"Hahaha....yang biasa kau pakai untuk menjerat mangsa, kau dan Afi adalah ahlinya.!!"
"Ku...kurang ajar...!! dimana Afi!!" kata Ifa sambil duduk gelisah.
"Hhhmmmm....dia di atas, sebentar lagi kamu akan menggantikannya, mungkin dia kelelahan." kata Rini sambil menengok ke atas.
Tak lama terdengar suara teriakkan dari atas.
"Enough please....i'm tired.... please...!!"
"Hay girl!! we paid your sevice!! come here!!
"No...no.... aaaaaargh.!!"
Ifa yang mendengar itu tak sabar dan lari ke atas untuk menolong saudarinya.
Rini hanya tersenyum melihatnya, dia pun berdiri melangkah keluar villa.
"Afi...Afi....!!"teriak Ifa.
"Ifa jangan kesini, pergilah.... aaaaaargh!!"
Terlambat untuk pergi salah satu orang pria asing itu menarik tangan Ifa yang berada dalam pengaruh obat, kemudian kedua saudari kembar itu menjadi bulan-bulanan nafsu sembilan orang pria asing itu.
"Hahaha....kalian nikmatilah lintah kembar...ingat dulu kalian juga melakukan hal ini pada wanita yang kurang beruntung, hingga cita-cita ku untuk meraih hati Aryo gagal gara-gara perbuatan kalian!!" ucap Rini sambil menghapus kasar air mata yang menetes di pipinya.
" Untung aku bisa merebut hati orang tua om Sion, jadi akulah satu-satunya menantu yang akhirnya mereka akui....heh...heh..." Rini masih bergumam sendiri, dari luar villa ia menikmati suara teriakan kesakitan dari kedua lintah kembar itu, karena sembilan orang pria asing itu main sangat kasar.
"Du..du...du....sebaiknya aku pergi dulu, ke salon aja...biarkan mereka menikmatinya..hmmmm... dua minggu?? iya dua minggu cukup, hahaha..." ujarnya sambil melirik tajam pada lantai atas villa dari dalam mobil. Kemudian melajukan mobilnya ke pusat kota.
Ketika melewati gapura villa dia menelpon anak buahnya.
" Biarkan mereka main sepuasnya, waktu sewa mereka masih sepuluh hari lagi, kalau mereka pergi buang kedua lintah kembar itu ke jalanan sepi di kota lain, paham kalian?"
"Siap bos, wah andai tidak para bule itu yang pakai kami juga mau bos, tapi sudah di pakai para bule itu kami jadi jijik."
"Haha ya kalian cuci dulu baru kalian pakai."
"Ah gak main gila lah bos, iya kalau tidak terjangkit penyakit."
"Kalau begitu jangan apalagi kamu, khusus kamu jangan macam-macam, ingat, suami ku lagi puasa, jadi kamu yang melayaniku, ingat!!
"Hehehe....siap bos!"
"Ya sudah aku tutup, aku mau ke salon." tut.
Rini menutup sambungan telpon nya, dan menghela nafas,
'Ada apa dengan ku, kapan mau tobat kalau begini. aaaaaargh s***n!!' bathinnya.
S***n berteman dengan s***n, dendam di balas dendam gak akan pernah selesai.
\*\*\*\*
2 minggu kemudian kota xxxxx heboh dengan pemberitaan di temukan nya dua orang wanita yang berwajah sama tergeletak pingsan di jalanan sepi, telah di sebarkan berita dari media massa tak ada satupun yang datang mengakuinya, hingga mereka di antarkan ke rumah sakit untuk di rawat.
1 minggu sudah mereka di rawat tapi mereka tak bisa pulang karena bukannya sehat mereka mendapat vonis terjangkit penyakit kelamin, keduanya hanya bisa menangisi nasib, Ifa sudah menghubungi kedua orang tuanya, tapi ia malah mendapat kabar kalau orang tuanya di bunuh oleh para penagih hutang, tak ada cara lain untuk mereka berdua untuk sembuh tinggal menunggu keajaiban saja.
Beberapa hari setelah vonis dokter dan tak bisa membayar biaya rumah sakit, di suatu pagi di depan rumah sakit heboh, karena di dapati dua orang berwajah sama mati tergeletak dengan kepala keduanya pecah karena terbentur aspal pelataran rumah sakit, rupanya keduanya nekat menjatuhkan diri dari lantai atas rumah sakit.
Kabar itu di liput dan di siarkan di media massa.
Pada saat yang sama Lando sedang istirahat sehabis ikut panen buah nanas di kebun belakang villa milik keluarganya.
Iseng ia nyalakan televisi, bertepatan dengan acara berita yang mengabarkan tentang kematian Ifa dan Afi.
"Astagfirullaaaaah, innalilahi wa innailaihi roji'un." teriak Lando.
"Ada apa Lando?" tanya ibunya.
"It itu bu, Ifa dan Afi....!" jawab Lando sambil menunjuk ke televisi.
"Innalilahi wa innailaihi roji'un."
"Ya sudah nak, mungkin sudah nasib mereka, semoga dosa-dosa mereka di ampuni."
"Aamiin" sahut Lando. Ia pun berdo'a agar dosanya sendiri di ampuni Tuhan.
Nb
Mohon krisannya yaaah
boleh minta jempolnya kaaaah
__ADS_1
terimakasiiiih...